Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Kejahilan Raka


__ADS_3

Rangga yang sudah mengantuk pun pamit untuk kembali ke kamarnya.


Dia mengulurkan tangan kepada Raka bahkan dia memeluk Raka dan sekali lagi dengan tulus meminta maaf kepadanya.


"Kuharap masing masing dari kita tak memiliki dendam dan mengiklaskan apa yang telah terjadi."ucap Rangga lirih lalu melepas pelukannya.


Raka hanya tersenyum dan sedikit mengangguk.


Setelah kepergian Rangga,Raka pun masuk dia mendapatiku tidur dengan posisi di tengah kasur seolah sudah merencanakan deportasi untuk mas Raka.


Raka geleng geleng kepala lalu meggeser tubuhku ke sisi kanan ranjang,sedangkan dia berbaring di sampingku.


Dia menaruh tangan kanannya di dahinya dan memejamkan mata,namun sial untuk Raka rasa kantuknya belum saja menghampirinya padahal tubuhnya sudah sangat lelah.


Dia pun memiringkan wajahnya kemudian menatap wajahku.


Tangannya lihai memainkan wajahku bahkan terselip ide konyol mengerjaiku saat tidur.


Dia mengambil sedikit rambutku lalu meletakannya di lubang hidungku,tentu meskipun dalam tidur aku masih bisa merasakan gelinya.


Tidurku kini pun terusik akan keisengan mas Raka,bahkan aku sampai harus bersin bersin.


Raka yang melihatku terusik pun tertawa namun tawanya di mode silent,supaya tak membangunkanku.


Karena merasa terus di ganggu akhirnya akupun bangun,mengetahui aku bangun dia pun berpura pura memejamkan mata,sesekali dia melirikku.

__ADS_1


Melihatku tertidur lagi membuatnya melakukan aksinya lagi.


Lagi lagi aku terganggu akan tingkah jahil mas Raka.


Kali ini aku tak benar benar tidur jadi saat mas Raka melakukan aksinya aku pun tau,karena geram aku berteriak sekeras kerasnya sehingga membuat mas Raka terkejut.


Aku yang tak trima pun mengambil bantal lalu memukulkannya kepada Raka.


"Geram aku ma mas Raka,tau istri tidur malah dikerjai"bantal pun berkali kali jatuh di tubuh mas Raka namun tangannya meangkis pulukanku.


"Ampun Mel,aku gak bisa tidur Mel jadi aku isengin kamu"ucap Raka.


Niatnya hanya ingin merebut bantal yang kugunakan untuk memukulnya namun aku malah ikut sehingga aku jatuh diatas mas Raka.


Mas Raka melemparkan bantalnya hingga benar benar posisi kami saling berhadapan.


Rangga membalik posisinya,dia menjatuhkan wajahnya di leherku yang tentu membuat aku kegelian.


"Ada yang sudah bangun di bawah Mel"bisiknya.


Tanpa aba aba,Raka melahap bibirku.


Kami pun menikmati ciuman kami,tanganku semakin menekan kepala mas Raka supaya ciuman kami semakin dalam.


Puas dengan bibir Raka segera menuju tempat favoritnya.

__ADS_1


Disana dia bisa berkelana di pegunungan yang indah,walaupun tak besar namun bisa membuat Raka memainkannya penuh kenikmatan.


Aku yang sudah tidak kuat,ikut melucuti bajunya,supaya proses penyatuan semakin cepat.


"Mas ayo dong mas"lirihku dengan suara desahan yang membuat Raka semakin liar.


"Jangan terburu buru Mel,kita main main dulu"bisiknya yang membuatku menggigit bibir bawahku.


Bahkan tubuhku terus saja menggeliat meminta untuk segera dilakukan penyatuan.


"Mas aku udah gak tahan mas"lirihku lalu menyambar bibir Raka.


Raka pun menyatukan milikku dan miliknya.


Lenguhan nikmat lolos dan lepaslah pautan bibir kami.


pelan namun pasti,membuat aku melayang layang.


Hentakan demi hentakan membuat aku mencengkeram sprei,tubuhku menegang pertanda aku mendapatkan pelepasanku.


Raka semakin mempercepat hentakannya yang membuat aku mendesah penuh kenikmatan dan lagi lagi aku mendapatkan pelepasanku.


"Sekarang giliranku Mel"bisik Raka lalu dia pun menegang dan aku pun merasakan cairan hangat di pangkal pahaku.


"Terima kasih Mel"ucapnya sambil mengecup keningku.

__ADS_1


Karena sama sama lelah,kami pun terlelap dengan posisi berpelukan dan tubuh yang polos.


__ADS_2