
Aku merebahkan diri di kasur dengan posisi kaki menggantung,mengingat kejadian tadi aku pun senyum senyum sendiri.
"Maaasss Raaakaaa i love you full"teriakku sambil melihati foto mas Raka yang ada di ponselku.
"Aku yakin mas kalau kamu juga merasakan hal yang sama"aku pun bermonolog dengan diriku sendiri sambil menciumi foto mas Raka.
"Umuacchhh,umuuuacch....lope lope mas sama kamu"kuciumi foto mas Raka terus menerus.
"Duhh....Gak sabar aku untuk bertemu mas Raka,kenapa jamnya lama sekali sih! rasanya ingin sekali aku putar sendiri jarum jamnya lalu ku geser matahari"garutuku.
Orang kalau lagi jatuh cinta memang tak bisa mengondisikan otak serta pikirannya.
Seperti diriku yang tak sabar untuk bertemu Raka.
Tepat jam sepuluh aku sudah berkutat di dapur,aku memasak nasi goreng dan juga pasta toping keju.
Aku juga membuat telur mata sapi.
Karena mas Fajar yang akan menjemputku aku pun membuatkan bekal makan siang juga untuknya.
Dua bekal makan siang sudah siap di tempat makan.
Kulangkahkan kaki kemar dan ku kirim pesan pada mas Raka untuk menyuruh
mas Fajar untukmenjemputku sekarang karena syndrom rindu yang baru kuderita meronta ronta untuk di obati.
Kuambil handukku dan bergegas mandi setelah itu aku memilih pakaianku.
Aku pun memakai celana jeans model pensil dan juga baju lengan pendek warna biru muda.
Kira kira itulah outfitku hari ini.
__ADS_1
Setelah itu aku merias wajahku secara natural karena aku tak suka berparas menor apalagi memakai bulu mata yang cetar membahana.
Selesai dengan wajahku sekarang berpindah ke rambutku,aku pun memberikan sentuhan sedikit dengan mengcurly bagian bawah rambutku.
"Mel....Kamu cantik sekali Mel,pantas Raka mencintaimu"aku bermonolog sendiri mengagumi kecantikan diriku.
Tak lupa jam tangan, tas dan terakhir sepatu flat shoes.
Tak selang berapa lama Fajar datang dan kami langsung saja ke kantor Pramana Bryan Group.
"Kamu semakin cantik saja Mel"Fajar memulai membuka obrolan.
"Makasih mas,oh ya mas Fajar gak punya cewek?"tanyaku dengan menoleh ke arah mas Fajar.
"Gak punya Mel,carikan dong temen kamu yang jomblo bisa kamu rekomendasikan padaku."kata Fajar dengan tersenyum.
"Memangnya mas Fajar mau sama kaum bawah seperti aku,mas Fajar kan kaum atas mas,kebanyakan kaum atas memilih kaum yang selevel dengannya"kataku serius.
"Kak David sangat mencintai kak Puput ya mas,kak Puput sungguh beruntung"imbuhku dengan mata yang fokus ke depan.
"Sangat Mel,dulu sebelumnya juga dengan mas David Reno,dia juga sangat mencintai kak Puput namun akhirnya berjodoh dengan mas David Bryan."ujar mas Fajar.
Ingin aku bertanya lebih tentang mas Raka dan juga para sahabatnya namun mobil sudah sampai di pelataran Pramana Bryan Group.
Aku memberikan satu bekal makan siang pada mas Fajar.
"Wah....Makasih ya Mel,kebetulan jadi ga ngeluarin uang buat beli makan siang,hahhahaha"mas Fajar pun meneriam bekal makan siang dariku.
"Sama sama mas"kataku lalu keluar dari mobil dan menuju ruangan mas Raka.
Tanpa mengetuk ku buka pintu ruangan mas Raka.
__ADS_1
Setelah melihat mas Raka aku pun berlarinkecil tanpa memandangi sekelilingku.
Langsung saja ku peluk mas Raka yang sedang mengamati laptop dengan agak mencondongkan tubuhnya.
"Aku kangen mas,baru tadi pagi pisah namun rasanya seperti berabad abad,jam juga gitu lama sekali muternya sampe sampe ingin ku putar sendiri"kataku yang semakin menenggelamkan wajahku di bidang datar mas Raka.
Raka pun mencubit pipiku lalu mengecup pucuk kepalaku.
Dia pun melepas pelukanku lalu menggandengku.
Aku pun terkejut melihat mas Rangga yang duduk di sofa dengan memandangi kami dengan sendu.
Raka pun memperkenalkanku pada Rangaa,tentu aku pura pura tak tau dan aku berharap mas Rangga pun sama.
"Rangga"katanya dengan mengulurkan tangannya.
"Melati"aku pun menerima uluran tangannya.
Kami saling pandang sejenak,lalu aku membuang pandanganku.
Aku pun serba canggung,ingin rasanya aku pulang namun aku tak membawa motor.
Rangga pun seekali mencuri curi pandang ke arahku,untung mas Raka tidak curiga.
Mas Rangga membuka kehebingan diantara kita
"Istri anda sangat cantik sekali pak Raka"katanya yang membuat mas Raka memindahkan kefokusannya ke arah mas Rangga.
"Alhamdulillah pak Rangga selain cantik istri saya juga wanita yang hebat"ujar Raka yang membuat Rangga tersenyum kecut.
Obrolan kecil pun terjadi,hingga akhirnya Rangga undur diri dengan wajah yang sedih.
__ADS_1