
Tiba-tiba mama tiri Citra baik padanya, dia pun hendak mengoperasi kaki Citra supaya Citra bisa berjalan seperti semula.
"Mama dan Papa nggak bohong kan?" tanya Citra
"Tidak Citra, mana mungkin kami berbohong, kamu sadar sekarang kalau apa yang kamu lakukan padamu sungguh keterlaluan." kata mama tiri Citra
Citra pun bahagia karena ibu tirinya mau memeluk dirinya. Dari dulu dia tidak pernah dipeluk oleh mama tirinya.
Keesokannya Citra sudah berada di rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Setelah operasi ini hanya perlu beberapa kali terapi setelah itu Citra sudah sembuh asal rajin belajar berjalan kembali dan juga terapi.
Seperti biasa Fajar menjemput Citra namun kedua kakak tiri dengan sinis nya mengusir Fajar dari hadapan mereka
"Hey sopir lebih baik pergi dari rumah kami, atau kami memanggil satpam untuk mengusir mu" kata Viola salah satu dari mereka
"Eh lain kali nggak usah pakai mobil yang bukan mobil kamu, pasti mobil dengan lambang kuda jingkrak ini milik majikan mu kan?" imbuh Viona satunya lagi
Fajar hanya tersenyum sinis lalu masuk mobilnya
"Ganteng-ganteng kok sopir" ejek mereka berdua
__ADS_1
Fajar pun kesal, dia pun mengepalkan tangannya.
"Mulut kalian memang harus disumpal dengan sepatu supaya tidak gampang mengejek orang" gumam Fajar.
Fajar melajukan mobilnya dengan cepat, dia merasa kesal sekali karena hari ini dia tidak bertemu dengan Citra.
Saat sampai di kantor sikapnya berubah, Fajar yang terkenal ramah dan lemah lembut berubah menjadi dingin bahkan dia tidak menjawab sapaan para pegawai.
"Ada apa dengan pak Fajar?" tanya salah satu. i
Fajar yang mendengarnya pun menimpali
"Berani menghibah di belakang saya potong gaji" ancamnya
Dia mematung diambang pintu, melihat Fajar dari kejauhan.
"Ada apa dengannya" batin Raka
Setelah Fajar berjalan dan hilang di dalam lorong, Raka pun menuju ruangannya. Karena sedikit cemas dia pun mampir di ruangan Fajar.p
__ADS_1
Dia melihat Fajar yang duduk dengan memijat pelipisnya.
"Are you okay Jar" tanya Raka
Fajar pun tersentak lalu menurunkan tangan dari keningnya.
"Okay mas, aku hanya kesal saja" jawab Fajar
"Ada apa lagi sih Jar" tanya Raka heran karena nggak biasanya Fajar seperti ini
"Pertama hari ini aku nggak bertemu dengan Citra kedua kakak Citra menghinaku ganteng-ganteng kok sopir, ingin sekali aku menyumpal mulut mereka dengan sepatu." jawab Fajar yang terpancing dengan pertanyaan Raka sehingga dia menceritakan semua pada Raka
"Bisa disimpulkan kalau kamu sedang mengidap sindrom jatuh cinta yang stadium tiga yang sebentar lagi naik lagi menjadi stadium akut." kata Raka yang membuat Fajar semakin kesal
Raka pun tertawa melihat Fajar kesal, sungguh lucu sekali melihat adik bosnya ini.
"Semangat Jar, pepet trus sampai dapat. Aku yakin dia pun memiliki perasaan yang sama secara kamu kan ganteng" ledek Raka lalu keluar dari ruangan Fajar.
Kalian semua menyebalkan, awas kamu mas pasti ku balas." gumam Fajar lalu kembali ke meja kebesarannya
__ADS_1
Dia kini berkutat dengan pekerjaannya untuk mengalihkan kekesalannya begitu pula dengan Rak yang bersiap untuk mengecek berkas-berkas yang sudah menumpuk.
Saat membuka berkas kesekian Raka menemukan keganjalan, dia pun mengerutkan alisnya lalu menghubungi Fajar