Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Kritis


__ADS_3

Fajar yang mendapatkan berita kalau Raka kecelakaan pun bergegas ke rumah sakit.


Saat di rumah sakit sudah ada beberapa polisi berdiri di ruang ICU.


"Bagaimana keadaan pak Raka?" tanya Fajar dengan cemas


"Dokter masih menanganinya pak" jawab salah satu petugas satlantas tersebut.


"Kenapa bisa kecelakaan?" tanya Fajar lagi


"Menurut keterangan saksi, Pak Raka mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga mobil menabrak pembatas jalan dan terbalik. Mobil pak Raka kami ambil sebagai barang bukti" katanya menjelaskan.


Mendengar penjelasan dari Satlantas tersebut membuat Fajar sedih, terlihat raut wajah yang berubah.


"Kenapa jadi begini sih mas" gumam Fajar.


Fajar pun mondar-mandir menunggu dokter keluar, satu jam berlalu namun dokter masih belum keluar.


Lama menunggu terlihat lampu ICU mati tandanya pemeriksaan dokter sudah selesai.


"Bagaimana dok?" tanya Fajar


"Mohon maaf pak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun luka pak Raka sangat serius. Jika pak Raka bisa bertahan sungguh keajaiban dari Tuhan. Oh ya pak Raka selalu memanggil Mel, lebih baik jika orang tersebut dibawa kemari." jawab dokter

__ADS_1


Fajar sangat sedih, dia tidak mau jika hal buruk terjadi pada Raka.


"Tapi masih ada kemungkinan kan untuk sembuh?" tanya Fajar lagi.


"Keadaannya masih kritis pak, kita banyak-banyak berdoa saja supaya tidak terjadi apa-apa dengan pak Raka" jawab dokter


Sesaat kepergian dokter Fajar pun masuk ke dalam ruang ICU, keadaan Raka penuh luka di sekujur tubuhnya.


"Bertahan lah mas, demi anak istrimu" lirih Fajar.


Setelah melihat keadaan Raka, Fajar pun keluar dia mencoba menghubungiku namun nomorku di luar jangkauan.


"Brengsek nomernya nggak aktif lagi" Fajar pun berjalan keluar rumah sakit. Dia hendak ke rumah untuk mengabari aku.


Kurang dari satu jam, Fajar sudah sampai di rumah kami. Dia bergegas masuk tanpa salam.


Art yang tau kalau Fajar memanggil majikannya pun bertanya.


"Ada apa pak Fajar?"


"Tolong panggilkan nyonya kalian" jawabnya dengan memerintah.


Art pun langsung memanggilku di kamar. Tentu aku langsung keluar pasalnya Fajar nggak akan ke rumah jika tidak ada hal yang penting.

__ADS_1


"Ada apa mas?" tanyaku


"Mas Raka kritis Mel, cepat ikut aku" jawabnya


Aku melemas seketika sesaat mendengar berita dari mas Fajar, bagaimana mungkin dia kritis tadi pagi masih bicara denganku.


"Mel, buruan!" bentak Fajar.


Tanpa ganti baju, aku langsung saja ikut mas Fajar , selama perjalanan aku hanya menangis, walaupun tadi aku sempat cek cok dengan mas Raka namun aku tidak menginginkan hal ini.


Kini kami sudah ada di rumah sakit, aku mengekori mas Fajar, saat tiba di ruang ICU Fajar menyuruhku untuk masuk.


"Lihatlah keadaan suamimu" titah Fajar


Dengan langkah lemah aku pun masuk, kulihat orang yang aku cintai terbujur lemah dengan luka yang cukup banyak. Ntah alat apa saja yang menempel di tubuhnya.


"Mas, bangun mas. Apa kamu mau meninggalkan aku seperti Roy" lirihku dengan air mata yang terus saja menetes


Memang beberapa saat lalu aku menginginkan pisah namun bukan seperti ini.


Raka hanya membisu, aku yang tak kuasa melihatnya pun keluar.


Aku duduk dengan menangis, isakan ku membuat Fajar mendekat.

__ADS_1


"Sabar Mel, banyak-banyak berdoa supaya mas Raka selamat" ucap Fajar


Aku langsung saja memeluk mas Fajar, awalnya mas Fajar kikuk namun lama-lama dia membalas pelukanku.


__ADS_2