Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Mengantar ke kampus


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, keadaan Raka sudah pulih. bahkan dia sudah meminta hak nya padaku, dan sungguh luar biasa, semalaman aku dibuat tidak tidur bahkan pangkal pahaku sangat perih akibat keganasan benda tumpul miliknya.


Aku memekik kesakitan saat membuang air kecil, "perih sekali sih" gerutu ku sambil membasuh air dengan pelan.


Setelah mandi aku pun keluar kamar, untuk membantu memasak namun ada Bara yang sudah ada diruang tamu.


"Hey Bara, kamu tumben sekali pagi-pagi sudah kesini" kataku


"Aku ada perlu dengan Raka Mel" sahutnya


"Ada perlu dengan mas Raka atau mau minta sarapan" timpalku


" Kok negatif sekali se pikiran kamu Mel" ucapnya


Aku hanya tertawa melihatnya kesal, semenjak pertemuanku yang pertama, aku memang kesal dengan Bara.


*******


Di sisi lain, Fajar bersiap ke kantor. Dia pun pamit dengan ibu dan ayahnya serta kakak dan kakak iparnya.


Saat di jalan tanpa sengaja dia melihat Citra sedang berjalan. Fajar pun berhenti lalu keluar mobilnya.


"Citra" panggilnya

__ADS_1


"Mas Fajar" sahut Citra


"Kamu kok jalan? memangnya kamu nggak diantar sopir?" tanya Fajar.


"Kedua saudara tiri ku menurunkan aku di jalan mas, aku menunggu taxi atau angkot lewat namun belum ketemu jadi aku coba berjalan " jawabnya.


"Bagaimana kalau bareng aku saja" Fajar mencoba memberi tumpangan.


Awalnya Citra menolak namun Fajar sedikit memaksa dan akhirnya dia mau.


Lima belas menit kemudian sampailah mereka di kampus Citra.


Citra adalah mahasiswa semester lima, dia menggeluti management bisnis. Sesuai rencana ayahnya dulu kalau dialah yang suatu saat meneruskan perusahaan ayahnya.


"Makasih ya mas" kata Citra dengan tersenyum


"sama-sama" sahut Fajar


Fajar pun turun untuk membantu Citra membuka pintu, saat mobil mewahnya masuk halaman kampus banyak mata yang menatapnya. Apalagi saat Fajar keluar para gadis-gadis pun memandangi Fajar dengan kagum karena Fajar tampan sekali.


"Lihatlah lelaki itu, tampan sekali" kata salah satu gadis yang berada di halaman kampus.


"Iya, andaikan dia cowok aku pasti sudah aku laminating" sahut temannya.

__ADS_1


Fajar pun membantu Citra untuk menaiki tangga yang berada di depan kampusnya. Hingga tak sengaja bertemu dengan kedua kakak tirinya


Fajar pun pamit untuk pergi ke kantornya. Dengan kharisma yang dia miliki dia menarik perhatian para gadis, bahkan ada yang langsung jatuh cinta padanya.


Dalam mobilnya Fajar senyam-senyum sendiri, pikirannya selalu ke Citra. Dia pun menggeleng-gelengkan kepala lalu kembali fokus menyetir.


******


Raka yang baru selesai mandi pun keluar untuk menemui Bara yang sudah menunggu di ruang tamu.


"Bagaimana bro kondisi kamu?" tanya Bara


"Baik bro" jawab Raka.


Banyak hal yang ingin Bara tanyakan pada Raka, terkait pengembangan bisnisnya.


"Hal yang harus kamu lakukan adalah memikirkan tempat Bara, kamu harus memiliki pabrik sendiri"kata Raka


"Memang benar bro, untuk itu hari ini rencananya aku ingin mencari tempat untuk memulai bisnisku" sahut Bara


"Aku memiliki banyak referensi, nanti aku akan mengajakmu kesana" timpal Raka.


"Terima kasih bro, untung aku memiliki sahabat seperti kamu" ucap Bara dengan tersenyum

__ADS_1


__ADS_2