
Aku dan Raka keluar barengan dari kamar yang berbeda,kami menuju meja makan,kami menarik kursi masing masing.
Raka pun mengerutkan alisnya pasalnya heran dengan sarapannya,
"Ini apa Mel??"tanya Raka heran dengan sesuatu yang dibungkus kertas minyak yang tersaji di meja makan.
"Itu nasi pecel mas,tadi aku beli di pasar"jawabku lalu membuka bungkusan tersebut.
"Makasih Mel"ucap Raka karena aku membukakan bungkusan nasinya.
"Jadi kamu ke pasar sendiri Mel???kenapa nggak ngajak aku?kalau kamu diculik gimana???"Tanya Raka dengan berbagai pertanyaan.
Mendengar pertanyaannya kau pun kesal,ingin rasanya ku kareti mulut mas Raka ini.
"Baiklah akan aku jelaskan mas,kenapa aku pergi ke pasar karena di kulkas tidak ada bahan sayur,ikan,daging dan lain lain,adanya hanya makanan instant,iya betul aku ke pasar sendiri karena suamiku begitu amat sangat mencintai gulingnya dia tidak ingin berpisah dengan gulingnya daripada harus mengantar istrinya ke pasar,lagipula siapa yang menculik aku,mereka akan mikir mikir dulu sebelum menculik istri Raka Sanjaya"jawabku panjang kali lebar.
Mendengar jawabanku Raka pun terkekeh,
"Iya iya Mel,maaf....Ya udah besok aku akan mengantar kamu untuk pergi ke pasar"ujar Raka sambil memasukan makanan ke mulutnya.
__ADS_1
"Boleh mas namun ada nggak mau kamu mengantar aku dengan mobilmu,masa iya ke pasar aja pake luxury car kan aku malu mas,pasti kita dilihatin orang orang"kataku yang membuat Raka tersedak.
Uhuk.....Uhuk....
"Minum dulu mas,mangkanya hati hati dong mas,pelan pelan makannya kalau kurang ni ada nasiku"kataku dengan menepuk punggung mas Raka.
"Ni aja gak habis porsinya banyak sekali,ni porsinya pekerja berat,memangnya kenapa kamu harus malu,kamu tu aneh ketika yang lainnya bangga bisa baik mobil mewah namun kamu malah malu"heran Raka.
"Pokoknya aku malu aja mas"timpalku dengan memasukan makanan ke mulutku.
"Ya sudah nanti aku beli mobil yang biasa supaya kamu gak malu lagi"kata Raka lagi.
Raka pun tertawa terbahak bahak,mendengar kata kataku membuatnya geli.
"Tapi aku gak pernah bawa motor Mel,lagipula aku gak punya sim C,kalau kena tilang gimana??"kekeh Raka.
"Ya sudah kalo gitu,kamu aku bonceng mas,jadi kamu yang meluk aku dari belakang,wah...."
aku membayangkan lagi sambil senyum senyum sendiri.
__ADS_1
Raka yang gemas pun mengacak acak rambutku lalu beranjak dari kursinya.
"Tau ah,aku mau berangkat Mel,ni udah telat"katanya lalu menuju pintu.
Aku pun mengekor mas Raka,ku bukakan pintu lalu ku cium punggung tangannya.
Melihatku mencium punggung tangannya membuat Raka tersenyum lalu mencium keningku.
Raka pun keluar lalu aku menutup pintu.
Sepanjang lorong menuju parkiran Raka senyum senyum sendiri,mengingat kegiatab panasnya semalam.
"Terima kasih Mel,sudah mau mendampingi aku.Semoga dengan hadirmu membuatku melupakan Puput"batin Raka
Dua puluh menit kemudian mobil sudah sampai di gedung Pramana Bryan Group.
Dengan coolnya Raka masuk gedung tersebut.
Saat menginjakan kaki di loby Raka terkejut dengan para rekannya yang sudah menunggu.
__ADS_1
Raka pun mengajak mereka berpindah ke ruangannya.