Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Jangan seperti hantu yang terus menghantuiku


__ADS_3

Acara debat kini berganti dengan takjubnya sunset di Samudra Hindia,view kamar yang menghadap salah satu lautan terbesar di dunia.


Aku memandangi laut indah dari jendela di kamar kami,di depan kami tersuguh pemandangan yang sangat luar biasa indah,sejauh mata memandang aku melihat warna laut yang biru di terpa sinar mentari yang jingga,sungguh perpaduan warna yang kontras.Mulutku pun tak berhenti mengucap syukur kepada Tuhan yang maha kuasa karena menciptakan suatu keindahan seperti ini.


Mas Raka pun memelukku dari belakang,


"Terima kasih Mel,sudah hadir dalam hidupku membantuku keluar dari cinta sepihak yang membelengguku."batin Raka.


"Terima kasih mas,telah hadir dalam hidupku,membantuku menyembukan luka masa yang selalu hadir dalam mimpiku.


Dari sekian senja,senja ini lah yang terbaik dalam hidup dengan adanya kamu"batinku dengan tersenyum.


Puas menikmati warna jingga di cakrawala kami pun membersihkan diri.


Kamar kami dihias dengan aneka bunga mawar dan putih.


Mawar merah yang artinya cinta kasih dan putih melambangkan kesucian karena kami sepasang pengantin baru,jadi lebih cenderung ke virginity.


Aku sudah siap dengan celana jeans dengan motof sobek sobek dikit, aku memadukannya dengan kaos polos warna putih.


Tak lupa sepatu snekers,jam tangan serta tas.


Raka memperhatikanku dengan saksama,aku yang sadar kalau Raka melihatku pun berkomentar


"Ada apa mas???,ada yang salah dengan diriku?"tanyaku heran.

__ADS_1


Raka menaruh tangannya di dagunya,seperti orang yang sedang berfikir.


"Tidak Mel,cuma aku perhatikan kamu sepertinya suka sekali dengan celana jeans."jawabnya dengan masih memandangiku.


Mendapat jawaban darinya membuatku terkekeh dan berucap


"Iya mas,aku nyaman saja memakai jeans soalnya bebas bergerak apalagi aku kemana mana pakai motor"


Raka pun hanya tersenyum dia tidak begitu mengjudge penampilanku.


Setelah siap kami menuju restoran yang menghadap ke samudra.


Tidak semua bisa makan di sini,kelihatannya hanya orang orang tertentu.


Kami memesan makanan yang sama yaitu ikan salmon.


Caviar adalah telur ikan sturgeon yang sudah diproses,sehingga bisa dicampur dengan bahan makanan lainnya.


Selain menu utama kami juga memesan hidangan pembuka dan penutup.


Setelah makanan datang kami menyantapnya.


Aku yang baru makan makanan seperti ini pun terkagum kagum akan rasanya.


"Mas ini makanan terenak yang pernah aku makan"bisikku pada mas Raka,karena aku tidak mau membuat malu mas Raka.

__ADS_1


Mas Raka hanya tersenyum,dia tampak menikmati makanannya.


Tak selang berapa lama Raka mendapat panggilan yang penting sehingga dia harus menjauh karena tidak ingin mengganggu penikmat makanan lainnya.


Saat mas Raka berlalu,seorang lelaki duduk di sampingku.


Ya siapa lagi kalau bukan Rangga.


"Mas Rangga"kataku agak lirih karena tak mau mengganggu pengunjung lainnya.


"Kita bertemu lagi ya Mel,kelihatannya kita masih berjodoh"katanya dengan keyakinan tingkat dewa.


Aku menghentikan makanku,lalu menghela nafas,


"Apa sih mas maumu,please pergilah sebelum mas Raka kembali dan tolong jangan jadi hantu yang terus menghantuiku."ucapku mengiba.


Rangga pun menyeringai"yang seharusnya pergi adalah Raka bukan aku Mel,sampai kapanpun kamu tetap milikku."ujarnya sambil memegang tanganku.


Karena fokus debat dengan mas Rangga aku tak menyadari kalau mas Raka sudah kembali untung mas Rangga sudah melepas tanganku.


"Kamu ingin bermain Rangga???mari kita bermain"batin Raka dengan tersenyum.


"Halo pak Rangga tak ku sangka kita bertemu disini,bukankah anda yang seharusnya memantau proyek kita, kenapa bisa ke Bali???"tanya Raka dengan tersenyum.


Rangga agak kikuk menjawab pertanyaan Raka,

__ADS_1


"Saya ingin bertemu klien pak Raka,kebetulan dia akan datang kesini,tadi tak sengaja melihat nona Melati jadi saya menghampirinya."Jawab Rangga.


__ADS_2