
Setelah menjatuhkanku di ranjang mas Raka memegang kedua tanganku.
"Jadi aku pekok?kalau begitu lihatlah kepekokanku"ucap Raka kesal.
Raka pun melahap bibirku,kami pun menikamati ciuman kami.Setelah puas kami pun menyudahinya.
"Mel,boleh aku memintanya sekarang???"tanya Raka dengan menatapku lekat.
Aku sedikit gugup,aku hanya merespon pertanyaan mas Raka dengan mengangguk.
Mas Raka pun menciumi leherku,karena aku tak kuat geli lalu akupun tertawa.
Mas Raka pun salah paham,dikiranya aku menertawainya.
"Maaf Mel,ini pengalaman pertama aku.
Maaf kalau permainanku malah menggelikan"katanya nanar.
"Maaf mas,bukan begitu aku memang gak betah geli pas mas Raka cium leher,aku kegelian."ujarku lalu memandangnya.
Kita tidur aja ya Mel,kan masih banyak waktu untuk melakukannya"mas Raka pun tidur membelakangiku.
"Baiklah baiklah biar aku yang bekerja,kali ini turunkan harga dirimu Mel,suamimu lagi ngambek"batinku lalu melepas pakaianku.
Kupeluk mas Raka dari belakang.
ku lepesi kancing bajunya satu persatu,mas Raka memegang tanganku dan bertanya
"Mau apa Mel???"tanyanya lalu membalikan badan.
"Mau kondangan mas,yuk lepas baju"jawabku asal,geram dengan mas Raka yang super pekok.
Aku pun membuang selimut yang aku buat menutupi tubuhku.
__ADS_1
Melihatku polos mas Raka pun menelan slavinanya.
Aku pun melucuti pakaiannya.
"Sudah sudah biar aku lepasi sendiri"tolak mas Raka saat aku hendak melepas celananya.
Setelah sama sama polos aku pun berbaring
"Dah selesaikan tugasmu biar kita cepat tidur"kataku dengan menarik mas Raka.
Tangan mas Raka pun menjamah dadaku sedangkan bibirnya melahap bibirku.
Aku pun mulai mendesah penuh nikmat.
Aku membuka lebar lebar pangkal pahaku supaya dengan mudah mas Raka masuk.
Aku pun mencengkeram sprei,sakit sekali rasanya saat benda tumpul mas Raka masuk dalam sarangnya.
"Sakit mas"lirihku.
Aku menikmati permainan mas Raka,
"Mel,aku akan sampai Mel"lirihnya lalu tubuhnya menegang.
Kurasakan cairan hangat di dalam pangkal pahaku.
Dia pun merebahkan tubuhku di sampingku namun sebelumnya dia menambah suhu ruangan karena tubuhnya berkeringat.
"Makasih ya Mel"kata mas Raka lalu mengecup keningku.
Aku hanya mengangguk dan memeluknya.
"Kelihatannya aku yang harus aktif,dasar mas Raka pekok"batinku sambil tertawa.
__ADS_1
"Mel,itu kamu masih sakit???"tanyanya cemas.
"Masih mas,lama lama pasti sembuh sendiri"jawabku dengan tersenyum.
"Kalau masih sakit kita beri jarak dulu gituannya,biar sembuh dulu.
Kita bisa melakukannya seminggu lagi"ujar mas Raka yang membuatku terkejut.
"Kalau jaraknya terlalu jauh,malah gak sembuh sembuh mas,harus gituan tiap hari biar terbiasa dan gak sakit lagi"timpalku.
"Kamu ketagihan ya!!Raka pun terkekeh.
"Iya,enak soale"aku pun asal ngomong karena kesal dengan mas Raka.
Raka pun tertawa lalu mengambil minum.
"Besok aku ke kantor Mel,untuk rapat dengan David Bryan dan lainnya."Raka menyandarkan kepalanya di sandaran ranjang.
"Iya mas,aku akan tunggu mas Raka di rumah,nanti misal boring aku boleh keluar kan??"tanyaku.
Raka pun menatapku,seolah melarangku untuk keluar.
Melihat tatapannya membuatku tertawa
"Iya iya mas,aku gak akan keluar"kataku lalu beranjak.
Namun mas Raka menarik tanganku.
"Lagi yuk Mel"ajaknya.
Setelah ronde kedua,kami pun diam sejenak.
Sebenarnya aku sangat menyesal Mel telah menikah....
__ADS_1
Mendengar kata kata mas Raka aku pun berkaca kaca
"Brengsek kamu mas,setelah mendapat apa yang kamu mau sekarang kamu menyesal.....