Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Hukuman buat Melly.


__ADS_3

Setelah mendapatkan kepuasannya Raka dan aku kembali ke kamar dimana Melly menyekapku tadi.


Raka yang sangat marah dengan Melly menyuruh Rangga dan Fajar membawa anak buah mereka terlebih dahulu dan meninggalkan Melly.


"Apa yang ingin kamu lakukan mas???"tanyaku dengan menatap mas Raka.


Raka tak menjawab kata kataku,dia hanya mengkodeku supaya diam dan tak banyak bicara.


Dia menyuruh anak buahnya untuk mengikat tangan Melly.


Sontak Melly pun meronta


"Apa yang kamu lakukan Raka??"teriaknya dengan meronta ronta.


"Aku hanya melakukan apa yang telah lakukan pada istriku maupun diriku."jawab Raka dengan tersenyum sinis.


Setelah mengikat Melly,Raka meminta anak buahnya lagi untuk meminumkan teh yang tadi diminumkan padanya.


Raka menyuruh ketiga anak buahnya untuk tetap tinggal.


"Sebentar lagi dia akan menggeliat penuh hasrat.


Terserah kalian,ingin membantunya untuk meredam hasratnya atau tidak.Kalau menurut aku jangan disia siakan mumpung ada servisan gratis"kata Raka dengan menatap Melly dengan tajam.


"Brengsek kamu Raka,lepaskan aku"teriaknya lalu meronta ronta.


Raka hanya tersenyum sinis.


"Yang brengsek dan biadap itu aku atau kamu,kelakuanmu sungguh di luar batas nalar manusia,apa yang kamu lakukan lebih rendah dari seekor hewan,bagaimana bisa wanita berpendidikan sepertimu memiliki jiwa iblis, perlu kamu ingat,bersikaplah lebih terhormat dengan begitu banyak lelaki baik yang akan mencintaimu."kata Raka panjang kali lebar lalu keluar kamar.


Setelah di luar kamar,Raka pun memelukku,

__ADS_1


"Maafkan aku Mel,gara gara aku mereka menyakitimu,maafkan aku juga memintamu melayaniku di saat seperti ini"katanya lalu mengecup keningku.


"Iya mas, ini bukan salahmu,tapi si Melly itu memang biadap,oh ya setelah dirumah langsung cuci mulutmu dengan detergen supaya bekas Melly hilang."kataku dengan mengeratkan pelukan Raka.


********


Sesampainya dirumah,kami berdua membersihkan diri.


Aku menyodorkan sebungkus detergen pada mas Raka.


"Cuci sampai bersih mas,jangan sampai bekas Melly ada yang tertinggal."kataku lalu menggosokan sabun di tubuhku.


"Kamu kira mulutku pakaian kotor Mel,sehingga harus di cuci dengan deterjen."gerutu Raka.


"Iya, bahkan lebih kotor dadi pakaian kotor"sautku.


Setelah selesai mandi,kami memesan makanan by online.


aku yang sudah sangat lapar melahap makananku,sebentar saja sudah habis.


"Mas,aku kok masih lapar ya?"kataku dengan menatap mas Raka.


"Tumben Mel,makanmu banyak sekali"saut Raka lalu mendekatkan makanannya padaku.


"Aku bantu menghabiskan ya mas"timpalku lalu ikut memakan makanan Raka.


"Kalau kurang aku pesankan lagi Mel"ucap Raka lalu meletakkan sendoknya pasalnya dia sudah kenyang.


"Tidak mas,ini sudah cukup"kataku dengan memasukan makanan ke dalam mulutku.


Setelah makan kami memutuskan untuk tidur karena kami berdua sangat lelah.

__ADS_1


Dengan saling peluk kami pun menuju alam mimpi masing masing.


Pada pukul satu lewat lima belas menit aku terbangun dari tidurku karena perutku lapar lagi.


"Aku kok ingin makan lagi ya"gumanku lalu beranjak menuju dapur.


Saat di dapur aku membuka kulkas namun makanan di kulkas tidak menggugah seleraku.


Dengan kecewa aku kembali ke kamar.


"Mas, mas bangun dong mas!aku lapar ni mas,kita beli makan yuk mas"kataku sambil menggoyang tubuh mas Raka.


"Mel,ini jam berapa??para pedagang sudah pada tutup Mel!"kata Raka lalu menarik selimutnya.


"Tapi aku lapar sekali mas??ayo dong mas antar aku beli makanan"kataku mengiba dengan mas Raka.


Dengan malas Raka pun bangun


"Kamu tadi kan udah makan banyak sekali,kenapa sekarang udah lapar lagi??mangkanya minum obat cacing enam bulan sekali biar ga cacingan."ujar Raka yang membuatku geram.


"Kecil kecil gini aku sehat,mana mungkin aku cacingan"sungutku tak terima kalau Raka mengataiku cacingan.


"Iya iya, maaf!dasar cerewet"ejek Raka lalu keluar kamar.


Masih dengan celana kolornya Raka keluar apartemen.


Kami berkeliling mencari pedagang yang masih buka.


Satu jam muter muter akhirnya bertemu dengan penjual makanan.


"Akhirnya ketemu juga penjual makanan yang masih buka"gumam Raka lalu kelaur mobil.

__ADS_1


__ADS_2