Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Raka Sanjaya atau Raka lainnya???


__ADS_3

Dengan sisa tenaga yang dimiliki Raka pun membogem wajah preman tersebut membabi buta.


Setelah preman tak berdaya Raka pun duduk lalu mencabut pisau yang tertancap di perutnya.


Aku pun menangis melihatnya,akhirnya Raka ambruk di pangkuanku.


Akupun berteriak sekeras mungkin.


Tiba tiba ada seseorang yang berteriak


"Mas Raka...."


Orang itu adalah pak cakep wakil CEO Pramana Bryan Group.


Aku pun bingung kenapa mas cakep kenal wakil CEO Pramana Bryan Gruop.


"Hey nona cepat bantu aku,aku harus membawa mas Raka ke rumah sakit."bentaknya dengan panik.


Aku pun membantu pak cakep untuk membopong Raka.


Aku pun ikut ke rumah sakit,


Fajar pun sangat khawatir dengan keadaan Raka,bahkan dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan maksimal.


Aku bingung membagi otakku,otak lainnya mikir keadaan mas cakep sedangkan otak lainnya mencerna kata kata pak cakep karena dia memanggil mas cakep dengan panggilan mas Raka.


Apakah dia Raka sanjaya???ataukah Raka lainnya???kepalaku rasanya pecah.


air mataku pun lolos begitu saja.


Tak lama mobil memasuki pelataran rumah sakit,pak cakep memarkir mobilnya sembarang.


Lalu keluar dan memanggil perawat.


Setelah itu mas cakep dibawa ke ruang ICU,

__ADS_1


dokter pun turun tangan,


"Lakukan yang terbaik untuk kaka saya dok,"tenang pak kami akan lakukan yang terbaik."kata dokter lalu masuk dalam ruang ICU.


Aku duduk di kursi tunggu dengan mulut yang terkunci namun otakku berkelana kemana mana,ketakutan yang over membuat keringat dingin keluar.


Fajar pun mendatangiku lalu mencengkeram lenganku.


"Kenapa mas Raka bisa tertusuk???"tanya Fajar dengan marah.


Belum sempat aku menjawab,ponsel Pak cakep berbunyi.


"Kepergian pak Raka ditunda,karena beliau sekarang dirumah sakit,oh ya tadi di taman jalan xxx ada dua orang preman tergeletak kalian bersihkan mereka."kata Fajar yang membuat bulu kuduku berdiri.


"Dibersihkan???"batinku yang semakin ketakutan.


"Jawab"tiba tiba pak cakep membentakku.


Otakku tak berfikir jernih karena rasa takutku,aku hanya diam dan menangis.


"Jawab nona,kau ini punya telinga atau tidak??"


bentak Fajar lagi.


Dengan ketakutan aku menjawab pertanyaan pak cakep,


"Saat kami mengobrol ada preman yang menghampiri kami untuk mengambil uang ini,akhirnya kami melawan mereka,kami kira preman tersebut tak sadarkan diri namun saat kami lengah preman tersebut menusuk mas cakep"penjelasanku dengan menunduk karena tak berani memandang wajah pak cakep.


Dokter pun keluar,luka tusuknya sangat dalam sehingga pasien mengeluarkan banyak darah,kami sudah menghabiskan tiga kantong darah namun masih kurang,bisakah kalian mencari donor darah untuk pasien???karena stok darah kami habis"kata dokter tersebut.


Fajar pun marah,"Kenapa bisa rumah sakit sebesar ini kekurangan stok darah,kalian bisa bekerja atau tidak???,akan ku cabut ijin rumah sakit ini"


Dokter pun terdiam,


"Jadi apa golongan darah mas Raka?"tanyanya.

__ADS_1


"B,pak" jawab dokter singkat.


Fajar pun menghubingi anak buahnya untuk mencarikan darah golongan B.


Aku yang baru sadar kalau golongan darahku juga B pun angkat bicara.


"Ambil darah saya dok,golongan darah saya juga B."kataku lalu berdiri menghampiri dokter.


Dokter pun membawaku masuk untuk diambil darahku.


Tiga jam berlalu,tim dokter sudah melakukan yang terbaik namun kondisi Raka masih kritis.


Bahkan dia masih belum di pindahkan dari ruang ICU.


Fajar pun mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang.


"Maaf mas David,kelihatannya mas Raka tak bisa berangkat,saat ini mas Raka kritis dirumah sakit"kata Fajar dengan sedih.


Dibelahan Bumi lainnya,


David Bryan,David Reno,Victor dan juga Chris berkumpul,rencananya besok mereka akan mengadakan rapat besar.


Mendengar kabar dari Fajar,David pun kelihatan shock.


lalu dia mematikan sambungan telponnya.


David Reno yang penasaran akan perubahan David Bryan pun bertanya.


"Ada apa Bryan???"tanya David Reno.


"Raka kritis Reno"jawab David Bryan dengan wajah cemas.


David Reno,Chris dan juga Victor pun kaget,


Mereka semua pun barengan menimpali kata kata David Bryan

__ADS_1


"Kenapa???"


__ADS_2