Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Tak ingin membagi masa laluku.


__ADS_3

Aku dan mas Raka sama sama tak bersuara,kami kalut dalam pikiran masing masing.


Saat fokus melihat lampu jalanan,mas Raka pun mengagetkanku dengan pertanyaannya.


"Ceritakan tentang mantanmu Mel?"tanyanya dengan pandangan yang masih fokus ke depan.


Aku pun bingung,keringat dingin pun keluar.


Hubunganku dengan mas Raka sudah banyak kemajuan,tentu aku tak ingin jika masa laluku menjadi retaknya hubunganku.


"Ada apa kamu bertanya dengan masa laluku mas??"aku pun menjawab pertanyaan Raka dengan pertanyaan balik.


"Jawab saja Mel"ucapnya dengan menoleh padaku.


Aku menghela nafas panjang,aku pun memiringkan tubuhku dan menatapnya.


"Mas Raka,aku tak ingin membuka luka lama,bagiku masa lalu biarlah untuk diriku,bukan aku tak mau berbagi denganmu namun aku takut kalau semua itu akan menyakitimu"jawabku


Raka pun menepikan mobilnya lalu menatapku.


"Kalau kamu tak membaginya denganku,apa kamu tidak takut akan menjadi salah paham diantara kita???"tanyanya lagi yang membuat aku tersentak.


Aku pun terdiam,Raka pun kembali melajukan mobilnya.


Hingga sampai di apartemen aku masih terdiam.


"Mel....Mel,kita udah sampai"Raka pun mengguncang tubuhku.


Aku pun tersadar lalu keluar mobil.

__ADS_1


"Ya sudah kalau tidak ingin berbagi Mel"kata Raka dengan terkekeh lalu mengapit kepalaku dengan ketiaknya.


"Massss Raaka"bau ni ketiak mas Raka,belum mandi juga"gerutuku dengan menutup hidungku.


Setelah sampai di unit kami,kami pun membersihkan diri.


Mas Raka duduk.di sofa dengan memainkan ponselnya.


"Mas"panggilku lalu mendekatkan diri dengan mas Raka.


"Ada apa Mel???"tanyanya lalu meletakkan ponselnya.


"Terkait bahasan kita di mobil mas,maaf bukannya aku tak mau berbagi,hubungan kita sekarang sudah banyak kemajuan.Aku tak mau kalau aku bercerita, kamu sakit hati dan akhirnya retaklah hubungan kita.


Aku sangat mencintaimu mas,bahkan kalau masa laluku datang lagi,aku tetap milikmu tak ada niatan sedikitpun untuk kembali ke masa lalu.


Yang kucari bukan masa laluku mas namun masa depan bersamamu."kataku dengan menatap sembarang.


Dia pun mengecup pucuk kepalaku.


"Terima kasih Mel,aku pun lega sekarang"batin Raka.


Setelah puas kami pun menyudahinya.


"Mel,besok kalau kamu mau aku bisa mentransfer uang lagi,kamu bisa menggunakannya untuk membantu orang orang yang membutuhkan.


Namun bagi baginya aku antar"ucap Raka yang membuat aku berbinar.


Langsung saja aku memeluknya,kucium pipinya berkali kali.

__ADS_1


"Jangan memancingku Mel,lihat yang bawah ni berdiri tegak"katanya yang membuat aku langsung menjatuhkan mataku ke bawah.


Benar saja kulihat sesuatu yang mengeras dalam celana mas Raka.


"Cepat sekali sih mas berdirinya padahal cuma cium pipi"gerutuku.


Tanpa pikir panjang,Raka melahap bibirku dan mengekplor isinya.


Puas dengan bibir, Raka berpindah ke leher dan meninggalkan jejak kepemilikannya.


Ini pertama kalinya dia meninggalkan jejak.


Permainanya sungguh berbeda dengan yang kemarin kemarin bahkan aku kewalahan mengimbangi keganasan mas Raka.


Ranjang pun menjadi tempat kami melepas hasrat,permainan yang panas dan ganas.


Erangan,rintihan serta jeritan kami memenuhi ruangan.


Tiga puluh menit bergelut akhirnya kami pun menyudahi aksi panas kami.


"Kamu puas pa belum Mel??"tanya Raka yang membuat aku terkekeh.


"Aku pelepasan dua kali mas,kalau kamu bagaimana??"aku menjawab pertanyaannya lalu mengajukan pertanyaan balik.


"Milik kamu sempit sekali Mel,rasanya nikmat banget,si dalam hangat sekali jadi enggan menyudahinya"kata Raka terkekeh.


Dia pun menggendongku ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Dan pertempuran pun terjadi lagi.

__ADS_1


Tak ku sangka nafsunya besar juga.


__ADS_2