Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Kembali bersama


__ADS_3

Saat menunggui Melati tiba tiba Fajar dapat panggilan dari klient,mau tak mau Fajar harus menemui klientnya.


"Maaf Rangga,bisakah nanti kamu antar Bunga kembali ke kantor?karena aku mendapat panggilan mendadak"kata Fajar dengan raut wajah yang sulit di artikan.


"Mas Fajar kok gitu,nanti Bunga dimasukan bagasi sama pak Rangga."saut Bunga dengan cemberut.


"Iya pak Fajar,saya akan mengantar Bunga ke kantor"Rangga menanggapi permintaan Fajar.


"Ndak ndak Bunga,mana mungkin pak Rangga setega itu,ya sudah mas Fajar pergi dulu"saut Fajar lalu keluar ruangan.


Bunga terlihat cemberut.


Aku yang melihatnya cemberut pun berusaha menghiburnya.


"Kalau cemberut terus hilang lo cantiknya dan akan cepat tua,kamu mau gitu wajahnya kelihatan tuaan kamu daripada kak Puput?"kataku dengan terkekeh.


"Tidak kak Melati"kata Bunga lalu tersenyum


"Nah gitu dong,terlihat cantik"timpalku dengan terkekeh.


*********


Di sisi lain terjadi obrolan serius antara mas Raka dan dokter yang menanganiku.


"Mengingat rahim nyonya Melati yang lemah saya memberi pilihan untuk anda,apakah anda menginginkan nyonya Melati hamil lagi setelah ini atau menunda kehamilannya hingga waktu tertentu.


Kalau anda menginginkan nyonya Melati hamil dalam waktu dekat,saya tidak perlu memberi kontrasepsi pada kalian,namun jika anda menundanya salah satu dari kalian harus memakai kontrasepsi."penjelasan dokter panjang kali lebar.

__ADS_1


"Ditunda saja dok,biar kandungannya kuat dulu,untuk kontrasepsinya,biarkan saya saja mengingat istri saya tidak tau kalau dia habis keguguran."kata Raka dengan tersenyum.


"Oh ya dok,selain memakai ****** apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah kehamilan."imbuh Raka dengan pertanyaannya.


Dokter pun menjelaskan


"Selain memakai ****** bapak bisa juga ejakulasi luar,banyak pasangan yang melakukan kontrasepsi ini berhasil.


Yang kedua yaitu Vasektomi,ini tentu tidak cocok untuk anda karena Vasektomi hanya untuk orang yang sudah tidak menginginkan keturunan alias orang yang sudah berumur.


Yang ketiga yaitu suntik hormon,tujuan dari penyuntikan hormon ini untuk mengurangi kadar hormon testosteron sehingga mengurangu resiko kehamilan,penyuntikan dilakukan delapan minggu sekali."jawab dokter dengan penjelasannya yang panjang.


"Ya sudah dok,saya pilih suntik hormon,atur saja jadwal untuk suntik" saut Raka dengan tersenyum.


"Baiklah pak Raka dan ini resep untuk nyonya Melati,obat penghilang nyeri plus penguat kandungan."dokter pun memberikan resep obat pada Raka.


*******


Setelah Raka kembali, Rangga dan Bunga pun pamit untuk kembali ke kantor.


"Kak Melati,mas Raka,Bunga pamit dulu ya?pekerjaan masih banyak"kata Bunga lalu cupika cupiki denganku.


"Makasih ya Bunga,hati hati di jalan"kataku dengan tersenyum begitu pula dengan mas Raka.


"Aku balik dulu ya Mel,mas Raka"kata Rangga dengan tersenyum.


"Iya mas hati hati"sautku.

__ADS_1


"Iya hati hati"saut mas Raka.


Mereka pun berlalu.


Saat di dalam mobil keheningan terjadi antara mereka.


Pandangan Bunga tertuju ke luar jendela sedangkan mas Rangga fokus dengan menyetir.


"Bunga"panggilnya yang membuat Bunga menoleh ke arahnya.


"Iya"jawab Bunga singkat.


"Maafkan aku,karena kemarin kemarin bersikap tidak sopan padamu"kata Rangga dengan pandangan yang masih ke depan.


"Aku juga pak Rangga,maafkan aku"kata Bunga dengan menatapnya.


Rangga pun tersenyum,


Bunga yang melihatnya tersenyum pun ikut tersenyum


"Duhhh....Ternyata senyumnya manis banget"batin Bunga dengan memandangi pak Rangga.


Rangga yang mendapati Bunga memandanginya pun memanggilnya


"Bunga,hallo....Are u here??"kata Rangga dengan sesekali menatapku.


Bunga yang tersadar pun tersentak.

__ADS_1


"Iya mas,maaf"Bunga pun malu lalu menunduk.


__ADS_2