
"Mas bangun dong mas"aku pun menggoyang goyang tubuh Raka yang masih terbungkus selimut.
Bukannya bangun mas Raka malah menarik selimutnya hingga menutupi kepalanya.
Aku yang geram pun berteriak kencang lalu manarik selimut mas Raka dan melemparkannya ke bawah.
Raka yang geram pun menggerutu
"Kamu apa apaan sih Mel!mau apa lagi??"tanya Raka sambil menggurutu lalu dia pun duduk.
"Aku lapar lagi mas"jawabku dengan menatapnya.
"Astaga Mel,bukankah beberapa jam yang lalu kamu makan nasi goreng satu setengah porsi dan sekarang sudah lapar lagi"kata Raka dengan heran.
"Iya ni mas,lapar banget aku"ucapku dengan sedikit meringis.
"Kamu kan bisa masak sih Mel"saut Raka lalu kembali mau tidur namun aku menariknya
"Aku pengen makan yang manis manis mas"kataku memelas
"Di dapur kan ada gula,kamu makan gula saja kalau mau makan yang manis manis"timpal Raka lalu kembali rebahan.
"Maaasss Rakaaa!!!!!punya suami gini amat,istri lapar malah disuruh makan gula"teriakku dengan keras.
"Haduh....Melati,resek banget sih"gerutu Raka dengan menutup telinganya dengan bantal.
__ADS_1
Kami pun saling debat dan teriak,karena tidak sanggup lagi menahan laparku,aku pun keluar.Raka yang tau aku beranjak pun menyusul.
"Iya iya Mel,ayo cari makan"katanya yang sudah siap dengan kontak mobil di tangan.
Kami pergi menuju pasar tradisional.
Karena hanya pasar tradisional yang menyediakan makanan di pagi buta.
Saat di pasar,aku sungguh lapar mata,melihat banyaknya kue basah dan aneka bubur.
Tanpa perhitungan aku membeli banyak kue,tak tanggung tanggung aku membeli satu kresek besar.Mas Raka yang melihatku pun menggeleng gelengkan kepala.
"Kamu belinya banyak sekali Mel,memangnya kamu sanggup menghabiskan semuanya?"tanya Raka dengan tanda tanya besar.
"Habislah mas,kan kita makan berdua"jawabku dengan tersenyum.
"Gak apa apa mas,biar aku yang menghabiskan"sautku lalu melenggang menuju mobil meninggalkan mas Raka.
Saat di mobil aku langsung saja melahap kue kue ini,dalam sekejam aku habis lima buah,Raka yang melihatku terheran heran.
"Mel,kamu ini manusia apa jin??"ucap Raka dengan heran.
"Menurut mas Raka aku jin apa manusia???dah tau jawabannya kok nanya"sautku sambil menikmati kue yang aku beli.
"Makanmu dari kemarin super Mel,gak seperti biasanya"kata Raka yang membuatku berpikir.
__ADS_1
"Iya ya mas,kenapa makanku banyak sekali,kalau gini terus aku bisa gemuk"ucapku lalu menghentikan makanku.
"Gemuk gak papa Mel,malah enak,serasa meluk guling,apalagi kalau kebanjiran ga perlu pelampung"ejek Raka yang membuatku kesal.
"Kamu kok gitu sih mas"dengan bibir yang sudah maju ke depan.
Raka hanya tersenyum melihatku,
"Menggemaskan"batinnya lalu fokus ke jalanan.
Suasana hening pun terjadi,untuk menguraikannya,aku menyodorkan kue ke mulutnya.
Raka pun melahapnya.
Satu kue tandas,dia pun meminta lagi.
"Lagi Mel,kuenya enak"pintanya dengan tersenyum
Aku pun mengambilkan kue lagi,sebentar saja kue di tanganku habis.
Raka pun meminta lagi.
"Hemmm,gitu tadi katanya satu atau dua cukup,ni kok minta lagi"kataku dengan tertawa kecil.
"Ketularan kamu Mel"sanggahnya dengan tertawa.
__ADS_1
"Gak usah mengambinghitamkan aku,"aku pun menyuapi mas Raka lagi,dia pun meminta lagi dan lagi hingga mas Raka habis enam buah kue.
Beberapa menit kemudian,akhirnya kami sampai di apartemen.