
Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa,sejak kejadian waktu itu aku dan masa Raka semakin mesra.
Seminggu pun berlalu,Melly sudah tidak menampakan batang hidungnya namun aku masih cemas kalau sewaktu waktu dia mempunyai rencana jahat yang lebih ekstream mengingat dia sangat terobsesi dengan mas Raka.
Siang ini aku sudah siap mengantar bekal makan siang mas Raka,
Dalam perjalanan aku merasa aneh karena ini bukan jalan menuju kantor mas Raka.
"Pak kita mau kemana??bukankah Pramana Bryan Group berlawanan arah dengan jalan ini??aku pun mulai was was.
Kini mobil sudah memasuki sebuah rumah sederhana.
"Ini dimana???"tanyaku dengan sedikit berteriak
"Sudah,jangan banyak bertanya!cepatlah turun"hardik sopir taxi tersebut.
Dengan was was aku pun turun,supir taxi pu berlalu begitu saja,aku pun hendak pergi dari tempat ini namun dua pria menghadangku.
Perkelahian tak dapat terelakan,aku pun berjasil mengalahkan mereka namun tiba tiba ada yang membiusku sehingga aku pun pingsan.
Di sisi lain Raka yang menunggu makan siang dariku mulai cemas,pasalnya dari tadi aku tidak menerima panggilannya.
Sampai sore hari,tidak ada kabar dariku.
Raka yang sangat cemas,memutuskan untuk pulang cepat,daripada pikirannya kemana mana.
Saat hendak keluar dari ruangannya Raka menerima fotoku yang terikat di sebuah kursi.
__ADS_1
Tentu Raka sangat panik,dengan segera Raka menghubungi nomer yang digunakan untuk mengirim gambar.
Namun tidak ada jawaban.
Raka mondar mandir,
"Come on Raka,berfikirlah"gumamnya.
Setelah tau apa yang harus dilakukan Raka keluar,saat di lorong dia mendapatkan panggilan dari private number.
Dia menyuruh Raka untuk datang ke alamat xxx,dimana aku disekap.
Dan juga dia memberi warning kalau dilarang membawa teman ataupun lapor polisi.
Tak sengaja Rangga dan Fajar yang hendak keruangannya pun mendengar pembicaraan Raka,Rangga tak kalah panik dengan Raka.
"Iya Rangga"jawab Raka singkat.
Fajar pun memberikan pendapatnya,
"Kita tidak tau siapa dalang di balik penculikan Melati,kalau mas Raka kesana sendiri sama saja mas Raka menyeyorkan nyawa,bisa bisa kalian berdua malah celaka.Bagaimana kalau saya dan Rangga mengikuti mas Raka dari belakang tentu dengan membawa pengawal kita"kata Fajar.
"Aku juga sempat berfikiran begitu Jar,namun rasa cemasku membuntukan pikiranku."Saut Raka.
"Tenang mas tenang"kata Fajar.
"Ya sudah mas Raka berangkat dulu,kami akan menyusul,mana alamatnya."Fajar pun meminta alamat penyekapanku pada Raka.
__ADS_1
Dengan cemas Raka melajukan mobilnya menuju alamat xxxx.
Setelah setengah jam,Raka sudah sampai di alamat yang diberikan,dengan langkah cepat Raka pun masuk,saat hendak menyusuri ruangan Raka di hadang pria.
"Mana istriku"kata Raka dengan nada tinggi.
"Ikuti aku"jawab lelaki tersebut.
Lelaki tersebut membawa Raka ke kamar dimana aku disekap.
"Melati"teriaknya yang membuat aku juga berteriak
"Mas Raka"
"Siapa kalian,kenapa kalian menyekap istriku"tanya Raka dengan tangan mengepal.
Belum sempat menjawab,Raka langsung saja menghajar lelaki tersebut.
Melihat temannya dihajar oleh Raka,teman satunya memghampiriku dan menodongkan pistol padaku.
"Hentikan Raka atau nyawa istrimu melayang"ucap lelaki tersebut yang spontan membuat Raka menghentikan aksinya.
"Jangan sakiti istriku"teriak Raka.
Suasana hening sesaat,
tiba tiba ada seorang masuk.
__ADS_1
"Kamu"teriakku barengan dengan mas Raka.