Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Ide


__ADS_3

Fajar saat di kamarnya langsung saja membuang tubuhnya di tempat paling empuk sedunia.


Tangannya memijat pelipisnya seraya berucap


"Kenapa dia bisa datang kesini? akhirnya aku ketahuan sebelum menjalankan rencana ku" gumam Fajar.


"Sial" gumamnya.


Di sisi lain pak Wijaya dan pak Anton mengoceh dalam mobil, dia tidak menyangka kalau lelaki yang selalu bersama putrinya adalah adik dari David Bryan lebih parahnya lagi kemarin dia telah menghinanya kemarin.


"Bukan salahku jika aku menghinanya, salah sendiri dia berbohong dengan mengatakan kalau dia adalah seorang sopir" kara pak Wijaya


"Walaupun begitu jangan langsung menghinanya pak, selidiki dulu karena sekarang banyak kasus para pengusaha sukses justru berpura-pura menjadi miskin untuk mengetahui sifat asli lawannya. Kalau sudah begini kita bingung sendiri, siapa yang akan membantu kita" sahut pak Anton panjang kali lebar


"Aarrggg, dia sungguh brengsek awas kalau dia mendekati Citra, akan aku usir dia" ujar pak Wijaya


Tiba-tiba muncul ide brilian mampir di otak pak Anton


"Aku tau sekarang, kenapa kita nggak menggunakan Citra untuk membantu kita pak Wijaya" pak Anton mengeluarkan idenya


"Kamu benar juga Anton" sahut Wijaya


Mereka berdua pun mengobrol mengenai rencana mereka untuk membuat Fajar untuk mau bekerja sama dengannya.

__ADS_1


******


Citra adalah anak kandung pak Wijaya dengan mantan istrinya. Mereka bercerai karena pak Wijaya selingkuh dengan mama istrinya sekarang.


Dia sengaja mengambil Citra dari tangan mamanya, namun bukannya di urus mereka malah mengajak tiriskan Citra. Bahkan saat Citra kecelakaan mereka tidak benar-benar melakukan yang terbaik untuk pengobatan Citra padahal mereka memiliki perusahaan konsumsi yang masuk dalam urutan teratas.


Pak Wijaya lebih mencintai kedua kakak tirinya daripada Citra, bahkan dia tidak adil terhadap Citra.


Saat beberapa waktu kemudian pak Anton dan pak Wijaya sudah sampai di kediaman pak Wijaya, karena sudah malam pak Anton pun pamit untuk undur diri.


Di ruang tamu terlihat Bu Ratna istri pak Wijaya sedang menunggu suaminya.


Saat pak Wijaya masuk, Bu Ratna langsung saja menghampiri pak Wijaya


"David Bryan menolak kerjasama dengan kita ma" jawab pak Wijaya dengan lesu


"Kok bisa pa?" tanyanya lagi


"Semua gara-gara Fajar" jawab Pak Wijaya dengan kesal


"Fajar sopir itu? yang selalu pergi bersama Citra?" tanya Bu Ratna penuh penekanan


"Iya ma, ternyata dia adalah adik dari David Bryan wakil CEO dari Raka Sanjaya" jawab pak Wijaya

__ADS_1


Mama Citra pun membulatkan matanya, bahkan matanya hampir copot karena tak percaya.


"OMG pa, pasti dia sangat marah pada kita karena kita kemarin menghinanya" sahut Bu Ratna


Pak Wijaya pun hanyut dalam pikiran masing-masing karena hari sudah larut akhirnya mereka pun memutuskan untuk masuk kamar mereka.


*******


Aku dan mas juga bersiap untuk tidur namun sebelum tidur terjadilah obrolan antara kami


"Mas kalau proyek di luar pulau terealisasi kamu pasti akan sibuk di sana mas lalu bagaimana dengan aku mas?" tanyaku dengan mengeratkan pelukanku pada Raka.


"Sudah menjadi konsekuensi kita Mel, aku pun juga nggak mau jauh dari kalian tapi pekerjaan juga penting. Memangnya kamu mau aku pengangguran di rumah dan gak punya uang" jawab Raka


Aku pun menggelengkan kepala, dengan bibir yang maju ke depan.


Raka yang gemas pun mencubit bibirku, dengan berkata


"Semakin tertarik untuk menciumnya"


Aku pun tertawa lalu mendekatkan bibirku pada bibir Raka


"Silahkan tuan Raka Sanjaya"

__ADS_1


Tanpa basa basi Raka pun melahap bibirku dengan lembut namun berenergik. Kami pun menikmati malam kami dengan romantis.


__ADS_2