
Chris,David Bryan,Victor,Fajar juga David Reno berpindah ke ruangan Raka.
Chris dan David Reno saling tatap melihat pemandangan di leher Raka.
"Ganas juga istrimu Raka,sampai mengalihkan perhatianku"batin Chris dengan tersenyum kecil.
"Proyek kita kali ini adalah Mega proyek dimana perusahaan yang di bawah naungan David Reno dan juga perusahaan di bawah naunganku ikut andil dalam proyek ini,aku juga hendak menggandeng perusahaan konstruksi dari jepang,mungkin beberapa hari ke depan pimpinannya akan kesini langsung untuk bertemu denganmu Raka,selaku CEO Pramana Bryan Gruop"kata David yang membuat rekannya diam mendengarkan dengan serius.
"Apa kamu sudah berbicara dengan pemerintah Raka?"tanya David Reno
"Sudah,aku juga sudah berbicara dengan kepala negaranya langsung,beliau sangat setuju dengan begitu banyak orang yang akan dikerjakan di sana nantinya"jawab Raka.
"Apakah perusahaan Jepang yang kamu maksud adalah Mizuho construction corp Bryan???"tanya Victor.
"Exactly Victor"kata David sambil menunjuk Victor dengan bulpoin yang dipeganganya.
Setelah itu mereka mengajak meeting para petinggi perusahaan.
Tiga jam sudah akhirnya selesailah meeting mereka.
Sebelum mereka pulang terjadilah obrolan di ruangan Raka.
Chris yang paling mesum menimpali obrolan mereka sebelumnya
"Bagaimana malam pertamamu Raka,jangan jangan kamu tidak berani menyentuh istrimu"
Mendengar celetukan Chris semua pun tertawa
"Jangan gitu Chris apa kamu gak lihat tu lehernya,ternyata istrinya bar bar juga"saut David Reno yang membaut Raka kesal.
"Brengsek kalian semua,sudah sudah pulanglah para istri kalian pasti sudah menunggu"usir Raka karena kesal.
"Halah ngomong saja kalau kamu yang sudah gak tahan ingin ketemu Melati"timpal David Bryan.
__ADS_1
Mereka semua pun tertawa.
Karena capek membully Raka mereka pun pulang begitu juga dengan Raka.
Setelah sampai di apartemennya Raka menaruh jasnya di kasur dan menaruh sepatunya di rak sepatu.
Aku yang baru selesai mandi pun menghampiri mas Raka lalu mencium punggung tangannya.
"Mel besok besok lagi jangan buat tanda merah seperti ini ya???"kata Raka yang membuat aku sedikit kesal.
"Kenapa memangnya,kamu tak suka ya mas,tanda cinta dari aku"kataku dengan menatapnya.
"Ya malu Mel"kata Raka dengan mata yang juga menatapku.
Ntah mengapa rasanya hatiku agak sakit mendengar penuturannya.
Biasanya orang akan senang bila dapat tanda seperti itu namun mas Raka malah malu.
"Lo....Kamu kok marah sih Mel,"protes Raka.
"Males ngomong sama kamu mas,aku tau kita menikah belum ada cinta tapi aku berusaha membuka lebar lebar hati aku untuk kamu,bahkan saat ini mungkin aku sudah mulai cinta sama kamu namun kelihatannya kamu gak bisa cinta sama aku,"kataku dengan membelakangi Raka.
"Kamu kok ngomong gitu,kan kita sepakat untuk menumbuhkan cinta bersama"Raka pun menarik tanganku sehingga kita saling pandang.
"Namun kenyataannya bahkan tanda cinta dariku kamu gak suka,kamu malu"kataku dengan nada agak tinggi.
"Bagaimana kalau kamu yang aku beri tanda pasti kamu juga malu kan??"balas Raka dengan kesal.
"Ngapain harus malu"kataku ketus.
Raka mengusap rambutnya kasar,lalu duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
Aku yang masih marah pun keluar dan pergi ke balkon.
__ADS_1
Air mataku pun mulai menetes,
merenung apa yang seharusnya aku lakukan untuk bisa membuat Raka cinta padaku.
Bahkan aku sudah menurunkan harga diriku dalam memulai percintaan dengannya.
"Aaarrgggg"teriakku keras.
Puas menyendiri di balkon aku pun menyiapkan makan malam untuknya.
Aku yang masih malas bicara dengannya pun menulis memo dan aku tempel di kulkas.
Raka yang mulai haus dan lapar pun melangkahkan kaki menuju dapur,karena aku masuk kamar tanpa bicara apa apa.
"Apa apaan dia,nulis memo segala memangnya gak punya mulut"batin Raka dengan geram.
Raka pun mendatangiku yang sudah merebahkan diri di kasur
"Kamu apa apaan Mel,nulis memo dan ditempel di kulkas memangnya kamu gak punya mulut"kata Raka yang membuat aku semakin kesal.
Aku pun bangun dan menatapnya.
"Masih kesal aku sama mas Raka"kataku ketus lalu balik rebahan lagi.
Raka hanya diam dan kembali lagi ke dapur.
"Kamu tu bener bener deh mas,tau istri merajuk bukannya di hibur atau di goda malah di tinggal pergi,ok aku akan merajuk selamanya,awas kalau kamu lagi pengen,jangan harap aku mau memberi jatah padamu"gerutuku sambil meremas spre.
Puas menggerutu dan merutuki Raka membuatku lelah dan tertidur.
Raka pun masuk ke kamar lalu mencium keningku
"Maaf Mel belum bisa menjadi seperti yang kamu mau"gumamnya lalu tidur di sebelahku.
__ADS_1