Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Jangan pernah menanggung masalahmu sendiri


__ADS_3

"Lihatlah Mel, walaupun koma dia tidak mau kalau kamu aku rebut, jiwa posesifnya luar biasa" kata Rangga lalu memencet tombol supaya dokter segera datang ke ruang perawatan Raka.


Tak selang beberapa lama, rombongan dokter pun datang. Mereka memeriksa sesuai keahlian mereka masing-masing.


Seusai memeriksa mas Raka dokter pun berucap


"Maha besar Tuhan, kondisi pak Raka membaik bahkan dia sekarang sudah bangun dari komanya. Karena keadaannya masih lemah jangan mengajaknya mengobrol banyak"


Aku dan mas Rangga pun mengangguk lalu dokter pun pamit keluar.


"Mas Raka" panggilku dengan mendekat ke arahnya


Karena kondisinya yang masih lemah mas Raka hanya melengkungkan bibirnya sedikit.


"Alhamdulillah ya Rabb, engkau telah menyembuhkan mas Raka"


"Kamu harus berterima kasih kepadaku Mel, kalau bukan karena kata ajaibku pasti Raka masih koma" kata Rangga sambil terkekeh


"Jadi apa yang harus aku lakukan mas untuk membalas kebaikanmu?" tanyaku dengan mendekat ke arahnya.


"Kencan lah denganku" jawabnya


"Ngawur" ketus ku.


Rangga hanya terkekeh.


*******

__ADS_1


Hari demi hari kondisi mas Raka semakin membaik, bahkan kini dia bisa bercerita


"Aku kangen sama kamu Mel" katanya dengan raut wajah sedih


"Aku juga mas" sahutku


Aku pun memeluk mas Raka, sungguh aku pun merindukannya, hampir lima bulan aku tidak memeluk suamiku ini. Rasanya sungguh tersiksa setiap hari bertemu namun tidak bisa memeluk.


"Boleh aku minta sesuatu?" pintaku


"Apa Mel?" tanya Raka


"Jangan pernah menanggung masalahmu sendiri, mungkin niatnya kamu nggak ingin aku bersedih mas namun justru dengan menyembunyikannya dariku kamu telah membuat aku tak hanya bersedih namun tersiksa. Bahkan pernikahan kita hampir saja menjadi korban ketidak terus terangan mu. Dan lagi jika kamu kecewa padaku, ngomong lah sehingga kamu tidak terprovokasi omongan temanmu." jawab ku panjang kali lebar.


"Coba jika kemarin aku pergi meninggalkanmu mas" imbuh ku dengan raut wajah sedih


"Bingung dan takut dalam menghadapi masalah jelas bukan dirimu mas, Raka yang aku kenal adalah orang yang tenang dalam menghadapi masalah dan selalu punya jalan keluar atas masalahnya." sahutku dengan tersenyum.


Karena keadaan mas Raka yang semakin membaik, kemungkinan seminggu lagi mas Raka sudah boleh pulang.


Saat kami asik bercengkerama tiba-tiba datanglah Ratih dan orang tuanya.


"Kamu" kataku


"Selamat malam mba Melati dan mas Raka, kedatangan saya kesini untuk meminta maaf dan menjenguk mas Raka." katanya dengan tersenyum


"Bagaimana kabar kamu Ratih?" tanya Raka

__ADS_1


"Baik mas, kabar kamu sendiri bagaimana?" jawab dan tanya Ratih


"Baik juga, istriku merawat ku dengan baik sehingga aku cepat pulih" jawab Raka.


"Syukurlah" ucapnya lega


Aku telah menceritakan semua pada Raka kalau aku telah mengetahui pasal Ratih dan keluarganya.


Orang tua Ratih pun mengatakan kalau mereka tidak akan menuntut Raka atas kematian Rio, setelah mengobrol lama mereka pun mohon pamit.


Saat mereka keluar datanglah Fajar, dia membawa buah serta makanan untuk mas Raka.


"Nggak ada peluk-peluk Mel" bisik nya


"Siapa juga yang mau meluk kamu mas" bisik ku balik


"Apa yang kalian bisikan?" tanyanya


"Nggak apa-apa kok mas" jawabku


"Awas kalau kalian macam-macam" ancamnya


"Semacam saja cukup mas" sahut Fajar.


"Oh ya mas, mba Puput dan mas David Bryan dalam perjalanan ke mari, dia akan mengadakan rapat besar di Pramana Bryan Group tentu dengan Rangga juga mengingat perusahaannya mempunyai peranan penting dalam proyek kita" imbuh Fajar


Raka mengangguk dan tersenyum sedangkan aku sedikit gugup bertemu dengan Puput.

__ADS_1


__ADS_2