Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Disauti ombak


__ADS_3

"Maaf pak Rangga,bisakah anda mengambil tempat duduk yang lain untuk menunggu klien anda??bukannya saya mengusir,namun saat ini kami sedang berbulan madu dan kami hanya ingin menghabiskna waktu berdua saja,bisa di maklumi kan pak??"kata Raka yang membuat Rangga kesal.


"Aku tak akan memberi kamu celah sedikitpun Rangga,karena memang kamu sudah kelewat batas"imbuh Raka dalam hati.


"Senangnya kalian bisa berbulan madu,mungkin nanti jika calon istri saya kembali saya dapatkan,saya akan menyusul kalian"sindir Rangga yang tentu membuat Raka kesal.


"Kalau calon istri pak Rangga sudah bahagia dengan orang lain untuk apa pak Rangga masih mengejarnya,anda seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami"sindir Raka balik.


Rangga pun geram lalu menimpali Raka lagi.


"Siapa tahu dengan kegigihan saya mencari, jarum tersebut bisa ketemu pak Raka."katanya dengan tersenyum puas.


Raka pun tersenyum menyeringai,


"Bearti anda bodoh pak Rangga,menghabiskan waktu hanya untuk mencari sebuah jarum padahal anda bisa membeli yang baru"timpal Raka.


"Mungkin saya bodoh pak Raka bahkan gila namun yang saya perjuangkan sangatlah bearti dalam hidup saya"Rangga pun menimpali.


Merasa sia sia berdebat dengan orang yang keras kepala Raka berniat untuk mengakhirinya.


"Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk pak Rangga semoga sukses dengan pencarian yang sia sia dan saya juga akan menjaga milik saya,bahkan tak akan ku biarkan para pencuri untuk mengambilnya."ucap Raka.


Mendengar perdebatan mereka membuatku geram,ingin rasanya aku pergi dari tempat ini.

__ADS_1


Akhirnya Rangga pergi dengan mebawa sebongkah dongkol di hatinya.


Aku yang melihatnya pergi pun merasa kasian,


"Jangan rendahkan dirimu demi aku mas,kamu seorang yang berkuasa,tentu mudah bagimu untuk mendapatkan yang lain"batinku.


Raut wajahku pun mendung,Raka yang melihatku pun berkata


"Kamu Kenapa Mel,tiba tiba bersedih?jangan bilang kamu memikirkan Rangga."sindir Raka yang membuat aku tersentak.


"Untuk apa aku memikirkan mas Rangga mas"kataku.


Spontan aku menutup mulutku,sedangkan Raka tersenyum.


"Yup betul,habiskan makanannya setelah itu ayo kita kembali ke kamar,waktunya nyicil"timpal Raka dengan terkekeh.


"Iiihhh mas Raka mulai mesum,dulu aja malam pertama kikuk,hahaha"kataku sambil tertawa.


"Memangnya kamu gak?"Raka pun membuat aku malu.


"Iya sih mas sedikit,tapi kan kamu yang minum hampir satu botol gelas"aku pun terkekeh.


Mendengar ucapanku Raka lalu menarik tanganku,dia membawaku kembali ke kamar.

__ADS_1


Setelah ini aku buat kamu yang minum botol satu gelas.


Benar saja Raka membawaku keluar kamar kami,kebetulan disediakan bed di alam terbuka sambil mendengar ombak di malam hari.


"Mas kenapa di sini??"tanyaku heran.


"Sekali kali merasakan sensasi di alam terbuka"kekehnya.


Raka mulai melakukan aksinya,sensasinya sungguh luar biasa,bercinta di sauti dengan suara ombah.


Bahkan aku tertawa sendiri,sungguh menggelikan.


Setelah pelampiasannya mas Raka pun bertanya


"Apa yang membuatmu tertawa Mel?kamu menertawakanku ya??"


"Ihhh GR,siapa juga yang nertawai mas Raka,hanya lucu saja mas.


kita mengerang lalu disauti ombak"kataku yang membuat Raka bingung.


"Gimana sih Mel maksud kamu"tanyanya.


"Aaahhh....Byur,aahhhhh byur....Ahhhh byur,tau kan maksudnya mas?"jawabku lalu menekankan mas Raka.

__ADS_1


Raka pun mengacak rambutku tanpa menjawab penekananku.


__ADS_2