Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Tidak usah menunggu nanti malam


__ADS_3

Fajar pun menyiapkan segala keperluan untuk menikah dengan Citra.


Dia membebaskan semua aset keluarga Citra dan mengganti semua atas namanya dan Citra.


Seminggu sudah berlalu, persiapan pernikahan Citra dan Fajar sudah 99 persen tinggal acara Ijab Qabulnya besok.


"Aku harap kamu tidak mengingkari janji kamu Fajar" kata Pak Wijaya mengingatkan.


"Tidak, bapak boleh menghubungi pihak bank kalau tidak percaya" sahut Fajar yang mendapat senyuman dari Pak Wijaya dan Bu Ratna.


Citra pun bahagia akhirnya dia bisa menikah dengan Fajar orang yang dia cintai, walaupun baru seumur jagung namun cukuplah untuk membina rumah tangga bersama Fajar.


Berbeda dengan Citra, kedua kakak tirinya sangat tidak suka apalagi Citra mendapatkan Fajar, seorang wakil CEO perusahaan ternama.


"Mujur sekali nasibnya, padahal kita berdua jauh lebih dari dia" kata Sarah kakak tertua


"Iya, seharusnya kita yang dapat pemuda seperti Fajar bukan upik abu seperti Citra" sahut Vera kakak kedua


*******


Ibu dan ayah Fajar sudah bersiap di kediaman David Bryan, begitu pula dengan Tirta maupun Bunga tak ketinggalan Rangga pun ikut hadir.


Puput dan David Bryan hanya bisa menghadiri lewat Video Call, karena mereka baru saja kembali ke Amerika.

__ADS_1


Raka dan Melati pun akan jadi saksi Fajar juga.


Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, acara Ijab Qabulnya dilakukan di rumah Fajar.


Keluarga Fajar pun menyambut keluarga Citra dengan Ramat tamah, karena pernikahan Fajar dan Citra tidak di publish jadi hanya kedua belah pihak saja yang hadir.


Ibu dan ayah berbeda sekali dengan pak Wijaya serta istrinya, mereka kurang ramah.


"Akhirnya kita menjadi keluarga pak dan Bu" kata ibu Fajar ramah.


"Iya pak" sahut mama dan papa Citra barengan dengan sedikit senyum


Ibu Fajar yang tau sikap besannya pun berbisik


"Jar, mertua kamu angkuh ya, padahal tadi ibu mau ngajakin selfi" ucap Ibu yang membuat Fajar tertawa


"Hanya ibu pokonya yang the best" imbuh Fajar sambil mengecup kening ibunya.


"Citra mana Jar?" tanya ibu


"Dia sibuk membenahi dandanannya bu" jawab Fajar


"Kok nggak kamu temenin sih" protes ibu

__ADS_1


"Dia nggak mau Bu, takut kalau Fajar khilaf" kekeh Fajar


Ibu pun menjewer anak keduanya tersebut, ternyata anaknya lebih mesum daripada menantunya.


Aku dan mas Raka yang baru datang pun menemui ibu dan ayah,


Ibu langsung saja memeluk Raka, "ibu kangen sekali Raka, kamu sungguh anak durhaka tidak pernah menjenguk ibumu ini" ucap ibu bersedih


"Maafkan Raka Bu, Raka sibuk sekali apalagi setelah ada dua bocil ini" alasannya sambil menunjuk Ray dan Rey yang di gendong baby sitter.


Kesedihan ibu pun sirna saat melihat anak-anak Raka, "Cakep sekali Raka, mirip kamu" timpal ibu


Mereka semua pun tertawa, ibu pun memeluk Melati, sama seperti Raka ibu dan ayah juga menyayangi Melati


Tak lama kemudian Citra yang selesai mendandani riasannya pun keluar.


Aku pun membawa Citra kehadapan semua orang walaupun hanya make up seadanya Citra nampak cantik dengan balutan kebaya warna putih elegan yang dibelikan oleh Fajar.


"Sudah tidak sabar untuk nanti malam" bisik Fajar


Citra pun malu, dia pun mencubit Fajar karena tidak senonoh.


Rangga yang mendengar bisikan calon Kakak iparnya pun menyahut

__ADS_1


"Nggak usah nunggu nanti malam mas, habis Ijab Qabul langsung saja bawa pengantinnya ke kamar"


Semua pun tertawa mendengar ocehan Rangga.


__ADS_2