
"Kelihatannya ada yang mengganggu pikiranmu Jar? " tanya Raka
"Nggak ada mas" jawab Fajar dengan gugup
"Yakin?" tanya Raka menekankan
"Sebenarnya Fajar punya rencana mas, Fajar dekat dengan seorang wanita namun orang tuanya menghina Fajar karena Pekerjaan Fajar" jawab Fajar
"Siapa yang menghina kamu Jar? pekerjaan kamu sudah up Lo, mereka menginginkan pekerjaan yang bagaimana lagi? presiden?" tanya Raka kesal karena ada yang menghina Fajar
"Fajar bilang kalau Fajar sopir mas" jawab Fajar dengan terkekeh.
Raka pun membogem Fajar dengan bogeman mautnya,
"Dasar, kenapa bilang seperti itu." ucap Raka
"Ingin menguji mereka mas" kekeh Fajar
Raka hanya geleng-geleng kepala, lalu dia pun membahas soal proyek yang akan di lakukan di luar pulau. Dan rencananya David Bryan akan melaksanakan meeting besar bersama petinggi perusahaan maupun para investor.
********
Beberapa hari kemudian Fajar di perintahkan Raka untuk menemui Klien di hotel milik Pramana Group. Karena klien sudah menunggu Fajar pun agak terburu-buru hingga dia menabrak seseorang.
"Kamu?" teriak orang yang Fajar tabrak
"Maaf saya buru-buru" sahut Fajar lalu meninggalkan lelaki paruh baya tersebut.
__ADS_1
Mata lelaki itu pun membulat, pasalnya dia melihat Fajar duduk di loby hotel mewah milik perusahaan kakaknya dengan seorang klien kebangsaan asing.
"Dia bilang kemarin hanya seorang sopir, nggak mungkin sopir berpakaian seperti boz dan menemui segerombolan orang asing yang kelihatannya bukan orang biasa" gumam lelaki tersebut.
Lalu dia pun keluar loby hotel dengan perasaan yang bingung.
Pak Wijaya pun kembali ke kantornya. Di ruangannya dia mengobrol dengan tangan kanannya.
"Kita harus segera mendapatkan suntikan dana pak untuk peluncuran produk baru kita" kata tangan kanannya yang bernama Anton
"Aku sudah menemui beberapa orang namun mereka menolak, apakah kamu memiliki recomendasi orang yang bisa dimintai bantuan?" tanyanya.
"Bagaimana kalau kita minta bantuan Pramana Group pak, walaupun mereka adalah perusahaan bidang property namun tentu tidak ada salahnya mencoba mengajak mereka untuk bergabung" jawan pak Anton
"Oh ya, saya dengar juga kalau pak David Bryan pemilik perusahaan tersebut sedang ada di Indonesia, kita bisa minta bantuannya langsung daripada kita lewat pak Raka Sanjaya" imbuhnya.
Malam harinya mereka pergi ke rumah David Bryan,
Setelah mendapat ijin untuk masuk mereka menunggu David Bryan di ruang tamu, tak selang lama David Bryan pun menemui mereka.
"Selamat malam pak David Bryan" sapa mereka
"Selamat mala" balas David Bryan
"Perkenalkan pak saya Wijaya dan ini Anton asisten saya, kedatangan kami kemari untuk mengajak anda bergabung dengan perusahaan kami yang bergerak di bidang konsumsi" kata Pak Wijaya menjelaskan.
David Bryan pun tersenyum mendengar permintaan mereka saat kebetulan datanglah Fajar lengkap dengan pakaian formalnya. Dia tidak tau kalau pak Wijaya ada dirumahnya.
__ADS_1
"Jar" panggil David Bryan
Fajar pun mendekat, betapa kagetnya dia yang datang adalah papa dari Citra dan asistennya.
"Iya mas" sahut Fajar
"Duduk" suruh David Bryan
Fajar pun duduk samping David Bryan,
Pak Wijaya pun kaget pasalnya bagaimana bisa sopir macam Fajar ikut duduk dengan mereka.
"Begini pak, saya telah memberikan wewenang saya pada Raka Sanjaya selaku CEO Pramana Bryan Group, dan juga adik saya Fajar. Jadi kalau terkait kerja sama kalian bisa membicarakan dengan mereka." ucap David Bryan yang membuat pak Wijaya kaget dan membulatkan matanya.
"Bagaimana bisa" gumamnya.
"Bisa pak" sahut Fajar.
"Saya langsung to the point saja, perusahaan kami adalah perusahaan di bidang property, maaf sebelumnya kami tidak tertarik dengan perusahaan yang bergerak di bidang konsumsi Jadi mohon maaf, kami menolak kerja sama yang anda tawarkan" imbuh Fajar.
"Adik saya menolak untuk bekerja sama dengan perusahaan bapak jadi saya juga tidak bisa membantu, mohon maaf" timpal David Bryan .
"Mohon maaf pak, bukannya tidak sopan tapi saya ijin untuk masuk dulu karena badan saya kurang fit" kata Fajar lalu beranjak.
"Ke kamar dulu mas" pamit Fajar pada David Bryan.
David Bryan mengangguk, karena tidak ada yang di bahas pak Wijaya dan pak Anton pamit
__ADS_1