Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Pucuk dicinta ulam pun tiba


__ADS_3

Melly terbangun saat mendengar aku dan Raka berbicara.


Dengan langkah gontai Melly menghampiri kami.


"Maafkan saya pak Raka karena tertidur di ruangan anda."kata Melly meminta maaf dengan berakting memijat kepalanya.


"Bagaimana nona Melly apa anda sudah baikan??"tanya Raka dengan menatap Melly.


"Masih sedikit pusing pak"katanya berbohong.


Aku yang sudah geram pun menimpali kata Melly.


"Ya sudah lebih baik kita antar nona Melly pulang mas"kataku.


"Iya Mel,daripada menunggu Fajar gak datang datang."saut Raka.


Mau gak mau akhirnya Melly mau kami antar.


Kami di depan sedangkan Melly duduk di bangku belakang.


"Kenapa istri Raka ikut sih,menggagalkan rencanaku saja"batin Melly dengan menatap mas Raka lewat kaca.


Aku yang tau kalau Melly memandangi mas Raka pun tersenyum licik.


Aku pun ikut berakting seperti Melly.


"Mas tiba tiba kepalaku kok pusing ya"kataku dengan memijat kepalaku.

__ADS_1


"Kenapa Mel?"tanya Raka lalu menepikan mobilnya.


Seketika dia lupa kalau ada Melly di belakang yang memperhatikannya.


Raka pun memijat kepalaku lalu mencium keningku.


"Habis kamu kecup, agak baikan deh mas"kataku dengan manja.


"Masa ada seperti itu, ya sudah aku kecup saja biar tidak pusing"kata Raka lalu kembali mengecup keningku.


Dibelakang Melly sudah kebakaran jenggot,dia pun mengepalkan tangannya.


"Awas kamu Melati"batin Melly lalu membuang pandangan ke luar jendela.


Aku yang melihatnya pun tersenyum penuh kemenangan.


Tak berapa lama kami sudah sampai di rumah Melly,tentu dengan arahan darinya.


Saat masuk rumah, Melly membuang tas nya ke sofa,


"Brengsek kamu Melati,jangan sebut namaku jika aku tidak bisa merebut Raka dari tanganmu"Melly pun merutuki Melati.


Sejak kejadian ini,Melly jarang ke kantor Raka,bukannya dia menyerah namun sengaja untuk mengecohku.


Dengan tidak hadir di kantor,tentu aku berfikir kalau dia tidak akan mengejar Raka lagi.


Sudah dua minggu berlalu Melly sama sekali tidak ke kantor,sehingga aku pun sedikit lega.

__ADS_1


Tidak seperti biasa hari ini aku malas ke kantor.


Pucuk dicinta ulam pun tiba, Melly tentu sangat senang karena aku tak datang ke kantor hari ini.


Dia pun menghubungi Raka untuk ke kantornya karena ada hal yang perlu di bahas.


Karena tidak curiga Raka pun datang ke kantor Melly,dia pun diantar asisten Melly untuk ke ruangannya.


"Maafkan saya pak Raka jadi merepotkan anda."katanya lalu duduk di samping Raka.


Melly sengaja berpakaian minin untuk memikat Raka.


Dengan agresif dia meraba dada Raka,tentu Raka tidak nyaman dengan hal itu.


"Maaf nona Melly,apa yang ada lakukan"tanya Raka dengan sedikit menjauh.


"Aku mencintaimu Raka Sanjaya,tidakkah kamu merasakannya"kata Melly dengan lirih.


"Bagaimana bisa anda mencintai saya nona Melly,saya pria yang sudah beristri"saut Raka dengan lirih juga.


"Aku bisa menjadi istri keduamu,kita bisa menikah secara sembunyi sembunyi,aku janji tak akan membocorkan pernikahan kita pada publik"Melly mencoba merayu mas Raka.


"Maaf nona Melly,saya sangat mencintai istri saya,tidak mungkin saya menghianatinya"kata Raka yang membuat Melly marah.


"Kamu pun juga bisa mencintai saya!!"teriaknya.


Seketika Raka pun berjalan menuju pintu untuk keluar lalu Melly mengejar mas Raka dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Lepas!!!"teriakk Raka mencoba melepas pelukan Melly.


"Tidak,aku nyaman seperti ini"Melly enggan melepas pelukannya sehingga Raka pun dengan kasar melepas pelukannya.


__ADS_2