Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Ketemu teman lama


__ADS_3

Seusai mandi online,aku merebahkan diriku di tempat tidur,senyum senyum sendiri mengingat mandi bersama secara online.


"Gila,mas Raka sungguh gila.Tak ku sangka otaknya sekarang jadi me**m sekali.


Aaarrrggg mas Raka"gumamku dengan melihat foto mas Raka.


Lama memandangi foto mas Raka,akhirnya aku terlelap.


Tak terasa hari semakin larut,karena perutku yang sudah lapar, aku pun terbangun.


Satu yang ingin aku lakukan saat bangun tidur adalah makan.


Makan,makan dan makan,itulah hoby baruku semenjak aku hamil,perutku selalu saja kosong,mungkin karena di makan berempat,


sungguh benih mas Raka luar biasa,kecebong kecebong yang menjadi segumpal daging terus memaksaku untuk makan.


Saat melewati kamar,tak sengaja aku melihat bi Ijah menangis.


Aku yang merasa iba pun masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Bi"panggilku lalu duduk di sebelah bi Ijah.


Tau kehadiranku,bi Ijah langsung saja mengusap air matanya,lalu merespon panggilanku.


"Eh,nyonya,ada apa?nyonya pasti lapar ya!"katanya lalu hendak beranjak.


"Tunggu bi,bibi kenapa menangis"tanyaku dengan menatap bi Ijah dengan sendu.


Bi Ijah hanya tersenyum dan menjawab kata kataku

__ADS_1


"Tidak apa apa nyonya"katanya dengan tersenyum.


Aku yang tidak ingin memaksa bi ijah untuk bercerita pun menggandeng tangannya dan membawanya ke dapur untuk menyiapkan makanku.


Disisi lain,Raka dan Fajar pergi ke restoran hotel untuk makan.


Saat enak enak makan, seorang wanita pun menghampiri Raka.


"Hai Raka,boleh bergabung??"tanyanya dengan ramah.


"Hai Lis,silahkan"jawab Raka mempersilakan lisa duduk.


Lisa adalah mantan David Reno dulu,tak disangka dia malah bertemu dengan Raka di kota itu.


"Bagaimana kabar kamu Raka?"tanya Lisa lagi.


"Baik Lis"jawab Raka.


Namun Raka masih ingin tinggal karena gak enak dengan Lisa.


Mereka pun mengobrol,karena memang lama tidak bertemu.


Dia juga menanyakan David Reno pada Raka.


******


Aku yang bosan pun mencoba menghubungi mas Raka namun berkali kali tidak diangkat.


"Kemana sih kamu mas"gumamku dengan meletakkan ponselku.

__ADS_1


Lalu aku pun mengambil ponselku kembali dan bertanya pada mas Fajar.


"mas Raka dimana mas?"tanyaku pada Mas Fajar.


Sepuluh menit kemudian mas Fajar baru membalas pesanku.


"Sorry Mel,mas Raka masih direstoran sama temannya."balas mas Fajar.


"Temannya cewek atau cowok mas"tanyaku posesif


"Cewek"jawabnya singkat.


Aku pun kesal,pasalnya panggilanku tidak di jawab malah dia makan malam dengan seorang wanita.


"Gitu ya sekarang,genit ma wanita,habis Melly sekarang siapa lagi"gumamku sambil meremas-remas bajuku.


Aku yang kesal mengaktifkan mode pesawat,sengaja biar mas Raka tidak bisa menghubungiku.


Setelah minum vitamin,aku langsung saja tidur dan gak peduli dengan mas Raka.


Yang benar saja setelah kembali dari restoran Raka langsung menghubungiku,namun ponselku di luar jangkauan.


Raka pun positif thingking,dia berasumsi kalau mungkin ponselku kehabisan daya dan mati.


Satu jam kemudian,masih saja tidak aktif.


Raka pun mulai heran,namun dia tetap tenang.


Satu jam kemudian dia menelpon lagi,namun tetap saja tidak aktif.

__ADS_1


"Ada apa sih ini Mel,padahal tadi dah janjian untuk bobok bareng"Raka mulai was was.


Dengan rasa cemas,Raka menaruh ponselnya dan mencoba tidur dan akhirnya tidur juga.


__ADS_2