
Kali ini kami mengunjungi pantai gunung payung,suasana yang sepi dan tak banyak pengunjung cocok buat kami yang lagi kasmaran.
Letaknya yang dikelilingi tebing membuat pantai dengan ombak kecil dan juga berpasir putih ini semakin menakjubkan.
Namun untuk sampai ke pantai ini kami harus melewati tiga ratus anak tangga.
"Mas!kamu gak ingin gitu mas gendong istrimu ini"ucapku yang berhasil membuat Raka mencibir.
Melihat ekspresinya yang mencibirkan bibirnya membuatku meringis lalu menimpali ekspresinya.
"Pelit,jadi suami gak peka"selorohku yang membuat Raka menanggapi kata kataku.
"Ogah,up to you kalau mau ngatai aku pelit,gak peka,lagian udah besar masih saja minta di gendong"tutur Raka dengan sedikit terkekeh.
Mendengar kata katanya membuatku lemas dan merutukinya dalam hati
"Awas kamu mas,nanti malam bangunin aku,ogah aku ngasih jatah,benci aku ma kamu"
"Pasti dia merutuki aku dalam hatinya"batin Raka sambil tertawa.
Aku yang merasa capek akhirnya duduk sembarang.
"Baru segini aja udah keok"ejek Raka lalu duduk di sampingku dengan nafas tak teratur.
Tentu seketika aku tertawa,
"Seperti kamu gak mas,tu nafas seperti orang yang mau meninggal"tawaku semakin kencang.
__ADS_1
Dan cup
Raka membungkam mulutku dengan mulutnya.
Lama menikmati mulutku akhirnya dia melepaskannya itupun setelah mendapat deheman dari pengunjung lain.
"Mas malu tau dilihat orang"gerutuku dengan menjatuhkan bogeman di bahu mas Raka namun tentu tak keras.
"Lagian kamu sungguh menyebalkan masa ngatai nafas suami seperti nafas orang mau mati"gerutu Raka.
"Hehehe,maaf mas"aku pun tertawa sambil mengangkat tangan membentuk huruf V.
"Ayo kalau terus berdebat kita gak sampai sampai di pantainya"protes Raka.
Raka berjongkok di depanku lalu menyiruhku naik,aku yang heran pun heboh sendiri
"Cepat,sebelum aku berubah pikiran"jawabnya.
Aku langsung nangkring di gendongan mas Raka.
"Mas kalau kamu baik begini,aku tambah cinta deh"aku mulai melancarkan gombalan maut pada mas Raka.
"Yang bener Mel?"Raka menekankan kalimatnya seolah tak percaya.
"Iya bener,semakin hari cintaku padamu semakin besar mas"kataku dengan meletakan kepalaku di bahu mas Raka.
"Sebesar apa??"tanya Raka sambil tersenyum
__ADS_1
"Sebesar cinta pangeran Tian Feng kepada Cang E mas"kataku sambil tertawa.
Raka pun mengerutkan alisnya lalu bertanya
"Siapa tu Tian Feng dan Cang E,setauku ya Romeo dan Juliet"tanya Raka.
"Ni ketahuan kurang uptodate"jawabku dengan tertawa kecil.
"Siapa sih Mel???tanyanya lagi karena penasaran.
"Cie....Kepo ya,Tian Feng tu seorang panglima perang mas,la Cang E adalah dewi paras cantik yang tinggal di bulan dalam cerita kera sakti"jawabku menjelaskan
"Trus???"tanya Raka lagi.
"Tian Feng lebih gentle mas daripada Romeo yang langsung meminum racun dan ikut mati,sedangkan Tian Feng dia harus menjalani hukuman 1.000 kali reinkarnasi dengan setiap reinkarnasi dia harus mengalami patah hati.Bayangin mas!!"jawabku dengan terkekeh.
"Ya ya ya dan cintamu lebih besar dari Tian Feng???"tanya Raka lalu menurunkan aku karena kami sudah di ujung tangga.
Tanpa menjawab pertanyaan Raka,aku pun berlari menuju pantai.
"Mas Raka....I love you"teriakku tak tau malu.
Raka pun berlari menyusulku,dia pun ikut ikutan tak tau malu sepertiku.
Raka pun langsung memeluku dan menjawab teriakanku tadi
"I love you too Mel"lirihnya lalu mengecup keningku.
__ADS_1