Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
kedatangan tamu


__ADS_3

Walaupun aku kecewa dengan mas Raka namun aku masih merawatnya dengan baik.


menyeka tubuhnya,menyuapinya dan juga menyipakan obat obat untuknya.


Keesokan harinya seusai sarapan aku pun menyeka tubuh mas Raka lalu menyuapinya setelah itu menyiapkan obatnya.


Saat hendak duduk ditempatku mas Raka memegangi tanganku.


"Mel....Please Mel,maafin aku!


Percuma juga aku bangun kalau kamu bersikap seperti ini,kenapa kemarin aku gak meninggal saja"kata mas Raka.


Mendengar kata katanya aku pun kaget.


Langsung saja aku menyilangkan jariku di bibirnya dan berkata


"Jangan gitu mas,kamu seharuse bersyukur kamu masih diberi umur yang panjang"


Raka pun terdiam dengan memandangiku,


"Jadi maafkan aku"pintanya dengan memohon.


"Baiklah baiklah maaf diterima namun jangan di ulangi lagi.Kamu gak boleh bohong lagi selamanya."kataku lalu tersenyum.


Mas Raka pun memegang tanganku,


"Janji Mel"lirihnya.


Aku pun menyodorkan jari kelingkingku dan berucap


"Janji ya"


"Janji Mel,gak akan bohong lagi,kamu juga jangan lagi nyebar gosip yang gak gak"Raka pun menautkan jari kelingkingnya di jari kelingkingku.


Kami pun hanyut dalam pikiran masing masing.


Tiba tiba ada seorang perempuan menghampiri mas Raka lalu memeluknya.

__ADS_1


"Mas Raka aku rindu sekali padamu"


Aku pun berdiri memandang wanita tersebut lalu masuklah beberapa orang yang kebanyakan adalah bule.


Mataku terbelangak,sungguh mereka sangat tampan.


Ingin sekali aku memeluk mereka dan minta foto bersama.


"Aku juga sangat merindukanmu Put"kata Raka yang semakin memeluk erat Puput.


Entah mengapa mendengar ucapan mas Raka,membuat hatiku sangat sakit.


Cara memeluknya sangat terlihat kalau mas Raka sangat merindukannya.


Dalam mata mas Raka juga menyimpan cinta untuknya.


"Sudah memeluknya jangan lama lama,kalian ini seperti seorang kekasih yang lama tak jumpa saja."gerutu David kesal pasalnya aku di peruk mas Raka dengan erat.


"Halo Raka,kau ini keterlaluan sudah lepaskan pelukanmu,lihatlah suaminya"kata Chris lalu menarik Puput.


Chris pun lalu memeluk Raka,disusul David Reno dan Bryan lalu victor,Elizabeth serta Zahra.


Akhirnya mereka pun mengobrol,mereka tertawa dengan bahagia.


Aku disini merasa sangat minder,aku merasa sangat kecil.


Aku pun memutuskan untuk pergi namun sebelum pergi aku pamitan dulu dengan mas Raka.


"Maaf menyela,saya cuma minta ijin untuk pergi,karena saya lihat sudah banyak yang nunggui mas Raka jadi mungkin saat ini saya tidak dibutuhkan"aku pun mengangguk lalu melangkahkan kaki.


Baru satu langkah mas Raka menarik tanganku.


"Jangan kemana mana,tetaplah disini dengan kami"kata Raka tanpa melepas tangannya.


"Maunya apa sih"batinku dengan kesal.


Aku pun menoleh lalu pandangan kami salinh bertemu.

__ADS_1


"Aku minder mas disini,lihatlah teman mas Raka orang up semua sedangkan aku,aku merasa kecil mas."kataku lirih.


David Reno pun menimpali kata kataku


"Kamu menganggap kami up,sedangkan kamu menganggap dirimu kecil.


Ibarat itu seperti ini,kamu dibawah dan kami dipuncak gunung.


Kami melihatmu sangat kecil,begitu pula kamu melihat kami juga kecil.


Jadi kita sama kan???intinya kita manusia tu sama nona,tergantung dari mana kita memandangnya,jadi jangan berpikiran seperti itu lagi."penjelasan David Reno.


"Apakah ini pacar kamu Raka???"tanya Chris dengan tersenyum.


Aku yang mendengar kata kata Chris pun menjawab


"Bukan pak"jawabku dengan menggeleng gelengkan kepala.


"Kalaupun iya juga tak apa apa nona"timpal David Bryan.


Mereka semua pun tertawa sedangkan aku tersenyum kecut.


"Raka kapan kamu akan menyusul Chris,dia sudah menikah dulu"kata Victor yang membuat Raka kaget.


"Brengsek kamu Chris menikah tak ngasih kabar,lagipula kenapa kamu tak setia padaku"ujar Raka yang langsung mendapat bogeman dari Chris.


"Brengsek kamu Raka,aku masih normal ya,tak sepertimu"timpal Chris.


Aku pun menyela obrolan mereka.


"Jadi kamu tidak normal mas"


Raka pun melotot dan menanggapi kata kataku


"Aku normal Mel,seratus persen normal.


Setelah aku sembuh apa kamu aku membuktikannya???"Raka pun terkekeh.

__ADS_1


Aku yang malu pun mencubit lengan Raka.


__ADS_2