
Setelah menonton kami berkeliling mall,puas berkeliling kami makan di sebuah resto yang berjualan makanan Jepang.
Kami memesan sashimi,aku yang sangat lapar menghabiskan banyak sashimi begitu juga dengan mas Raka.
"Duh....Kenyangnya perutku"kataku sambil memegangi perut.
"Sama Mel"saut mas Raka sambil terkekeh.
**********
Ntah mengapa, tiba tiba perutku sangat sakit sehingga aku terbangun dari tidurku.
Aku pergi ke kamar mandi untuk buang air.
Saat di kamar mandi kulihat bercak darah menempel pakaian dalamku.
"Pantas saja sangat sakit,aku sedang datang bulan"gumamku lalu mengambil pembalut dan memakainya.
Aku pun kembali ke ranjang dan merebahkan diri lagi,namun rasa sakitnya tak kunjung hilang sehingga aku tak bisa tidur.
Keringat dingin mulai mengucur, kali ini aku sudah tidak tahan dengan sakitnya.
Kugoyang goyang tubuh mas Raka,
"Mas....Bangun mas"
Raka menggeliat lalu membuka matanya,dengan malas dia bangun dan bertanya
"Ada apa Mel??masih terlalu dini untuk bangun"ucapnya dengan menguap.
__ADS_1
"Perutku sangat sakit mas,aku sudah tak tahan"jawabku dengan memegangi perutku yang sakit.
"Kamu sih Mel,makan sashimi banyak sekali,jadinya sakit perut."kata Raka dengan menatapku.
Aku sudah tak kuat menahan sakit perutku dan tiba tiba aku pun kehilangan kesadaranku.
Raka sangat panik.
"Lo....Lo Mel,kamu kenapa"kata Raka dengan sangat cemas.
Dia pun membawaku ke rumah sakit dan karena buru buru,panik, takut serta cemas jadi satu Raka lupa alas kakinya.
Bahkan dia masih memakai baju tidurnya.
Karena sudah sangat malam,hanya ada beberapa dokter yang berjaga.
"Istri saya kenapa dok??"tanya Raka dengan cemas.
"Istri bapak mengalami keguguran,kelihatannya makanan yang dimakan adalah penyebab utama istri anda keguguran."jawab dokter menjelaskan.
Deg
Raka pun terkejut mendengar penuturan dokter
"Apa??istri saya keguguran dok??kapan hamilnya?bahkan kami baru sebulan menikah."kata Raka dengan lirih.
"Usia kandungannya juga masih tiga minggu pak,janin yang sudah tidak menempel di dinding rahimnya sudah keluar.Mengingat usia janin masih sangat muda,jadi tidak perlu melakukan kuret."dokter menjelaskan lagi.
"Oh ya dok,tolong jangan bilang pada istri saya kalau dia telah mengalami keguguran,saya takut kalau dia shock."kata Raka yang mendapat anggukan dari dokter.
__ADS_1
Dokter memindahkanku ke ruang perawatan.
Raka sangat menyesal akan apa yang terjadi padaku.
Raka menungguiku sampai dia tidak tertidur.
"Maafkan aku Mel"katanya lirih sambil menciumi tanganku.
Selang beberapa waktu,aku sadar.
Kulihat sekelilingku,karena nampak asing aku pun bertanya.
"Kita dimana mas?"tanyaku lalu mencoba untuk duduk.
"Kita di rumah sakit Mel,kamu sih pakai pingsan segala"jawab Raka sambil membantuku duduk.
"Sakit banget mas,gak biasanya lo sakit seperti ini"kataku dengan menunduk.
Raka yang melihatku bersedih pun memelukku
"Maafkan aku Mel,seharusnya aku lebih peka dan sigap"ujar Raka dengan sedih.
"Udah ah,kok malah sedih seperti aku keguguran saja,kan aku cuma datang bulan"sautku yang tidak tau kalau aku keguguran.
Mendengar kata kataku Raka semakin erat memelukku.Dia juga berkali kali mengecup pucuk kepalaku.
"Nanti aku tidak masuk,aku akan menjagamu sayang"bisik Raka yang membuatku tersenyum.
Baru dua kali ini mas Raka memanggilku sayang,rasanya aku ingin menari nari di awan.
__ADS_1