
Raka pun menghampiri penjual nasi goreng,
awalnya Raka ragu untuk membeli nasi goreng gerobakan namun karena tidak ada lagi penjual makanan yang buka mau gak mau Raka membelinya.
"Pak pesan dua porsi ya pak?"kata Raka memesan nasi goreng.
"Waduh mas maaf,nasi gorengnya sudah habis"jawab pak penjual nasi goreng tersebut.
Aku yang menyusul mas Raka akhirnya kecewa karena nasi gorengnya habis.
"Kenapa kok habis sih pak nasi gorengnya,terus saya makan apa dong?hiks hiks hiks"kataku dengan menangis.
Raka yang melihatku menangis pun memelukku lalu menenangkanku
"Kok menangis sih Mel,kan kita bisa mencari penjual lainnya."ucap Raka dengan lembut.
"Aku sudah sangat lapar mas,lihat ni perutku"kataku dengan menunjukan perutku yang rata.
Melihat tingkahku Raka hanya geleng geleng kepala.
"Kesambet apa sih ni orang,tiba tiba bersikap seperti ini"batin Raka yang masih memelukku.
Penjual nasi goreng yang melihat aku menangis pun iba kepadaku.
"Begini saja mba dan mas,dirumah biasanya istri saya menyisakan nasi,bagaimana kalau saya buatkan dirumah,rumah saya gak jauh dari sini"ucap bapak penjual nasi goreng sambil menunjuk arah jalan pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Mataku pun langsung berbinar
"Ayo pak buruan"Kataku lalu berjalan dulu meninggalkan mas Raka dan pedagang nasi goreng tersebut.
Mas Raka dan penjual nasi goreng pun menyusulku yang sudah berjalan di depan.
"Sabar mas,bawaan bayi memang seperti itu dulu istri saya lebih parah."kata penjual nasi goreng tersebut namun Raka tak begitu menggubrisnya karena fokus pikirannya ke arahku yang diberjalan di depan.
Beberapa menit kemudian sampailah kami di rumah penjual nasi goreng.
Rumahnya sederhana sekali,teringat akan rumahku dulu.
Walaupun kecil namun penuh kebahagiaan.
Bapak pun mengetuk pintu,tak berapa lama istrinya membukakan pintu,beliau agak kaget akan kehadiran kami.
Bapak tidak menjawab pertanyaan istrinya,karena dia fokus mempersilahkan kami duduk.Bapak menyuruh kami untuk duduk di dalam namun aku dan mas Raka lebih memilih duduk di teras.
Bapak penjual nasi goreng langsung saja menuju dapur dan memasak nasi goreng buat kami.
Sang istri yang geram pun mengulangi pertanyaannya
"Siapa sih pak?"tanyanya lagi dengan penuh keheranan.
"Mereka tadi mau beli nasi goreng,namun nasinya habis,jadi aku membawa mereka pulang dan membuatkan nasi goreng dirumah,karena tadi si wanitanya menagis jadi aku tidak tega.Kelihatannya dia sedang mengidam."Jawabnya dengan tangan memegang spatula.
__ADS_1
"Ooo gitu"respon sang istri.
Nasi goreng pun matang,bapak tersebut memberikannya padaku.
Dengan lahap aku memakan nasi goreng yang ada di depanku,dalam sekejap nasi goreng sepiring habis,bahkan aku meminta punya mas Raka.
Tentu pemandangan ini membuat Ibu dan bapak penjual nasi goreng tersenyum dengan memandangi kami.
"Bagaimana mas dan mba nasi gorengnya??"tanya bapak dengan menatap kami berdua.
"Sangat enak pak"jawabku dengan tersenyum.
"Tiap malam, saya pesan tiga porsi dong pak"imbuhku yang membuat Raka menatapku.
"Kok tiga porsi Mel??"tanya Raka penuh keheranan.
"Dua porsi buat aku, satu porsi buat mas Raka"jawabku dengan tersenyum.
"Siap mba,nanti saya buatkan yang spesial"timpal bapak penjual nasi goreng dengan tertawa.
Karena sudah kenyang,rasa kantuk mulai menghampiri
"Maafkan kami pak,bu karena merepotkan"kata Raka dengan sopan sambil memberikan beberapa uang warna merah pada pedagang tersebut.
"Ini kelebihan mas"kata bapak tersebut mengembalikan uang yang diberikan Raka.
__ADS_1
"Terima saja pak,tidak baik menolak rejeki"kata Raka lalu pamit undur diri.
Kami pun melenggang pergi dengan bergandengan tangan.