
Raka membelokan mobilnya di sebuah toko perhiasan.
Aku pun sangat senang karena mas Raka membelikanku perhiasan.
Kami pun melangkahkan kaki masuk ke dalam
"Selamat datang tuan dan nyonya"sapa pramuniaga dengan menunduk.
Aku dan mas Raka melihat lihat perhiasan yang berjejer dengan rapi.
Pramuniaga pun menghampiri kami.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya"tanyanya dengan tersenyum.
"Saya sedang mencari kalung yang simple namun terlihat elegant dengan bandul berinisial R"kataku dengan mata yang masih memandangi perhiasan yang berjejer.
Pramuniaga lalu mengambil beberapa kalung dengan kriteria yang aku maksud.
"Ini nyonya kalung yang terlihat simple namun sangat elegant,untuk bandul berinisial M nya ada beberapa jenis.
Ini simple dengan taburan berlian sehingga nampak berkilau."pramuniaga pun menjelaskan dengan menunjukan kalung serta bandulnya.
Aku pun sangat tertarik dengan kalung berserta bandul yang dipegang pramuniaga tersebut.
"Berapa harganya mba?"tanyaku pada mba mba pramuniaga tersebut.
"Sekitar 215.300.000 rupiah nyonya,ini sudah termasuk diskon dari kami"jawab pramuniaga tersebut dengan tersenyum.
__ADS_1
Mendengar harganya membuatku terbelangak,lalu aku pun berucap
"Maaf maaf mba, gak jadi yang ini"kataku dengan menggaruk kepalaku yang tak gatal.
Raka yang sedari tadi melihatku pun tau kalau aku menyukai kalung tersebut namun karena harganya yang mahal aku pun mengurungkannya.
Dia pun mengambil kalungnya lalu menyodorkan kartu pada pramuniaga tersebut.
"Jadi yang ini,tolong dibungkus ya??ucap Raka lalu mengembalikan dompet ke saku celananya.
"Mas Raka apa apaan sih,harganya mahal mas"Sautku dengan berbisik.
"Harga tak jadi soal Mel asal kamu suka"timpal Raka yang membuatku tersenyum.
********
Keesokannya saat Raka memasuki loby kantor terlihat Melly duduk di kursi. Dia pun sangat senang saat melihat Raka.
"Selamat pagi nona Melly"sapa balik Raka.
"Ada keperluan apa nona,pagi pagi sudah kesini??"tanya Raka heran.
"Sudah jam sembilan pak Raka"kekehnya.
"Saya ingin mengambil berkas saya yang tertinggal kemarin pak Raka."imbuh Melly dengan tersenyum.
Lalu mereka pun melangkahkan kaki ke ruangan Raka.Guna mengambil berkasnya.
__ADS_1
Saat diruangannya,Raka segera mencari berkas yang Melly maksud.
Seusai mendapatkan berkasnya Melly pamit undur diri,namun saat hendak keluar tiba tiba Melly terjatuh sehingga dengan reflek Raka menangkap tubuh Melly.
"Maaf pak Raka,kepala saya sangat pusing"ucapnya dengan memijat pelipisnya.
Melly pun meminta Raka untuk mengantarnya pulang.Awalnya Raka hendak meminta tolong Fajar namun Fajar belum datang ke kantor.
"Tunggulah sebentar nona"ucapnya lalu membantu Melly ke sofa untuk istirahat.
Raka sebenarnya enggan mengantarnya pulang sehingga dia berniat untuk menunggu sampai Fajar datang.
Melly yang pura pura pun geram pasalnya Raka malah menyuruhnya istirahat di sofa, sedangkan dirinya bekerja.
Fajar tak kunjung datang hingga waktu mendekati jam makan siang.
Melly yang awalnya memejamkan mata kini dia pun tidur sungguhan hingga tak terasa sudah dua jam ia tertidur.
"Sudah jam 11,namun Fajar belum nongol juga,pesanku pun juga tak di balas"gumam Raka dengan melihat jam tangannya.
Tiba tiba pintu ruangannya terbuka bukan Fajar melainkan aku yang membukanya.
Aku yang melihat Melly tidur disofa pun tentu geram.
Dengan ekspresi wajah marah aku mendekati Raka.Belum sempat aku bertanya mas Raka sudah berucap
"Dia kesini untuk mengambil berkasnya Mel,namun saat hendak pulang tiba tiba dia sakit Mel,jadi aku menyuruhnya istirahat,dia tadi memintaku mengantarnya pulang namun aku menyuruh Fajar.Dan sampai saat ini Fajar belum nongol."kata Raka mencoba menjelaskan supaya tidak ada salah paham.
__ADS_1
Aku hanya mengangguk menanggapi penjelasan dari mas Raka.
"Keliahatannya kamu benar benar ingin mendekati mas Raka,kita lihat saja Mel Melly"batinku dengan menatap Melly yang tertidur.