
Di depan cermin besar kumenatap wajahku yang basah dengan air mata.
Kesal kepada Raka yang sudah melampaui batas maksimal.
Tiba tiba kudapati pantulan diri Raka di cermin,tangannya pun menyusup di perutku.
Dijatuhkannya wajahnya di pundakku.
"Maafkan aku Mel"ucapnya dengan penuh penyesalan.
Aku pun diam tak merespon kata kata mas Raka.Kurasakan tubuhnya semakin erat memelukku.
"Bicaralah Mel,aku suka kalau kamu cerewet kepadaku,ocehan ocehanmu walaupun menyebalkan namun aku selalu ingin mendengarnya"katanya lagi.
Mendengar kata katanya membuat sedikit lengkungan di bibirku.
"Percuma,besok pasti mas Raka bersikap gitu lagi sama aku,wanita itu simple mas diperhatikan dan disayang itu lebih dari cukup karena sesuatu yang besar itu lahir dari sesuatu yang kecil,kalau kamu ingin menumbuhkan cintamu,sayangi aku dengan tulus.
Belajarlah dari para sahabatmu,sikap kak Bryan dalam memperlakukan kak Puput,sikap kak Chris dalam memperlakukan Zahra,sikap kak David Reno dalam memperlakukan kak Elizabeth.
Awalnya mereka semua tidak saling cinta kan???namun mareka mau belajar menyayangi pasangan mereka masing masing."kataku yang membuat Raka semakin memelukku dengan erat.
"Aku bisa remuk jika caramu memelukku seperti ini mas,kamu seperti anaconda saja."gerutuku geram dengan mas Raka.
"Maaf Mel"katanya dengan terkekeh namun masih tak melepaskan pelukannya.
"Tadi waktu kamu berlari aku ingin sekali mengejarmu Mel,namun ada klien dari Jepang mau gak mau aku tetap tinggal.
Setelah kamu pergi mereka pun juga pamit,aku yang kepikiran dirimu, lalu aku menelponmu namun gak kamu angkat,mungkin karena aku terus memanggilnya ponsel kamu lowbat dan meninggal"kata Raka dengan sendu.
Aku pun terenyuh namun ketika dia menyebutkan kata meninggal ingin rasanya ku sodok benda tumpulnya,mana ada ponsel meninggal.
Dengan ketus aku pun berkata
__ADS_1
"Lalu???"
"Lalu aku pun pulang cepat Mel,saat masuk apartemen aku mencarimu namun kamu tidak ada,aku pun bingung aku pun menyarimu sekitar satu jam yang lalu aku kembali dengan nihil,saat kamu pulang aku sangat senang hanya saja aku bingung bagaimana menunjukannya"kata Raka panjang kali lebar.
"Wow....Raka mencariku"batinku dengan gembira.
Rasanya aku melayang ke awan,aku pun membalikan tubuhku,ku peluk tubuhnya.
"I love you mas"kataku dengan menyusupkan wajahku ke dalam dada mas Raka.
Mas Raka tak menjawab namun dia semakin erat memelukku.
Ntah mengapa aku sangat bahagia mendengar kata katanya,ternyata Raka tak seburuk yang aku kira.
"Apa kamu suka pria yang agresif??"katanya lagi dengan memegang bahuku.
Sehingga mau tak mau aku harus meninggalkan dadanya dan mengangkat kepalaku lalu menatapnya.
Cup
Belum sempat melanjutkan kata kataku,Raka pun membekam mulutku dengan mulutnya bahkan dia mengeksplor isi mulutku,tangannya pun menyusup masuk kedalam bajuku,
meremas dan memelintir benda yang ada dalam bajuku.
Setelah puas dia pun melepaskannya.
"Cerewetnya kebanyakan,aku bertanya satu macam jawabnya bermacam macam"kata Raka lalu meninggalkanku di kamar mandi.
"Masss Raakaakaa"teriakku menggelegar.
Aku pun berlari menyusul mas Raka dan langsung nangkring di tubuhnya.
Karena gerakan yang tiba tiba akhirnya kami pun tumbang.
__ADS_1
"Melatiiii"teriaknya yang membuat aku tertawa.
"Salah siapa ninggalin aku,ni contoh contoh lelaki tak bertanggung jawab,sehabis menjamah ditinggal"gerutuku.
Raka pun tertawa lalu dengan tajam menatapku dan berkata
"Jadi kamu ingin aku tanggung jawab???"kini dia pun menindihi tubuhku.
Merasa tak nyaman Raka pun memindahkanku di kasur.
"Baiklah aku akan tanggung jawab"katanya dengan tersenyum licik.
Seperti bukan mas Raka,permainannya kali ini sungguh berbeda,aku berkali kali menjerit mendesah dan mengerang.
Benar benar aku dibuat lemah selemah lemagnya,hingga bangun ke kamar mandi pun tak sanggup.
Setelah dia sampai ke pelepasannya,Raka langsung merebahkan tubuhnya di sampingku dengan nafas tak karu karuan.
Aku pun tersenyum menatapnya,dia pun menatapku
"Apa kamu mau lagi Mel???aku masih kuat beberapa ronde lagi"tantanya yang langsung membuatku terbelangak.
"Udah mas,aku nyerah...."Kataku dengan melambaikan tangan meniru acara televisi uji nyali kalau menyerah.
"Aku masih mau nambah Mel"katanya dengan tersenyum.
Dia pun mengambil tisu lalu membersihkan area sensitifnya dan punyaku.
Dengan tersenyum licik Raka pun menggagahiku lagi.
Asli tubuhku remuk redam,di genjot habis habisan oleh mas Raka.
Hingga jam satu dini hari kami baru menyudahi aktivitas panas kami.
__ADS_1