
Setalah di kampus, Citra turun dengan menahan sakit di pangkal pahanya. Fajar yang melihatnya pun menggendong Citra masuk ke dalam kelasnya.
Semua mata mahasiswa tertuju pada mereka berdua, ada yang merasa iri dengan Citra ada juga yang menghujat Citra.
"Mas udah turunin aku, lihatlah mereka semua melihat kita," bisik Citra
"Biarkan saja mereka melihat kita, aku hanya tidak ingin istriku kesulitan saat berjalan," sahut Fajar
Mereka berdua sudah sampai di kelas Citra, kebetulan ujian sudah di mulai. Dosen yang mengajar Citra kebetulan kenal dengan Fajar, beliau pun mengangguk hormat dengan Fajar.
"Maaf pak, istri saya terlambat." Fajar pun mendekat di meja dosen yang mengajar Citra.
"Nggak apa-apa pak Fajar, baru lima menit lalu di mulai," sahut dosen Citra
Lalu Fajar menurunkan Citra di tempat duduknya
"Aku tunggu di luar, kalau mau keluar hubungi aku ya sayang, aku akan segera kesini," kata Fajar.
Citra yang malu pun hanya menganggukkan kepala, karena mata teman sekelasnya tertuju padanya.
Fajar pun menunggu di mobil, dia memantau pekerjaannya lewat smartphone nya.
*******
Disisi lain Raka juga tidak ke kantor karena dia kurang Fit.
"Obatnya minum mas," pintaku sambil menyodorkan obat pada mas Raka
__ADS_1
"Oh ya Mel, anak kita kan sudah mulai besar jadi mulai sekarang aku panggil bunda ya," kata Raka
"Ok mas, jadi aku juga manggil mas Raka ayah ya," sahutku dengan menatap mas Raka
"Iya dong, memangnya kamu mau manggil aku Daddy," ucap Raka lalu meminum obat yang tadi aku berikan
Setelah minum obat Raka pun istirahat dia memintaku untuk menemaninya istirahat.
"Nggak terasa ya bund, kita menikah udah tiga tahun. Rasanya baru kemarin kenal denganmu" kata Raka sambil memainkan rambutku
Sebenarnya aku geli sendiri, terbiasa dipanggil Mel dan sekarang dipanggil bund.
"Iya ya mas eh yah, bahkan anak-anak kembar kita semakin tumbuh besar." Aku pun menatap mas Raka dengan tersenyum
"Terima kasih bunda telah menemani ayah dan sabar dengan sikap ayah yang terkadang kurang peka." Raka pun mengecup keningku
Kami pun saling berpelukan,
Selama perjalanan kami berumah tangga begitu banyak sekali ujian bahkan kami hampir saja berpisah namun sekarang aku bersyukur Tuhan begitu menyayangi aku dengan mengirim anugerah terbesarku yaitu mas Raka dan buah hati kami Ray dan Rey.
Semoga kedepannya mereka berdua menjadi anak-anak yang hebat dan juga anak yang berbakti kepada kedua orang tua, agama dan bangsa.
Asik berdua-dua an, tiba-tiba ada ketukan dari luar. Aku pun melepas pelukan mas Raka lalu membuka pintu.
Ternyata baby sitter yang mengetuk pintu
"Ada apa?" tanyaku
__ADS_1
"Ini nyonya, Ray dan Rey selalu menunjuk kamar anda. Mungkin mereka ingin bersama anda dan tuan," ucap baby sitter
Aku pun segera mengambil Rey dari baby sitter yang membawa mereka.
"Kangen sama bunda ya sayang," kataku dengan mengecup Rey
Aku juga mengambil Ray dari tangan baby sitter nya.
Aku menuju ke tempat tidur dimana mas Raka rebahan, aku menurunkan Ray dan Rey. Mereka pun langsung merangkak ke arah ayah mereka.
Aku yang melihatnya pun bahagia sekali.
Tamat.
Terima kasih ya kak udah ngikutin cerita aku sampai tamat.
Ikutin juga ya kak cerita baru aku yang berjudul aku bukan wanita lemah.
Yang mengisahkan istri yang dimadu oleh suaminya.
Di novel ini, aku mau bagi-bagi give away ya kak tiap bulannya. Aku ambil tiga yang ngasih dukungan terbanyak buat aku.
Jadi jangan lupa like, koment, hadia, vote nya ya
jangan lupa juga ikutin aku supaya kita bisa saling share ya kak😘
Untuk ekstra part-nya akan lebih ke cerita Fajar dengan Citra ya. Terima kasih
__ADS_1