
Raka pun terkejut saat Melly memeluknya.
Dengan segera Raka pun melepas pelukannya.
"Maaf nona Melly tolong dikondisikan emosinya,hanya tidak ingin menjadi fitnah saja kalau barangkali ada yang melihat."kata Raka yang membuat Melly merasa malu.
"Maafkan saya pak Raka,mungkin karena sangat senang jadi tanpa sengaja memeluk anda.
Raka hanya tersenyum menanggapi permohonan maaf Melly.
Setelah mereka bekerja sama,Melly jadi sering ke kantor Raka.
Hingga suatu ketika aku pun pergi kekantor.
Karena sangat bersemangat aku pun hampir saja menabrak Melly yang baru keluar dari ruangan mas Raka.
Mataku tertuju pada kalung yang di pakai Melly,
Deg....
Serasa ada yang menusuk jantungku,gejolak yang sempat terpendam beberapa hari yang lalu pun datang kembali.
"Maaf nona,saya tidak sengaja"katanya lalu pergi berlalu.
Dengan kesal aku masuk ke ruangan mas Raka.
__ADS_1
"Eh Mel,kesini kok gak bilang,tadi naik apa??"katanya lalu menghampiriku yang duduk di sofa.
"Tadi siapa??kenapa keluar dari ruangan mas Raka??"tanyaku dengan ketus.
Dengan tersenyum Raka pun menjawab
"Dia partner Mel"
"Yakin partner??"tanyaku penuh penekatan guna memastikan mas Raka bohong apa tidak.
"Yakin Mel,ya Allah"jawab mas Raka menatapku.
"Memastikan saja mas,siapa tau mas Raka macam macam"sautku ketus.
"Satu macam saja udah kewalahan Mel,apa lagi macam macam."kekeknya.
"Gombalnya gak bermutu banget,tau ah...Marah aku sama mas Raka pokoknya aku mau ngambek,gak mau bicara sama mas Raka"kataku nerocos yang membuat Raka langsung saja melahap bibirku.
Aku pun meronta namun mas Raka semakin kencang memegang tanganku.
Saat bertepatan Melly kembali karena ada berkas yang tertinggal namun melihat kami berciuman dia pun langsung pergi.
"Ngambek lagi aku melahap bawahnya"katanya menunjuk dadaku.
"Kamu kok jadi gini si mas,pasti ketularan David Bryan dan Chris" kataku dengan menutup dadaku dengan tangan.
__ADS_1
"Segitunya kalau nutup,sama suami pelit banget, memangnya mau kamu kasihkan siapa??"tanyanya yang membuat aku semakin kesal.
"Buat anakku nanti dong"jawabku asal.
"Oh ya Mel,gimana ada tanda tanda apa belum?"tanya mas Raka membuka topik yang lainnya.
Dengan raut muka yang sedih aku pun menjawab
"Belum mas,ntah kenapa kok belum hamil,padahal aku sangat menginginkannya."
Raka pun memelukku
"Sabar Mel,mungkin belum saatnya,rencana Allah lebih indah dari rencana kita"katanya yang membuat aku semakin menenggelamkan wajahku ke bidang datarnya.
"Aku takut,kalau kamu meninggalkan aku mas"kataku dengan raut wajah sedih.
Raka pun menghela nafas panjang lalu menangkupkan tangannya di wajahku
"Hey....dengarkan aku,sampai kapanpun aku akan selalu mendampingimu sayang,tak ada niat sedikitpun untuk meninggalkanmu.
Karena aku sangat menyayangimu.Dan begitu sebaliknya jangan pernah meninggalkanku Mel!!"kata Raka dengan sayu.
"Janji mas,aku tak akan meninggalkanmu,apapun yang terjadi,namun awas saja kalau kamu ketahuan selingkuh,tak khitan lagi tu yang dibawah"kataku dengan ketus.
Raka pun terkekeh,
__ADS_1
"Sadisnya kamu Mel"
"Kalau gak sadis, lelaki pasti memperlakukan wanita dengan semena mena,mentang mentang para lelaki yang bekerja, bisa dengan mudah menyakiti wanita gitu!!jangan harap bisa gitu kalau denganku."kataku dengan tegas.