
"Kamu?" teriakku
"Kamu?" teriaknya
"Jadi ini teman kamu mas" tanyaku lalu sambil meletakkan minuman dan camilan yang aku bawa.
"Ealah, ketemu maneh Karo arek Iki ( ealah ketemu lagi sama orang ini)" batin teman Raka
"Iya Mel, Lo kasian sudah saling kenal?" tanya Raka heran
"Nggak mas, tadi dia menabrak ku di super market" jawabku
"Oooo....Mel ini bara temanku, Bara ini Melati istriku" Raka pun memperkenalkan kami
Mendengar namanya aku pun tertawa
"Ada apa Mel, kamu kok tertawa" tanya Raka
"Namanya mas lucu bara api" jawabku.
Bara pun kesal dengan Melati, lalu dia menimpali
"Opoe sing lucu, bukane namaku bagus banget seperti orangnya"
"Iya bagus sekali, namamu the best pokoknya" sahutku.
Karena aku masih ada kerjaan lain, aku pun undur diri.
Raka dan Bara pun mengobrol panjang kali lebar
"Jadi kamu ingin melebarkan sayap mu di ibukota Bar?" tanya Raka
__ADS_1
"Iya Raka, biar usahaku melebar seperti perusahaan mu" jawab Bara.
"Amin" sahut Raka.
*******
Di sisi lain, Fajar yang geram dengan Puput dan David Bryan pun hendak keluar.
"Kamu mau kemana Jar?" tanya Puput
"Mau cari udara segar mba, kesal aku karena selalu kalian Bully" jawab Fajar.
"Iya-iya Jar maaf" ucap Puput.
Fajar pun keluar dengan membawa mobilnya, hair dia sungguh kesal sekali.
"Mereka semua sama, memangnya kenapa sih kalau aku jomblo, letak kesalahannya dimana gitu. Seharusnya bangga karena aku masih ngejar karirku daripada suka bermain perempuan" gerutunya sepanjang mengendarai mobilnya.
Fajar pun berhenti di sebuah danau, danau ini adalah tempat favoritnya saat dia lagi suntuk atau saat banyak masalah.
Danau ini masih alami jadi jarang ada yang tau keberadaannya.
Dari jauh Fajar melihat seorang yang berdiri dengan membawa tongkat untuk membantunya berdiri.
"Siapa dia, kenapa tau tempat ini?" gumam Fajar lalu mendekati orang tersebut.
Fajar pun berdiri sejajar dengan orang tersebut.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Fajar dengan pandangan yang menatap ke danau
"Tempat ini adalah tempat favoritku ketika aku sedang ingin sendiri" jawabnya
__ADS_1
"Sama, tempat ini juga tempat favoritku." sahut Fajar.
"Jadi saat ini, kita sama-sama memiliki masalah." timpal orang tersebut.
Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing, Tiba-tiba pertanyaan orang tersebut membuyarkan lamunan Fajar
"Aku Citra kamu siapa?" tanyanya
"Aku Fajar" jawab Fajar
Mereka pun mengobrol,
"Apa kamu nggak malu mas Fajar berteman dengan aku" tanya Citra
"Untuk apa aku malu Citra" jawab Fajar.
"Lihatlah kondisiku" katanya
"Memangnya dalam menjalin sebuah pertemanan harus memandang fisik?" tanya Fajar.
"Nggak sih mas, namun teman-temanku menjauhi aku semenjak aku kecelakaan dan mengalami cidera seperti ini" jawab Citra
"Yang lebih parahnya lagi cowok juga aku ninggalin aku" imbuhnya
"Teman dan cowokmu sungguh keterlaluan, it is not fair" kata Fajar kesal
"Memang mas, tapi ya sudahlah. Aku juga nggak butuh mereka, aku bisa melakukan apapun sendiri tanpa mereka." timpal Citra
Karena hari semakin larut Fajar pun kembali namun sebelumnya dia mengantar Citra pulang terlebih dahulu.
Setelah Citra turun dari mobil Fajar empat mata terus saja memandanginya.
__ADS_1
"Terima kasih mas, hati-hati ya?" ucap Citra sambil melambaikan tangan pada Fajar.
Fajar pun melajukan mobilnya sedangkan Citra masuk ke dalam rumahnya.