
Melihatnya tersenyum licik membuatku merinding,sebelum terjadi hal hal yang di inginkan atau yang tidak diinginkan aku pun beranjak dan mundur perlahan untuk menghindari mas Raka,namun naas kakiku kesandung dan aku pun jatuh.
"Auwwww"pekikku.
Bukannya menolong mas Raka malah tertawa sambil berkata"syukurin,kualat sama suami,mangkanya jangan ngerjain suami"dia pun mendekat.
Senyumnya masih menunjukan senyum yang licik.
"Mati aku"gumamku yang bisa didengar mas Raka.
"Sabar sayang aku tidak akan membunuhmu"ucapnya dengan memandangku.
Dengan gugup aku membuang pandanganku dan menggeser pantatku ke belakang untuk menghindari mas Raka.
Namun secepat kilat mas Raka memegang tanganku.
Dia mencondongkan tubuhnya hingga lantai dan kepalaku bertemu.
"Mas,kamu mau apa???"tanyaku gugup.
"Menghukum istriku karena berani mengerjaiku"jawabnya.
Mas Raka lagi lagi tersenyum licik.
Dipeganginya tanganku dengan kedua tangannya,tubuhku kali ini benar benar terkunci.
Mas Raka menjatuhkan wajahnya di leherku seketika akupun tertawa kegelian,
"Ampun mas,geli mas nanti aku ngompol disini lo mas"pintaku
Namun mas Raka masih saja menciumi leherku,bahkan dia sengaja menggesek gesekan bulu bulu sekitar mulutnya ke leherku.
Lama lama aku pun mendesah, geli nikmat jadi satu.
mendengar desahanku membuat Raka semakin menjadi.
__ADS_1
"Mas aku menginginkannya"lirihku.
Raka pun menaikan wajahnya dan memandangku.
"Kamu yakin??apa sudah sembuh??"tanyanya dengan ekspresi yang sulit diartikan.
Aku hanya mengangguk,
aku tau ada yang menegang di bawah dan jelas jelas aku merasakannya.
Aku merubah posisiku,aku yang diatasnya.
"Kamu juga kan mas???
ni ada yang menegang di dalam celanamu."kataku dengan tersenyum.
"Tapi Mel...."belum sempat Raka melanjutkan perkataannya aku langsung melahap bibirnya.
"Kebanyakan tapi,gak tau apa orang pengen"batinku lalu menikmati bibir mas Raka.
"Pindah yuk Mel"ajaknya.
"Gak usah kita di lantai saja"kataku lalu bekerja di atasnya.
Sebenarnya bagian sensitifku masih perih,namun kalah dengan nafsuku.
Raka mulai mendesah sambil memanggil namaku,dia memintaku supaya memompa lebih cepat.
Ternyata capek juga bekerja diatas.
Lalu aku pun diam sejenak,karena ada benda yang menggantung,Raka pun melahabnya.
Kini aku pun mendesah.
"Gigit mas"lirihku dalam desahan.
__ADS_1
Raka pun menggigit kecil pucuk dadaku,sehingga aku pun melayang.
Raka membalik tubuhku,kini dia yang akan bekerja.
kutarik wajahnya sehingga dia melepaskan pucuk dadaku yang dimainkannya.
Kuhisap lehernya sehingga membuat tanda warna merah.
Raka kini pun mulai bekerja,hampir tiga puluh menit kita bergulat namun Raka tak kunjung sampai,padahal aku sudah dua kali pelepasan.
Berbeda dengan yang semalam.
"Mas kamu kok lama sih mas"lirihku karena kau sudah mulai lelah.
"Biar kamu puas Mel,"sautnya dengan terus mendesah.
Tak lama kemudian tubuhnya menegang dan aku merasakan hangat di pangkal pahaku.
Setelah keluar dia langsung mencabut bendanya.
"Aku duluan Mel,takut telat datang ke kantor"katanya lalu bergegas ke kamar mandi.
Aku pun menggerutu,
"Mas Raka gitu,aku di tinggal, ga romantis sama sekali,di gendong kek,dasar payah"
Aku pun bangun dari lantai dan menyusul ke kamar mandi.
Saat hendak masuk ternyata pintunya di kunci.
"Mas Raka buka dong,ngapain juga dikunci???kaya anak perawan saja pintu dikunci segala"gerutuku sambil memegangi area sensitif yang masih agak sakit.
"Bentar Mel,ni mau selesai"teriaknya dari dalam.
Kelamaan nunggu mas Raka aku pun keluar pindah ke kamar sebelah untuk membersihkan diri disana.
__ADS_1