Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Raka bahagia


__ADS_3

Hari ini mas Raka pulang larut karena pekerjaan yang menumpuk.


Aku dengan gelisah menunggu mas Raka.


Di kantor, Raka masih berkutat dengan berkas berkas dan sebagainya.


"Bagaimana Jar,dah selesai pa belum??"tanyanya pada Fajar karena mereka sekarang sedang belajar kelompok.


"Belum pak"jawab Fajar masih dengan tatapan yang tak lepas dari berkas yang dibawanya.


Satu jam kemudian,baru Raka dan Fajar memberesi berkas berkas yang berserakan di meja.


"Kita secepatnya harus ke lapangan Jar,kamu siapkan semua"kata lalu mengambil kontak mobil di laci.


"Siap mas Boz"saut Fajar dengan menaikan jempol tangannya.


"Ya sudah,aku pulang dulu"Raka pun melenggang pergi keluar ruangannya.


*********


Di rumah,aku cemas dan gelisah menunggu mas Raka,pasalnya aku tidak sabar menyampaikan kabar gembira kalau aku tengah hamil.


Tak selang berapa lama pintu kamar pun terbuka,kulihat mas Raka pulang dengan membawa nasi goreng.


Setiap hari dia selalu membawa nasi goreng.


Melihat bungkusan nasi goreng yang dibawa mas Raka membuatku melupakan tujuan awalku.


Dengan semangat aku menerima nasi goreng yang disodorkan kepadaku.


""Kita makan di sini saja ya mas"kataku lalu ke dapur untuk mengambil sendok.

__ADS_1


Setelahnya kami menikmati nasi goreng yang terenak sedunia.


"Mel,dalam waktu dekat ini,aku harus keluar pulau,kamu gak apa apa kan aku tinggal??"kata Raka yang membuat aku tersedak.


Uhuk....Uhuk


"Pelan pelan dong Mel"Raka pun mengambilkan minum.


"Iya mas"sautku setelah meminum air yang diberikan mas Raka.


Lalu kami pun melanjutkan makan kami.Setelah makan,kami mengobrol di atas tempat tidur.


"Mas apa aku boleh ikut?"tanyaku yang membuat Raka menatapku.


Dia mengisaratkan tidak setuju.


"Aku disana kan bekerja Mel,pasti pulangnya juga larut,kasian kamu kalau aku tinggal


"Baiklah kalau begitu,sebenarnya aku ada kabar bagus untukmu"celotehku dengan tersenyum.


"Apa Mel??"tanya Raka penasaran.


"Akhirnya misteri alasan aku makan banyak udah terungkap mas"kataku bertele tele yang membuat Raka semakin penasaran.


"Apaan sih Mel?"tanya Raka lagi semakin penasaran.


"Aku hamil mas"kataku lirih namun bisa didengar Raka.


"Ooo hamil"sautnya singkat dengan memelototkan mata.


"Kamu hamil Mel??kamu yakin??nggak bohong kan"tanya Raka penuh dengan penekanan.

__ADS_1


"Yakin mas"jawabku singkat dengan tersenyum.


"Gak ngeprank kan Mel??"Raka pun bertanya lagi guna memastikan.


"Tau ah,mas Raka gitu"gerutuku lalu merebahkan dan membungkus diri dengan selimut.


Raka pun menarik selimutku


"Maaf Mel!,iya iya maaf"Raka pun merasa bersalah.


Lalu aku membuka selimutku dan duduk menatap Raka.


"Aku bersukur sekali mas,karena Tuhan memberikan kita dua bonus.


Raka yang tidak paham pun bertanya kembali.


"Bonus apa sih Mel,gunakan bahasa yang mudah dipahami"timpalnya.


Aku melihatnya sedikit merajuk, sungguh tersenyum bahagia.


"Aku hamil kembar tiga mas"kataku yang membuat Raka bahagia.


"Kamu serius Mel?"tanya Raka meyakinkan dengan kedua tangannya memegang bahuku.


Sebelum aku diberondong dengan pertanyaan yang beraneka ragam,lalu aku pun mengambil surat dari dokter dan hasil USGnya tadi pagi.


"Ini mas,kamu bisa langsung cek saja"celotehku dengan tersenyum.


Raka langsung saja menyaut buku yang aku sodorkan padanya.


Dia membuka isinya,dan melihat yang tertulis.

__ADS_1


Raka sungguh senang sekali,apalagi setelah melihat hasil USG


__ADS_2