Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Ucapan ajaib Rangga


__ADS_3

Sebulan telah berlalu, Setiap hari aku menangis di depan tubuh mas Raka, tubuh yang hidup namun seperti mati. Ntah kapan mas Raka bangun dari tidur lamannya.


David Bryan pun memberikan kebijakan selama mas Raka sakit perusahaan di pegang oleh Fajar.


"Kamu sampai kapan akan tidur terus mas, tidak kah kamu kasian padaku maupun anak kita mas?" gumam ku sambil memegang tangan mas Raka


"Kalau kamu tidur terus aku pastikan aku akan selingkuh mas, biar saja kamu aku tinggal kawin lagi" cicit ku lagi


Fajar yang baru datang pun tertawa mendengar kata-kataku


"Memangnya kamu mau menikah dengan siapa Mel?" tanyanya dengan tertawa


"Siapa saja yang mau dengan aku mas, lagi pula aku masih muda dan cantik untuk apa menunggu mayat hidup ini" kataku dengan terkekeh


"Cepatlah bangun mas, lihatlah istrimu yang genit ini dia mau menikah lagi, dia nggak mau terus terusan jablay" Fajar pun tertawa ngakak


Melati yang geram pun membuang mukanya, "daripada kamu jomblo abadi" ejek ku


Kami pun mengobrol ngalor dan ngidul tak jelas, hingga tak menyadari kalau wanita yang yang tempo hari datang lagi.


"Mas Rio bangunlah mas, apa kamu nggak kasihan sama aku" ucap nya lirih di depan tubuh mas Raka.


Aku pun menghampirinya, " dia bukan suamimu melainkan suamiku Raka Sanjaya" kataku yang membuat wanita yang bernama Ratih tersebut terkejut

__ADS_1


"Kamu jangan mengada-ngada mba, dia ini suamiku mas Rio!"serunya


"Tanyalah pada seluruh dunia kalau lelaki yang tidur di depan mu adalah Raka Sanjaya suamiku" kataku


Dia pun menangis dan berteriak "nggak mungkin"


Saat bersamaan datanglah orang tua Ratih, mereka pun marah padaku karena membuat anak mereka histeris.


Mereka yang tak terima pun mengancam akan memenjarakan mas Raka


"Silahkan penjarakan saja mas Raka" kataku lancang tak takut pada ancaman mereka.


Mereka pun pergi, dengan wajah yang kesal.


Mas Fajar pun menenangkan aku, dia juga akan menyewa pengacara hebat untuk membebaskan mas Raka, karena menurut data mereka saat itu juga bersalah.


Aku pun lega dengan penuturan mas Fajar.


Di sisi lain wanita yang bernama Ratih tersebut bertengkar dengan orang tuanya


"Bagaimana bisa ayah dan bunda meminta orang lain untuk berpura-pura menjadi mas Rio? pantas saja sikapnya tak semanis mas Rio?" katanya sambil terisak


"Kami hanya ingin dia mempertanggung jawabkan perbuatannya Ratih, dia yang menyebabkan Rio meninggal" sahut ayah bundanya

__ADS_1


"Namun semua juga salah kami juga ayah, karena sangat bahagia kami pun berciuman di mobil hingga tak mengindahkan pengendara lainnya, jadi bukan sepenuhnya salah pria itu" katanya mencoba menjelaskan


"Tetap saja dia yang salah, karena berkendara dengan posisi mabuk" timpal kedua ayahnya


"Lepaskan saja dia ayah, aku nggak mau istrinya mengalami hal sama seperti yang aku alami, mas Rio pasti akan bahagia jika kita tidak menyimpan dendam" sahut Ratih.


"Kamu sungguh mulia sayang, baiklah ayah dan bunda tidak akan memperpanjang kasus ini" Mereka pun saling berpelukan


********


Rangga yang mendengar kabar kalau Raka koma pun terbang dari Jepang ke Indonesia kebetulan juga dia ada pekerjaan di Indo.


Rangga yang baru mendarat langsung meminta sopir untuk menuju rumah sakit. Setelah bertanya di resepsionis Rangga pun masuk ke dalam kamar dimana Raka dirawat


"Mel" panggil Rangga saat masuk dalam ruangan


"Mas Rangga" sahutku


Rangga pun turut bersedih dengan keadaan Raka yang terbaring tak sadarkan diri.


Dia pun berbisik pada Raka


"Teruslah tidur namun jangan salahkan aku jika Melati aku rebut dari tanganmu"

__ADS_1


Tiba-tiba tangan Raka pun bergerak, aku dan mas Rangga saling pandang.


__ADS_2