Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Fajar adalah kakakku


__ADS_3

Mendengar obrolan mereka Bunga akhirnya tau kalau Rangga adalah CEO dari perusahaan Jepang.


"Jadi dia seorang CEO"batin Bunga menatap Rangga.


Rangga yang tau kalau Bunga terus memandanginya pun bedehem.


Ehem ehem


Raka dan Fajar yang tidak tau pun bertanya


"Ada apa pak Rangga???tanya Raka dengan tersenyum.


"Daritadi ada yang memandangi saya pak, saya tidak nyaman padahal di sini juga ada kekasihnya."jawab Rangga dengan melihat Bunga.


Mendengar kata kata Rangga tentu semua bingung tak karu karuan.


Terlebih Bunga,di atas kepalanya tanda tanya besar.


"Tunggu tunggu,maksudnya apa ni, kekasih apa maksudnya?"tanya Bunga dengan menatap sinis Rangga.


Raka dan Fajar hanya tertawa melihat Bunga dan Rangga.


"Bukankah pak Fajar adalah kekasih anda nona??"jawab Rangga dengan menatap Bunga


Semua pun tertawa,


Bunga pun memeluk Fajar.

__ADS_1


"Aku sangat menyayanginya pak Rangga,dia selalu menjagaku dari kecil.Kakak yang selalu sayang kepada adiknya bahkan dia lebih dari seorang kekasih"kata Bunga yang membuat Rangga menunduk malu.


"Rangga Rangga,Fajar adalah adalah kakak Bunga yang artinya dia adalah adik ipar dari David Bryan,partnermu"ucap Raka dengan terkekeh.


Aku yang mendengar pun ikut menimpali dari atas bedku.


"Mas Rangga cemburu ya sama mas Fajar,apa mas Rangga tidak bisa melihat kalau mereka sangat mirip"celetukku dengan tertawa.


Fajar hanya geleng geleng kepala.


"Aku merestui kalau kamu naksir adikku Bunga namun dia masih kelas dua SMA jadi kalau ingin menikah dengannya harus menunggu beberapa tahun lagi"kata Fajar dengan terkekeh.


"Iiihhh mas Fajar,siapa juga yang mau sama pak Rangga,orangnya menyebalkan sekali"cicit Bunga dengan cemberut.


"Ingat Bunga,benci jadi cinta"Raka pun menimpali.


"Menikah dulu gak papa mas Fajar,kuliahnya setelah menikah."sautku"Mas Rangga udah ganteng,kaya,CEO paket lengkap Bunga, jangan sia siakan model yang kaya begini,limited edision"imbuhku dengan terkekeh.


Raka yang mendengar aku memuji Rangga pun menimpali


"Jangan memuji laki laki lain di depanku Mel"


"Gak ku sangka mas Raka posesif juga"saut Fajar.


"Mas Raka parah,seperti mas David Bryan aja.Bucin akut ma mba Puput"imbuh Bunga.


Kami semua pun tertawa.

__ADS_1


Acara menengok aku sakit malah jadi ajang saling membully.


Kami berhenti membully setelah ada dokter datang.


"Wah kelihatannya sangat ramai sekali,maaf mengganggu waktunya,saya akan memeriksa nyonya Melati"kata dokter tersebut lalu menuju ke bedku.


Sekitar lima menit dokter selesai mengecek keadaanku.


Sebelum pergi dokter berpesan pada mas Raka untuk berbicara empat mata di ruangannya.


"Kalian semua jangan balik dulu ya,aku titip Melati sebentar"pinta Raka pada mereka semua.


Aku yang bingung pun bertanya kepada mas Raka.


"Ada apa ya mas,kenapa mas Raka dipanggil dokter,sebenarnya aku kenapa sih mas??tanyaku dengan menatap mas Raka.


Raka pun menghampiriku lalu mengecup keningku.


"Gak ada apa apa Mel,mungkin aku disuruh ambil obat atau bicara soal lainnya"jawab Raka dengan tersenyum lalu pergi keluar untuk menemui dokter.


Melihatku sedikit menekuk wajah membuat Rangga menghampiriku.


"Gak ada apa apa Mel,jangan takut"kata Rangga mencoba menenagkanku.


"Iya mas,makasih ya mas kamu udah persuli denganku"sautku dengan tersenyum.


"Selamanya Mel,aku akan peduli padamu,cinta dan namamu sudah mendarah daging dengan jiwaku"batin Rangga dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2