Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Masa lalu muncul kembali


__ADS_3

Aku terus berlari sambil menangis,sungguh perlakuan Raka menyebabkan mataku memproduksi airmata sangat banyak hingga tak mau berhenti kelaur.


Banyak mata yang memandangku,namun aku tak menghiraukannya karena aku fokus dengan rasa sakitku.


Saat aku hendak menaiki motorku ada dua orang gagah mendekatiku.


"Nona dengan segala hormat ikutlah kami"kata mereka berdua dengan hormat.


Aku pun menyunggingkan senyuman dan menenanggapi kata dari orang tersebut


"Kenapa aku harus ikut kalian,aku tidak ada urusan dengan kalian jadi minggirlah atau aku akan berteriak"kataku dengan menatap tajam kedua orang di depanku ini.


"Nona tolong kerja samanya"kata meraka dengan memohon.


Jiwa sosialku pun meronta,akhirnya aku pun menuruti keinginan mereka namun aku tetap menggunakan motorku.


Kami pun sampai di sebuah restoran,dengan langkah malas aku ikuti mereka.


"Tunggulah sebentar nona,tuan kami sebentar lagi akan datang"kata orang tersebut.


Tak selang berapa lama ada suara yang memanggilku dari belakang


"Mel...."panggilnya.


Mendengar suara itu membuat dadaku bergemuruh,air mata yang sudah berhenti memproduksi air mata pun memproduksi lagi.


Tubuhku pun kaku dengan jantung yang berdetak kencang.


Satu kata yang lolos dari mulutku.


"Mas...."


Aku pun berdiri namun tubuhku tak kuasa untuk berbalik.


Dia pun memelukku dari belakang dan berkata


"Aku sangat merindukanmu Mel"katanya dengan lirih.


Aku pun tersenyum sinis tak bisa ku pungkiri ini adalah pelukan yang selalu aku rindukan,pelukan yang selalu membuatku hangat di saat aku kedinginan, pelukan yang mempu menenangkanku di saat aku banyak masalah.

__ADS_1


Aku pun membalikan tubuhku,bukan senyuman yang aku suguhkan atau rentangan tangan yang siap menerima pelukan namun sebuah tamparan yang mendarat sempurna di pipinya.


Plaakkkk....


Gambar tanganku tergambar jelas di pipinya,tak hanya sekali aku pun kembali lagi menamparnya bahkan tanganku sendiri sampai merasakan sakit.


Plaakkkkk....


Mendapat dua tamparan dariku hanya membuatnya diam seribu bahasa.


Bahkan pengawalnya tak terima jika aku menyakiti tuannya,tangannya terangkat sebagai kode dilarang untuk menyentuhku atau membalas perlakuanku.


Dengan mata yang memerah aku menatapnya


"Itu tak sebanding dengan apa yang kamu lakukan ke aku,kamu orang termunafik yang pernah aku temui,orang pengecut.


Aku menyesal telah mencintaimu,menyesal telah mencintai lelaki brengsek sepertimu"kataku dengan bersungut.


Dia hanya tersenyum lalu menatapku sendu


"Apa sudah bicaranya,sekarang ijinkan aku menjelaskan semua Mel,kamu pantas marah denganku,kamu pantas menamparku ataupun membunuhku."tuturnya lembut dengan wajah yang sulit diartikan.


Dia adalah Rangga Rahardian orang yang selama bertahun tahun menemaniku,namun ketika keinginan untuk menikah keluar dari mulutku membuatnya merantau ke negeri orang untuk mengumpulkan rejeki supaya bisa menikah dan memberikan rumah untukku.


Namun setelah kepergiannya tidak pernah ada kabar lagi darinya, dia bak di telan bumi.


Tentu hal itu membuatku gila,bertahun tahun bersama lalu di tinggal begitu saja tanpa ada kabar sama sekali.


"Kenapa kamu nggak mati saja mas,dengan begitu terkubur sudah kenangan kita dengan mayatmu"kataku yang membuat Rangga mundur selangkah.


"Tak kusangka mulutmu sanggup mengatakan itu Mel bahkan aku belum menjelaskan apa apa padamu."katanya dengan mata yang basah.


"Sekarang jelaskanlah padaku,karena aku masih banyak urusan"kataku sinis.


Dia pun melangkahkan kaki dan menarik kursi,dan posisi kita kini berhadapan.


"Setelah ku jelaskan semua,aku harap kamu mau memaafkanku Mel dan kita bisa menikah,aku sangat mencintaimu Mel,hingga saat ini cintaku padamu tak pernah berkurang sedikit pun"dia pun menatapku.


"Ceritakan mas,jangan mengulur waktuku"kataku masih sinis.

__ADS_1


Dia pun menghela nafas dan mulai bercerita


"Saat aku tiba di jepang aku mendapatkan kecelakaan yang cukup parah sehingga membuatku melupakan memoryku.


Orang yang menabrakku pun bertanggung jawab penuh atas diriku bahkan dia mendatangkan dokter dokter dari luar negeri untuk mengobatiku.


Empat bulan kemudian aku pun sembuh namun tidak dengan memoryku.


Dia mengurus semua dokumenku dan menjadikan aku anaknya mengingat beliau tidak memiliki anak.


Dia menyuruhku bekerja di perusahaannya,selain bekerja aku juga bersekolah untuk memperdalam ilmuku tentang bisnis.


Enam bulan yang lalu,aku di angkat menjadi pimpinan perusahaan yang di besarkannya.


Lambat namun pasti aku mengingat kembali sedikit demi sedikit,aku kembali ke Indonesia untuk mencari dirimu dan pulang Mel,namun kemarin saat aku dirumahku ternyata kedua orang tuaku sudah meninggal.


Dan kebetulan yang tak di sangka sangka aku bertemu denganmu tadi di Pramana Bryan Group."Dia pun menjelaskan panjang kali lebar.


Rangga pun memegang tanganku


"Aku juga menderita Mel saat jauh darimu,saat memoryku kembali,takut,sedih,frustasi jadi satu namun aku tak mau terjerumus dalam kesedihanku,lihatlah Mel aku sekarang


aku bisa mewujudkan impianmu,kamu ingin menjadi ratu sejagad kan dalam semalam,kamu juga ingin rumah yang sederhana namun indah kan Mel,aku bisa memberikannya Mel,bahkan rumah mewah pun aku bisa membuatkannya untukmu sesuai dengan desainmu"katanya dengan tersenyum namun matanya mengeluarkan airmata.


Mendengar kata katanya membuatku menangis,bahkan dia masih mengingat impianku sebelum dia pergi merantau.


Dengan sesak yang kurasakan aku pun berkata


"Aku sudah menikah mas"kataku lirih.


Mas Rangga pun mematung,melihatku dengan tertawa.


"Jangan bohong Mel,aku tidak suka leluconmu kali ini,tak mungkin kamu menikah secepat ini"katanya lalu melepas tanganku.


"Aku tidak bohong mas,sungguh aku sudah menikah"kataku lagi mencoba meyakinkan mas Rangga.


"Apa suamimu adalah Raka Sanjaya"tanyanya dengan sinis.


Aku pun hanya mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2