Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Ikut ke kantor


__ADS_3

Seminggu sudah kami menghabiskan waktu untuk berbulan madu di pulau Dewata,kini saatnya kami untuk kembali ke kota kami.


Tepat pukul sembilan kami sudah sampai di bandara Soekarno-Hatta,


"Welcome back Jakarta"kataku lalu kami keluar bandara.


Kami langsung menuju apartemen.


Raka pun mengganti bajunya dengan pakaian formal,aku yang melihatnya pun bertanya


"Kamu mau ke kantor mas"


"Iya Mel,kerjaanku sangat menumpuk"jawab Raka.


Lalu mendekat dengan membawa dasi.


"Pasangkan Mel??"pintanya yang membuatku tersenyum.


"Agak menunduk mas"kataku yang membuat mas Raka menunduk.


"Aku ikut ya mas"pintaku dengan tangan yang sibuk memasang dasi.


"Di rumah saja,nanti kamu capek Mel!"ujar Raka yang membuat aku memajukan bibir.


"Normalkan bibir kamu atau kulahap sekarang juga"bisik Raka dengan tersenyum.


"Pokoknya aku ikut,titik."paksaku.


Akhirnya mau gak mau,Raka mengajakku.


Lalu aku pun berganti pakaian,aku memakai dress yang dibelikan oleh mas Raka saat di Bali.


Raka yang melihatku pun mengacungkan jempolnya.


**********


"Jar keruanganku"pinta Raka kepada Fajar by telepon.

__ADS_1


Tak lama kemudian Fajar pun datang.


"Kok sudah pulang mas?"tanyanya tanpa menggunakan bahasa formal.


"Lama lama di Bali, kasian kamu"ucapnya dengan terkekeh.


"Mas Raka bisa saja,bagaimana dengan kecebongnya Mel,udah ada tanda tanda apa belum??"tanya Fajar dengan terkekeh.


"Belum mas,kelihatannya mas Raka kurang tok cer"jawabku lalu tertawa.


Raka pun melemparkan tatapan tajam ke arahku.


Sedangkan Fajar hanya tertawa.


"Oh ya mas,Bunga sudah masuk magang,berkas berkasnya masih di ruanganku"kata Fajar lalu duduk di seberang Raka.


"Langsung berikan saja pada HRD,oh ya bagaimana perkembangan proyek kita"tanya Raka.


"Berjalan sangat lancar mas,pak Rangga sungguh luar biasa"jawab Fajar yang sontak membuat Raka tersenyum.


Selepas kepergian Fajar,Raka fokus dengan pekerjaannya sedangkan aku yang jenuh pun beranjak menghampiri mas Raka.


Aku memutar kursi kebesaran mas Raka sehingga kami saling bertatapan.


"Boleh aku kelaur muter muter kantor ini??"tanyaku dengan sedikit takut.


"Tak boleh,tetap di ruanganku"jawab Raka lalu menyuruhku menyuruhku kembali ke sofa.


Aku yang kesal pun menghentak hentakan kakiku di lantai.


Raka pun tersenyum melihat kelakuanku.


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan dari luar.


"Masuk"teriak Raka dan pintu pun terbuka.

__ADS_1


Masuklah wanita kecil yang memakai seragam hitam putih.


"Mas Rakaaaa"teriaknya.


Seketika Raka berdiri lalu tersenyum.


Raka pun memeluk Bunga yang berdiri di depannya.


"Bagaimana kabar kamu Bunga,lama tak melihatmu"ucap Raka yang masih memeluk Bunga.


"Mas Raka ingkar janji dulu katany mau sering sering main tapi kenyataannya enggak."cicit Bunga lalu melepaskan pelukan mereka.


Aku yang masih di posisiku bertanya tanya,siapa wanita ini.


Rasa dongkol pun menghampiri pasalnya Raka langsung saja memeluknya seolah aku tak melihatku.


Puas mengobrol akhirnya Raka pun memperkenalkannya padaku.


"Mel,ini Bunga adik Fajar"katanya.


Seketika rasa dongkolku hilang


"Halo kak,namaku Bunga"sapanya dengan mengulurkan tangannya.


"Halo Bunga,aku Melati"jawabku dengan menerima uluran tangan Bunga.


Kami pun duduk bersama di sofa dan mengobrol.


"Oh ya mas Raka,ini berkas saya,kata mas Fajar suruh bawa ke mas Raka dan HRD."Bunga pun memberikan berkasnya.


"Ooo....Iya Bunga,semoga betah ya magang di sini,nanti aku tetap gaji kamu seperti karyawan lainnya"ucap Raka dengan tersenyum


"Makasih ya mas,ya udah Bunga pamit dulu,kerjaan Bunga masih banyak"pamit Bunga


"Iya Bunga"jawab kami berengan.


Bunga pun beranjak lalu keluar ruangan Raka.

__ADS_1


__ADS_2