
Di sisi lain Rangga sudah kembali dari Bali,karena CEO nya masih bulan madu Rangga pun membahas kerja sama mereka dengan Fajar yang selaku wakil CEO.
Pagi itu Rangga ke Pramana Bryan Group.
Sebelum turun dari mobil dia mendapat pesan.
Jadi saat dia masuk gedung mata serta tangannya tertuju ke ponselnya.
Sehingga tidak sengaja dia menabrak seorang wanita.
Bugggghhhh
"Auuwwww"teriak wanita tersebut.
Dia terjungkal saat bertabrakan dengan Rangga,berkas berkas yang di bawanya juga jatuh begitu pula ponsel Rangga.
"Hey....Kalau jalan matanya dipakai dong"omel wanita tersebut.
"Kamu juga,matanya di pakai saat jalan"balas Rangga.
Mereka berdua saling memarahi.Sehingga menjadi tontonan para pegawai lain.
"Sudahlah berbicara dengan wanita tak punya otak sepertimu kelihatannya agak sulit"ucap Rangga lalu melenggang pergi.
Tentu hal ini membuat si wanita geram.
Setelah menata berkas berkasnya,wanita tersebut berlalu pergi dari Pramana Bryan Group.
Rangga pun masuk ruangan wakil CEO untuk membahas kelanjutan Mega proyek mereka.
***********
__ADS_1
Raka dan aku pun asik berkejaran,kami benar benar tengah di mabuk asmara,
Setelah capek kami duduk di bawah pohon kelapa.
"Aku kok lapar ya mas"keluhku karena perutku mulai lapar.
"Di sini gak ada yang jualan makanan Mel"saut Raka.
"Kamu saja yang aku makan"selorohku dengan terkekeh.
Raka pun tersenyum licik.
"Hayo Mel,suasana alam terbuka"kekeh Raka.
Aku yang tahu arah pembicaraan Raka pun menyeringai.
"Otaknya lo mulai mesum,jangan macam macam ada beberapa orang yang menikmati keindahan pantai alam ini,bukan cuma kita."kataku yang membuat Raka terkekeh.
"Mas kamu gak ingin gitu gendong aku lagi,aku dah gak punya tenaga mas untuk naik"aku pun memelaskan diri supaya Raka mau menggendongku.
"Ogah,badan kamu berat"kekehnya.
Raka pun berjalan lebih dulu meninggalkanku,aku berlari kecil untuk mengejarnya.
"Mas Raka mau apa nanti aku belikan"rayuanku mulai keluar supaya Raka berbelas kasian dan mau menggendongku.
"Aku ga mau apa apa,aku bisa beli sendiri"ucap Raka.
"aku kasih jatah double ya untuk nanti malam,sebelumnya aku pijat dulu supaya mas Raka gak capek,gimana???penawaran langka lo mas"Rayuku.
Namun mas Raka seolah tak tergoda dengan rayuan mautku.
__ADS_1
"Kalau jatah itu kewajiban istri melayani suami,jadi kamu harus melayani suamimu kapan dan dimanapun.Malah kalau kamu gak mau melayani suamimu,neraka menantimu"ucap Raka yang membuatku melemas.
"Gimana sih merayu lelaki ini"batinku
"Ya udah kalau gitu,mas Raka kan mang gak sayang aku,diminta gendong saja mas Raka gak mau"imbuhku dengan memajukan bibir.
Raka sangat gemes melihatku,karena asik ngobrol gak terasa sudah separo jalan lebih.
Melihatku yang sedikit ngos ngosan,akhirnya Raka pun iba lalu mengangkat tubuhku.
Dia menggendongku ala bridal style dan aku pun mengalungkan tanganku di lehernya.
"Makasih ya mas,kamu lah lelaki paling baik,cakep perhatian sedunia"pujiku dengan tersenyum.
"Sudah simpan pujiannya,kalau keinginannya di turuti saja memuji coba kalau nggak merutuki dalam hati kan??"kekeh Raka.
"Siapa juga yang merutuki"ucapku lirih merasa malu seolah Raka tau apa yang aku pikirkan.
"Bener kan Mel?kalau gak dituruti seluruh umpatan keluar semua"ucapnya.
Aku yang merasa tersindir pun bersembunyi di dadanya.
"Gak gitu mas"belaku yang mendapat kekehan dari Raka.
Tak terasa kami sudah sampai dan mas Raka menurunkan aku.
Raka pun merenggangkan ototnya.
"Aku pijat ya di mobil"aku pun menawarkan diri.
"Boleh"katanya singkat lalu kami berjalan dengan tangan mas Raka yang mengapit kepalaku.
__ADS_1