Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Kecewa dengan Raka


__ADS_3

Waktu terus berlalu dan kini ketiga bayi kami sudah menginjak usia tujuh bulan.


Karena aku harus menyusui tiga bayi sekaligus membuat ***** makan ku tinggi dan juga makan ku banyak sekali sehingga membuat berat badanku naik drastis bahkan aku sangat gemuk.


Aku dan Raka berniat untuk membuat pesta kecil-kecilan dan mengundang teman maupun relasi Raka.


Malam ini sehabis magrib acara pestanya kami mulai. Banyak teman-teman Chris yang datang.


Aku yang repot dengan ketiga bayi kamu pun kurang begitu memperhatikan penampilanku.


Aku hanya memakai baju terusan panjang sehingga dengan tubuhku yang gemuk terlihat sangat jelek sekali.


Raka saat melihatku yang baru keluar kamar pun mengerutkan alisnya, temannya yang melihat raut wajah yang berubah saat melihat aku pun mencoba memprovokasi.


"Raka itu bini kamu?" tanyanya


"Iya, itu bini aku kenapa?" tanya Raka balik.


"Nggak kenapa-kenapa bro, cuman cara berpakaiannya sangat tidak cocok sekali, maaf bukannya apa-apa namun kamu seorang CEO kan nggak pantas sekali kalau bini kamu berpenampilan seperti itu" katanya dengan tersenyum licik.


Raka pun masuk dalam provokasinya. Dia menghampiriku yang sibuk menyapa para ibu-ibu.

__ADS_1


"Ikut aku Mel" perintah Raka. Dengan kasar Raka menarik tanganku sehingga pergelangan tanganku sungguh sakit.


"Apaan sih mas" gerutu ku karena sakit.


Raka membawaku ke kamar, setibanya di kamar


mas Raka membuang ku di kasur. Aku yang kaget dengan sikapnya pun bertanya


"Apa salahku mas, sehingga kamu membanting ku ke kasur"


"Lihatlah Mel penampilan kamu, aku ini seorang CEO bagaimana bisa kamu berpakaian seperti ini!"seru Raka yang membuat aku kaget.


Dengan mata yang berkaca aku menatap wajahnya


"Aku yakin kamu pasti paham dengan maksud aku!" serunya lalu keluar kamar.


Air mataku pun lolos, tak ku sangka mas Raka berkata seperti itu. Memangnya aku harus berpakaian seperti apa? badan aku saja Segede gini dress yang dulu-dulu mana mungkin muat.


Dengan air mata yang lolos, aku membuka lemari kulihat ada satu dress yang sering aku pakai dulu namun sudah agak sesak.


Daripada aku dikatai mas Raka lebih baik aku memakainya.

__ADS_1


Setelah memakai baju itu aku pun ke bawah, Raka yang melihatku memakai dress itu merasa sangat malu pasalnya bentuk tubuhku yang gemuk terlihat semua.


"OMG Melati" batinnya dengan menahan malu pasalnya semua mata tertuju padaku.


Karena tidak mungkin menyuruhku ganti baju Raka pun membiarkan aku dengan bajuku sampai acara selesai.


Dua jam pun berlalu, para tamu sudah pada pamit.


"Terima kasih bro, Oya Melati mataku sangat sejuk melihat gaun mu" katanya lalu menepuk bahu Raka.


Aku yang tau kalau dia mengejekku secara halus pun hanya diam. Kulihat raut wajah mas Raka telah berubah.


Tanpa berkata apa-apa Raka meninggalkanku lalu aku pun menyusul Raka ke kamar.


"Kamu kenapa sih mas" tanyaku dengan kesal


"Nggak apa-apa Mel, aku lelah dan ingin tidur"jawabnya singkat lalu merebahkan dirinya ke kasur


Aku menatap Raka dengan sendu,


"Apa kamu malu mas dengan aku yang sekarang. Namun kalau aku diet bagaimana dengan anak kita mas?" ucapku dengan kecewa

__ADS_1


Aku pun mengganti bajuku dengan pakaian yang lebih longgar lalu merebahkan diri samping Raka.


__ADS_2