Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Aku akan menjadi seorang ayah


__ADS_3

Bibir Raka pun melengkung melihat tiga benda kecil sekecil kacang dalam foto hasil USG.


Tidak menyangka sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah.


"Sebentar lagi aku akan menjadi ayah Mel??"tanyanya yang semua pun pasti tau jawabannya.


"Iya mas,kita sebentar lagi akan menjadi orang tua"jawabku dengan tersenyum.


"Jadi kamu harus makan yang banyak Mel,jangan sampai calon anak anak kita kekurangan makanan.


Susu jangan sampai telat,makan ikan,daging sayur,buah jangan kue kue atau makanan pinggir jalan."ucapnya dengan panjang lebar bahkan melebihi nasehat dari seorang dokter.


Aku geleng geleng kepala,belum belum dia sudah overprotectif.


"Jika perlu aku akan menambah art,mereka bisa menginap tanpa harus pulang,biar sewaktu waktu kamu lapar ada yang memasak."imbuhnya lalu kembali menatap foto hitam putih yang dipegangnya.


Namun tiba tiba wajahnya mendung,tentu aku yang melihatnya pun bertanya tanya.


"Kenapa mas???"tanyaku dengan menatap mas Raka lekat.


"Aku bingung Mel,terus yang menjaga kamu saat aku keluar pulau siapa???"jawabnya sendu.


"Ya elah mas,kiraen ada apa!bikin otakku kemana mana aja.Kan ada bi Ijah mas,soal art cukup bi Ijah saja mas,gak perlu nambah lagi,besok besok saja kalau aku sudah lahiran cari tiga baby sitter untuk anak kita"ucapku dengan tersenyum.


"Tapi kan bi Ijah tiap hari pulang Mel??"tanyanya lagi.


"Gampang bisa diatur,ntar aku suruh beliau menginap sekalian bawa anaknya gak papa."jawabku yang membuat Raka lega.

__ADS_1


"Ooo ya sudah kalau begitu Mel,jadi lega sekarang.Nanti kalau urusan aku sudah kelar aku akan segera pulang.


Aku pun tersenyum,walaupun aku sendiri merasa sedih ditinggal namun mau gimana lagi sudah tanggung jawab mas Raka sebagai pimpinan untuk mengurusi perusahaan.


Semua ada konsekuensinya,punya suami boz,harus siap ditinggal.


Kami pun saling berpelukan.


"Mel beberapa hari ini aku gak dapat jatah ya"bisiknya dengan tersenyum licik.


"Jangan mengada ngada mas,kemarin saat di kamar mandi tu apa!saat aku merendam kamu langsung menyusul,kan sekarang bilang beberapa hari gak dapat jatah"omelku geram dengan mas Raka.


"Iya iya Mel,kan aku lupa"kekehnya dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bukan lupa tapi berpura pura supaya dapat jatah double gitu kan???"terkaku yang membiat Raka menggelitik perutku.


"Ampun maaaassss"


Awalnya menggelitik di perut namun tangannya bergerilya ke atas,sekarang dari menggelitik beralih ke meremas.


Bukan tawa geli lagi yang keluar dari mulutku namun sebuah desahan,karena nikmatnya sentuhan mas Raka.


"Ayo mas,namun pelan pelan ya,kita lakukan secara lembut ya"kataku yang membuat Raka menghentikan aksinya.


"Siap Mel"saut Raka lalu melepas pakaianku maupun pakaiannya.


Kami pun siap bertempur.

__ADS_1


***********


Keesokan harinya,mas Raka bangun lebih dulu daripada aku.


Mas Raka sudah berkutat di dapur karena biIjah belum datang.


Raka membuat jus buah,telur rebus roti serta sayur.


Dia membuat menu sehat untukku.


Aku yang sudah bangun melihat sampingku namun aku tidak menemukan mas Raka.


"Mana mas Raka"batinku lalu menginjakan kakiku kelantai.


Kucari mas Raka di kamar mandi,namun nihil.Lalu aku keluar untuk mencari di tempat lain.


Aku terkejut melihat makanan sudah tersaji di meja makan.


"Mas,kamu yang nyiapin semua ini??"tanyaku lalu memeluk mas Raka dari belakang.


Raka tersenyum lalu membalikan badannya dan memelukku.


"For you Mel,ibu hamil harus makan makanan yang sehat,biar baby yang di perut cepat besar dan tumbuh sehat"ucapnya lalu mengecup keningku


Aku sangat terharu dengan apa yang dilakukan mas Raka.


"Terima kasih mas"ucapku lirih dengan mengeratkan pelukanku.

__ADS_1


__ADS_2