Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Sadar dan koma


__ADS_3

Deg....


Air mata yang kering basah kembali, aku terduduk lemas dilantai mas Fajar yang melihatku pun iba lalu memelukku lagi.


"Maafkan aku mas Raka berkali-kali harus memeluk istrimu" batin Fajar


Aku semakin mengerutkan pelukanku pada mas Fajar,


"Mas Raka tega banget sih mas, menikah lagi dengan wanita lain" lirihku


"Semua tidak seperti yang kamu kira Mel" sahut Fajar.


Melihatku terisak kedua orang tua wanita tersebut pun membawa putri mereka pergi, awalnya dia menolak namun orang tua mereka memaksa membawa putrinya pergi.


Setelah kepergian wanita tersebut aku pun mendekati mas Raka yang masih terpejam


"Kejam sekali mas kamu padaku, kamu menduakan aku yang telah kamu pilih untuk menjadi pendamping mu, mati lah saja dirimu supaya tidak akan ada yang bisa memilikimu" kataku dengan menatap Raka.


Fajar yang mendengar kata-kata ku pun mendekat


"Kamu ngomong apa sih Mel, kamu doain mas Raka untuk mati?" sahut Fajar geram denganku.

__ADS_1


"Untuk apa mendoakan penghianat ini untuk sembuh mas, biar saja dia mati supaya di sana dia bisa bertemu Roy" timpalku.


"Dia bukan istri mas Raka Mel" kata Fajar yang membuat aku menoleh ke arahnya


"Gak usah membela mas Raka mas" kataku


"Kamu nggak melihat keadaan wanita tadi, duduk di atas kursi roda dan matanya buta" sahut mas Fajar yang membuat aku terdiam.


"Dia seperti itu gara-gara mas Raka menabraknya Mel, sedangkan suaminya meninggal di tempat." imbuh mas Fajar.


Aku pun lemas kembali, apa yang sebenarnya terjadi kenapa seolah takdir mempermainkan aku.


"Apa lagi ini mas?" tanyaku dengan air mata yang semakin deras.


Aku yang frustasi pun berteriak dengan menjambak rambutku


"Tidaaaakkk, nggak mungkin jadi seperti ini mas" kataku


Fajar lagi-lagi memelukku dan berusaha menenangkan ku.


"Sekali lagi aku memelukmu Raka pasti menghajar ku Mel" kata Fajar yang membuatku mendongakkan kepala.

__ADS_1


Tiba-tiba Raka membuka matanya, dia pun menatapku yang masih dalam pelukan mas Fajar


"Mel" panggilnya lirih


Aku pun melepas pelukanku dan mendekat ke sisi mas Raka.


"Mas Fajar panggil dokter" teriakku


Mas Fajar pun menekan tombol, tak selang berapa lama dokter pun datang.


"Dok tadi mas Raka memanggil nama saya, apa keadaanya sudah stabil" tanyaku dengan cemas


"Biar saya periksa dulu nyonya" jawab dokter


Dokter segera memeriksa mas Raka, setelah memeriksa mas Raka dokter pun berkata


"Mohon maaf, keadaannya masih sama dan kelihatannya pak Raka mengalami koma"


"Tadi mengapa dia memanggil saya dok" tanyaku heran


Ntah lah mungkin ada sesuatu yang ingin sekali pak Raka katakan sehingga membuatnya sadar sebentar lalu kembali lagi" jawab dokter.

__ADS_1


"Ya sudah nyonya saya saya tinggal dulu kalau ada apa-apa segera hubungi kami" imbuh dokter lalu keluar.!


__ADS_2