Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Berciuman di depan umum


__ADS_3

Aku kembali ke kursiku dengan sedikit kesal,Raka yang melihatku tiba tiba pun menghela nafas lalu bertanya


"Kamu kenapa lagi sih Mel??"tanyanya dengan menatapku.


Aku yang kesal pun menjawab pertanyaan Raka dengan ketus.


"Aku kesal sama mas Raka,ada hubungan apa sih mas, kamu sama wanita itu"kataku yang lagi lagi membuat Raka frustasi.


"Harus berapa kali aku bilang sih Mel!!aku dengannya tidak ada hubungan apa apa,dia hanya partner bisnis saja,apa perlu aku terjun ke laut supaya kamu percaya."kata Raka dengan kesal.


"Jangan membuat suasana gak enak dong Mel,kita kesini tu mau makan"imbuhnya lalu menatapku.


Aku pun menatapnya balik,terlihat rasa kesal di wajahnya.


Dengan bibir maju,aku pun bertanya lagi"kalau tidak ada hubungan apa apa,kenapa mas Raka membelikan kalung untuknya,bahkan aku yang istri mas Raka aja gak di belikan."


Raka mengusap rambutnya kasar,pasalnya aku telah salah paham.


"Kalung itu bukan aku yang membelinya melainkan Fajar,aku di suruh memberikannya pada Melly. Kata Fajar supaya dia menyetujui kerja sama dengan kami"jawab Raka lalu meminum minuman yang di depannya.


Dia meminumnya sampai habis.


"Kan aku tidak tau mas,kiranya kalung itu untuk aku,namun ternyata tidak,jujur saja aku juga kecewa"kataku lalu ikut minum.


"Kamu kok tau Mel"tanya Raka dengan menatapku

__ADS_1


"Aku melihatnya di tas kamu mas,aku kira itu untuk aku karena inisialnya juga M"jawabku dengan menunduk.


"Jadi kamu mau kalung??tanya Raka lagi dengan tersenyum.


Kini rasa kesalnya reda seketika,dia pun juga merasa bersalah karena menciptakan salah paham padaku.


Dengan malu aku menjawab


"Ya mau mas,siapa juga yang gak mau di kasih kalung".


"Ya sudah,setelah ini kita pergi ke toko perhiasan ya?kita beli kalung,cincin,gelang atau yang lainnya,terserah kamu mau beli apa asal nggak yang jual aja" timpal Raka dengan tersenyum.


"Benar mas"kataku sumringah lalu memegang tangan mas Raka.


Tak sengaja aku melihat wanita itu memandangi kami dari kejauhan,aku pun punya ide untuk membuatnya marah,karena kelihatannya dia memang tidak beres.


"Cium"kataku yang membuat Raka terkejut.


"Ini kan tempat umum Mel?"kata Raka yang menolak permintaanku.


"Ya sudah kalau gak mau"ketusku lalu memalingkan mukamu.


Lalu Raka pun menciumku,


Melly yang duduk di sebalah sana pun geram.

__ADS_1


"Bisa bisanya mereka berciuman disini"gerutu Melly sambil mengepalkan tangannya.


Raka yang sudah puas pun melepas ciumannya.


"kok ciumnya di bibir sih mas"gerutuku yang malu karena Raka mencium di bibir.


"Kamu tu cerewet sekali,ini salah itu salah,trus maumu bagaimana sih Mel??"Raka pun sangat geram padaku.


"Ya bukan gitu mas,maksudnya cium kening atau pipi gitu."kataku dengan menunduk


Lalu Raka pun melahap makanannya dengan cepat karena kesal padaku.


Seusai makan dia langsung saja menuju mobil tanpa menungguku.


"Aku kok di tinggal sih mas"kataku dengan berlari menyusulnya.


"Kamu bikin kesal Mel,membuat aku emosi"kata Raka lalu melajukan mobilnya.


"Maaf mas,maafin aku.Sebagai gantinya nanti tak kasih jatah dobel ya?"aku mencoba bernegosiasi.


"Triple"saut mas Raka singkat.


Aku pun melemas,"baiklah mas kalau itu bisa membuatmu memaafkanku."kataku.


Sedangkan Raka tersenyum puas.

__ADS_1


__ADS_2