
Mobil jemputan kami sudah standby,selama kurang lebih setengah jam kita sudah sampai di Resort kami.
Resort kami adalah Six Sense Uluwatu.
Salah satu resort mewah di Bali.
Alasan kenapa kak David Bryan memilih resort ini aku tak tahu namun sungguh indah sekali.
Dari pintu gerbang hingga ke Loby Resort kira kira kita menempuh jarak kurang lebih dua kilo meter,samping kanan kiri jalan penuh dengan penghijauan.
Bahkan sekitar resort di tanam sayur mayur untuk konsumsi sendiri.
Setelah kami di Loby kami disuguhkan dengan pemandangan laut yang super biasa indah.
"Mas ini amazing banget,aku sangat suka sekali mas.Baru kali ini aku datang ke tempat seperti ini"kataku dengan wajah super duper happy.
"Jadi aku akan sering sering mengajakmu berlibur Mel,bulan depan kita ke Amerika."ujar Raka dengan tersenyum.
"Kamu yakin mas???gak bohong kan?dosa lo kalau bohong"kakataku dengan penuh penekanan.
"Memangnya wajahku ada tampang wajah wajah pembohong ya???"ucap Raka.
__ADS_1
"Ya gak sih"kataku singkat sambil terkekeh.
Setelah proses check in selesai kami diantar petugasnya,menggunakan boogie car.
Sebelum diantar ke Villa kami,kami terlebih dahulu diajak berputar putar.
Disini terdapat seratusan Villa dan yang menghadap ke laut sekitar delapan puluhan.
Sekilas seperti Santorini,sepanjang perjalanan melewati lorong dengan kanan kiri batu.
Setelah sampai di villa kami,aku benar benar takjub.
Aku pun memeluk mas Raka,puas memeluknya aku pun menjatuhkan tubuhku di kasur.
"Apa kamu bahagia Mel??"tanyanya dengan memandang ke arahku.
Aku pun memiringkan tubuhku menghadapnya.
"Sangat mas dan terima kasih banyak."kataku dengan tersenyum.
Raka pun mengecup pucuk rambutku dan aku memejamkan mata menerima sentuhan dari Raka.
__ADS_1
"Mel,kamu mau gak kita gituan di luar,Villa.ini kan privasi jadi gak ada yang bakal lihat,aku ingin merasakan sensasi bercinta di alam terbuka."kata Raka yang membuat aku terbelangak.
Tak kusangka jiwa sex Raka liar juga,seperti yang film film dewasa.
"Kamu sering lihat film dewasa ya mas??"tanyaku curiga dengan mas Raka.
Dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal Raka berucap
"Sebelum menikah hampir gak pernah Mel,kalau lagi pengen saja itupun setahun bisa dihitung jari.
Kalau setelah menikah iya sih,menyelam sambil minum air Mel,dengan gitu kan aku bisa menghajarmu habis habisan dengan gaya gaya seperti di film film."jawab mas Raka dengan terkekeh.
"Ok ok,tapi awas saja kalau kamu bercinta denganku namun membayangkan mahkluk indah lainnya."ancamku dengan mengepalkan tangan ke arah Raka.
"Ampun Mel,sungguh istriku sadis amat,kalau gini mikir mikir deh kalau mau nambah"kata Raka dengan lirih biar aku tidak mendengar kata katanya namun aku masih bisa mendengarnya.
"Apa???jadi mas Raka ingin nambah lagi?jadi menurut mas Raka aku gak bisa muasin gitu,sehingga mau nambah lagi!!!Ok mas Raka boleh nambah lagi namun jangan harap si itu masih menempel sempurnya di pangkal paha mas Raka"ancamku dengan bersungut.
"Jangan dianggap serius Mel,aku hanya bercanda.Mana mungkin aku taga menduakan istriku yang cantik ini"Raka pun mengacak acak rambutku sehingga membuatku menggerutu.
"Awas lo ya no jatah selama di sini"kataku masih pura pura merajuk.
__ADS_1
"No jatah,tak tinggal pulang"ancam Raka balik.
"Iiiihhhhhh mas Raka nyebelin....."teriakku.