Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Kenapa tidak diberikan kepadaku


__ADS_3

Malam ini aku membayangkan moment moment romantis saat mas Mas Raka memberikan kalungnya padaku.


"Mas Raka kamu so sweet banget sih mas,gak nyangka kamu buat surprise buat aku"batinku dengan memainkan ponselku.


Raka masih sibuk di meja kerjanya, sedangkan aku menunggu di sofa sambil merebahkan tubuhku.


Lama menunggu namun mas Raka tak kunjung selesai,karena sangat mengantuk akhirnya aku tertidur di sofa.


Aku tidur dengan hati yang berbunga bunga.


Melihatku yang tertidur di sofa membuat Raka tersenyum.


"Capek nungguin sampai tertidur"gumam Raka.


Satu jam kemudian, pekerjaan Raka baru kelar.


Dia pun mengangkatku, dengan perlahan dia meletakkanku di kasur.


"Terima kasih mas Raka,i love you"igauku yang membuat Raka menimpali ucapanku.


"I love you too Mel"sautnya.


Awalnya tadi sangat berhasrat namun karena sudah tidur, Raka pun meredamkan hasratnya.


Dia ikut tidur di sampingku.


********


Pagi yang cerah pun datang,dengan malas kubuka mataku,seketika aku memegangi leherku namun kalung yang aku kenakan adalah kalungku sendiri.

__ADS_1


"Ahhh....Jadi kemarin aku mimpi,pasti karena aku tertidur mas Raka tak jadi memberikan kalungnya padaku,mungkin dia memberikannya saat hendak berangkat ke kantor"batinku sambil senyum senyum sendiri.


Kulangkahkan kakiku ke kamar mandi guna membersihkan diri lalu pergi memasak.


Pagi ini aku membuat nasi goreng cinta.


Aku menatanya sedemikian rupa dan nasi goreng cinta siap disajikan.


"Mas Raka pasti suka"gumamku lalu melangkahkan kaki masuk ke kamar.


Aku duduk di tepi ranjang lalu menyusuri wajahnya dengan tanganku.


"Hey....Tuan Raka,kapan kamu membuka mata,lihatlah mentari sudah menampakan dirinya."


Raka pun lalu memegangi tanganku.


"Dasar,bahkan nyawamu pun masih belum genap,memangnya bisa bekerja secara maksimal jika kamu sendiri masih setengah sadar"sautku dengan tertawa mengejek.


"OK kita buktikan nyonya Raka"Raka pun membalikan posisi dengan aku dibawah.


Olahraga pagi pun terjadi,erangan serta desahan memenuhi ruangan kamar kami.


*******


Mata Raka berbinar saat melihat nasi goreng yang sudah tersaji di meja makan.


"Mel,aku boleh kan makan di luar.


Aku sangat sayang untuk memakan nasi goreng ini"ujar Raka yang membuat aku memelototinya.

__ADS_1


"Iya iya Mel,galak sekali"gerutu Raka lalu memasukan telur ke dalam mulutnya.


Kami berdua pun makan bersama di tengah acara makan kami,aku melontarkan pertanyaan sama mas Raka.


"Nanti minta di masakin apa mas"tanyaku dengan menatapnya.


Sejenak Raka menghentikan makannya.


"Kamu masak apa saja pasti aku makan"jawabnya lalu melanjutkan makannya.


"Siapa tau kamu pengen makan apa gitu"tanyaku lagi.


"Mmmm....Ya udah masakin aku ayam bakar saja, untuk sambelnya jangan terlalu pedas ya,lalapannya kasih kemangi yang banyak,aku tidak suka kacang panjang."jawab Raka yang membuat aku menatapnya.


"Siap siap nanti aku akan masak ayam bakar buat mas Raka"sautku.


Kini Raka sudah siap untuk berangkat,aku sudah cengar cengir menunggu dia memberikan kalungnya padaku.


Namun kecewa menghampiriku saat Raka berangkat tanpa memberikan kalungnya padaku.


Hanya kecupan yang aku dapat.


Aku pun sangat kecewa,di kepalaku muncul tanda tanya besar,kenapa tidak diberikan kalungnya??


Tiba tiba sedikit harapan muncul ketika aku berkata


"Mungkin nanti sore dia akan memberikannya,bisa jadi mas Raka mengajakku makan malam dan memberikan kalungnya.


Ntah kenapa aku sangat mengharapkannya.

__ADS_1


__ADS_2