
Waktu ujian pun selesai, Fajar yang melihat para Mahasiswa berkeliaran pun masuk kembali ke kelas Citra.
"Bagaimana? pulang atau masih ada ujian lagi?" tanya Fajar.
"Masih ada ujian lagi mas, menyusul yang kemarin," jawab Citra
Citra pun ke kantor untuk mencari dosen dan meminta ujian susulan. Lagi-lagi Fajar pun hendak menggendong Chelsea.
"Mas aku jalan sendiri saja ya, malu dilihat para dosen," kata Citra menolak
"Nggak, kalau bagian itu mengalami pembengkakan bagaimana. Sudahlah sayang menurut saja aku nggak mau ambil resiko," sahut Fajar
Mau nggak mau akhirnya Citra pun digendong oleh Fajar, netra para dosen pun tertuju pada Fajar dan Citra.
Karena pernikahan mereka tidak dipublish jadi beberapa dosen pun bertanya
"Ini siapa Citra? kenapa menggendong kamu? tanya salah satu dosen
"Suami saya pak," jawab Citra
"Bukankah dia pak Fajar?" tanya dosen yang lain.
Fajar mengangguk dan tersenyum, beberapa dari mereka bahkan menyalami Fajar. Mereka tidak menyangka kalau mahasiswa mereka istri seorang seperti Fajar.
Citra pun mengikuti ujian susulan dan Fajar menunggu di mobil. Setelah selesai Fajar dan Citra pun ke rumah Fajar karena ibu dan ayah besarnya adik Fajar masih di sana.
__ADS_1
"Halo kak Citra," sapa Tirta yang kebetulan berada di teras
"Halo juga Tirta," sapa balik Citra
"Kamu udah rapi mau kemana Tirta?" tanya Fajar
"Mau balik mas, cafe nggak aja yang jaga kalau lama-lama di sini," jawab Tirta
"Oh gitu, ya sudah hati-hati," sahut Fajar.
Ibu, ayah dan Bunga pun keluar untuk mengantar Tirta
"Eh, pengantinnya kesini," cicit ibu
Citra pun hanya mengangguk lalu menyalami kedua mertuanya tersebut begitu pula dengan Fajar yang ikut menyalami orang tuanya.
"Kapan kalian bulan madu?" tanya ibu
Dua atau tiga hari lagi Bu, nunggu Citra selesai ujian," jawab Fajar
"Memangnya kita mau kemana mas?" tanya Citra
"Kita akan bulan madu sayang, kita jalan-jalan ke Spanyol," jawab Fajar
Citra pun bahagia, pasalnya selama ini dia belum pernah ke luar negeri, walaupun kedua orang tua Citra kaya namun Citra tidak pernah diajak ke luar negeri.
__ADS_1
"Ikut dong mas," sahut Bunga
"Nggak boleh ikut, kalau kamu mau ke luar negeri sana ngajak Rangga tapi harus nikah dulu takutnya nanti Rangga unboxing kamu lagi sebelum nikah," ucap Fajar yang membuat Bunga cemberut.
Ibu dan ayah pun hanya tertawa mendengar kata-kata anak mereka yang sudah besar-besar.
Saat asik mengobrol Rangga pun datang
"Umur panjang kamu Rangga, baru saja diomongin," kata Fajar
"ih pagi-pagi sudah menggunjing orang," cibir Rangga kesal
"Bunga mau ikut kakaknya bulan madu ke Spanyol," sahut ayah
Rangga pun melirik Bunga tentu hal itu membuat Bunga menunduk malu.
"Nggak kok mas, Bunga kan hanya bercanda"
"Bagaimana besok kalau ikut aku ke Jepang, seminggu lagi kita ke Indonesia," ajak Rangga
"Bunga sih mau-mau saja tapi nggak mungkin boleh sama ibu dan ayah," ucap Bunga dengan melirik kedua orang tuanya.
"Jangan dulu, kalian kan belum menikah takut terjadi hal-hal yang kalian inginkan namanya Saiton itu selalu menggoda." Ayah pun memberi nasehat pada Rangga dan Bunga
"Iya yah, Rangga paham kok yah. Rangga nggak mungkin merusak Bunga, Rangga ingin melakukannya pun setelah kami halal," timpal Rangga
__ADS_1
Semua pun tersenyum mendengar kata-kata Rangga
"Alhamdulillah," sahut ibu