
Pagi ini aku mengantar mas Raka ke bandara.
Berat rasanya ditinggal mas Raka walaupun cuma beberapa hari.
Aku masih saja menenggelamkan wajahku di bidang datar mas Raka,kupuas puaskan sebelum mas Raka pergi.
"Mel,sudah ya!nanti aku bisa ketinggalan pesawat Mel"kata Raka dengan lirih.
"Bentar mas,aku belum puas"sautku malah semakin menenggelamkan wajahku dalam dadanya.
Suara operator pun terdengar,yang memberitahukan kalau pesawat jurusan pulau X,segera lepas landas.
Dengan berat aku melepas pelukanku dengan cemberut.
"Cepat sekali sih gak tau apa kalau lagi menikmati sayonara dengan suamiku,diundur kek sejam atau dua jam."gerutuku sambil menghentak hentakkan kakiku ke lantai.
Raka dan Fajar yang melihatku pun tertawa.
Raka semakin gemas kepadaku.
"Aku akan segera pulang,baik baik di rumah ya"Raka memeluk keningku lalu mengusap perutku.
Raka dan Fajar pun berjalan meninggalkan aku,sesekali mas Raka berbalik dan melambaikan tangan padaku.
Aku juga membalas lambaian tangannya.
"Cepat kembali mas"gumamku lalu membalikan badan untuk berjalan keluar bandara.
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian,aku sudah sampai di apartemen.
Dalam apartemen ada bi Ijah dan juga anaknya yang berusia sembilan belas tahun.
Anak bi Ijah sangat berbeda dengan bi Ijah,anaknya terlihat sangat sombong dan sedikit bicara.
Bahkan dia tidak menghargai aku sebagai majikannya.
"Bu,siapkan makan dong buat Vera"suruhnya dengan duduk di atas meja.
Aku yang melihatnya hanya geleng geleng kepala,heran dengan Vera,kesan pertama melihatnya aku sudah benci namun aku tetap harus menghargai bi Ijah.
"Tunggu sebentar Ver,nunggu nyonya makan dulu"kata bi Ijah dengan lirih supaya tidak terdengar olehku.
"Bu,bu tinggal ambilkan saja kenapa harus sungkan dengan dia,toh Vera gak mungkin habiskan semua."gerutunya.
Aku yang sudah kesal pun Menghampiri Vera dan Bi Ijah.
"Maaf nyonya tidak apa apa,mari makan nyonya saya sudah masakan makanan untuk nyonya"jawab Bi Ijah.
Vera yang kesal pergi begitu saja bahkan dia menyenggol bahuku.
"Vera"bentak bi Ijah.
Bi Ijah pun memegang bahuku lalu memeriksanya.
"Maafkan anak saya nyonya,nanti biar saya yang memperingatkannya"kata Bi Ijah yang malu padaku.
__ADS_1
"Iya bi gak apa apa"ucapku walaupun sebenarnya aku sangat geram dengan anak model begitu.
Karena gak mau ambil pusing aku pun makan,sebenarnya tadi aku sudah makan namun sudah lapar lagi,maklum dibagi empat orang jadi cepat sekali lapar.
Setelah makan aku kembali ke kamar.
Aku melihat ponselku lalu meletakkanya di tempat tidur.
Baru sebentar saja Raka berangkat, namun rasa rindu padanya kini bersemayam di hatiku.
"Aku kangen"gumamku dengan menatap bagian kasur yang ditempati mas Raka.
Akhirnya karena kekenyangan aku pun mengantuk lalu bablas ke alam mimpi.
*******
Satu setengah jam kemudian Raka dan Fajar sudah sampai dikota X,saat baru saja menginjakan kaki, Raka mengambil ponselnya lalu mengirim pesan padaku.
Dia bilang kalau sudah sampai di kota X.
Tak lupa Raka mengirim foto dirinya.
Tanpa istirahat Raka dan Fajar langsung menuju kantor cabang dan segera menyelesaikan masalah disana.
Aku yang sudah terbangun pun segera melihat ponselku.
Aku melihat ada pesan dari mas Raka.
__ADS_1
Melihat fotonya aku senyum senyum sendiri.
Lalu membalas emot cium pada foto mas Raka.