Melati Untuk Sang CEO

Melati Untuk Sang CEO
Bali,im coming


__ADS_3

Badanku lelah,letih dan tak bergairah karena energiku dikuras habis habisan sama mas Raka.


Suara adzan dari ponselku pun mengembalikanku dari dunia mimpi.


Sayup mata enggan untuk terbuka,


rasa lelah masih melekat di tubuhku akibat ulah Raka semalam.


Masih dengan rasa malas yang mega besar kulangkahkan kaki ke kamar mandi,ku buka keras lalu berwudhu.


Aku pun sholat,walaupun malas aku tak sanggup meninggalkan kewajibanku sebagai seorang muslim.


Seusai sholat aku kembali lagi ke ranjang untuk melanjutkan mimpi lagi.


Tubuhku benar benar lelah sampai Raka bangun dan berangkat aku pun tak tau.


Saat mataku terbuka,aku tak melihat mas Raka di sampingku.


Aku bergegas bangun dan mengecek kamar mandi namun mas Raka tak ada di dalamnya.


Aku pun ke dapur dan lagi lagi aku tak menemukan mas Raka.


Kulihat ada setangkup roti dengan emoticon tersenyum.


Mas Raka membuatnya menggunakan susu kental manis rasa coklat.


"So sweet banget sih mas,di samping piring ada memo kecil bertuliskan


"Morning istriku tercinta,jangan lupa sarapan ya"


"Iiihhh mas Raka kenapa tidak membangunkan aku sih,pagi ini terasa hampa tanpa ku lihat wajah suamiku"gumamku.

__ADS_1


Aku mengambil ponselku dan menelponnya namun mas Raka tak mengangkatnya.


"Mungkin sibuk"batinku lalu kembali kedapur dan memakan sarapanku.


Setelah sarapan aku membersihkan diri lalu menonton drama kesukaanku.


Tiga jam berlalu aku yang bosan menonton drakor pun melangkahkan kaki ke balkon kulihat sekeliling apartemenku.Angin yang semilir membuatku bertahan di balkon.


Tiba tiba sebuah tangan mengagetkan aku.


"Apa yang kamu lakukan di sini Mel???"bisiknya yang membuat aku kaget bahkan terjingkat.


Aku pun membalikan badanku


"Kamu tu mas ngagetin saja,kalau jantungku copot gimana??"gerutuku dengan bibir maju.


"Kalau copot ya tinggal di pasang kembali Mel"kekehnya.


"Ampun Mel,jangan cubit Cubit Mel,nanti anak kamu mirip aku lo Mel,"katanya mencoba melepaskan tanganku.


"Ya memang kamu yang menanam benih mas,kalau mirip yang lain aneh dong"kataku geram.


"Hehehe"Raka pun tertawa.


"Eh mas,tumben kamu kok pulang,aku belum masak"kataku merasa bersalah.


"Aku pulang untuk menjemput bunga Melatiku"katanya dengan tersenyum.


"Memangnya kita mau kemana mas"tanyaku heran.


"Bulan madu dong,ayo kita ke Bali"jawabnya dengan mencium keningku.

__ADS_1


Aku spontan memeluk mas Raka,


"Makasih mas"ucapku kegirangan.


Raka mengecup pucuk rambutku.


Setelah puas berpelukan aku pun menuju kamar untuk bersiap siap.


Aku membawa apa yang aku butuhkan,untuk baju, mas Raka melarang untuk membawa baju banyak karena kami bisa membeli baju di sana.


Setelah siap kami pun turun ke parkiran,ternyata di sana ada mas Fajar yang sudah menunggu.


"Lo ada mas Fajar"kataku kaget.


"Iya Mel"jawab mas Fajar singkat.


Tak ada perbincangan antara kami,setetah kurang lebih dari setengah jam kami sudah sampai di bandara.


"Saya mengantar di sini saja ya mas,harus kembali lagi ke kantor,kudoakan pulang dari Bali sudah ada kecebong dalam perut Melati"ucap mas Fajar dengan terkekeh.


"Kamu pikir bayiku adalah kecebong,enak saja kalau menamai"gerutu Raka.


Fajar pun terkekeh.


Kami berdua turun dari mobil lalu masuk bandara.


Tak berapa lama pesawat pun lepas landas.


Kurang lebih dua jam kami dalam burung besi dan tepat pukul tiga sore kami menginjakan kaki di Bali.


Aku yang sangat senang put sedikit berteriak

__ADS_1


"Bali....Im coming!!".


__ADS_2