
Di Ibu Kota Kerajaan Dinasti Dayong.
Tandu pengantin yang berasal dari Kediaman Pangeran Ning telah tiba di depan Kediaman Perdana Menteri.
"Selamat, Kak. Mulai hari ini, Kakak akan diangkat menjadi Selir Putra Pangeran yang terhormat di Kediaman Pangeran Ning. Meskipun umur Putra Pangeran tidak panjang lagi, tapi aku tetap saja merasa iri pada Kakak."
"Kalau kamu iri padaku, bagaimana kalau kamu saja yang menikah dengannya? Dengan begitu, ibumu yang tidak tahu malu itu akan menjadi ibu mertua dari Putra Pangeran Ning." Yin Suhua yang sedang mengenakan baju pengantin berwarna merah dan juga mahkota emas di atas kepalanya, menatap lawan bicaranya itu dengan tatapan mata yang terlihat begitu dingin.
Dirinya adalah seorang wanita modern yang berbakat di bidang ilmu pengobatan Tiongkok dan ilmu kedokteran Barat, juga merupakan dokter ahli penyakit menular terkemuka di dunia, sekarang dia tiba-tiba melintasi waktu dan terdampar di dunia kuno.
Pemilik asli tubuh ini memiliki nama yang sama dengan dirinya. Sejak ibu kandungnya meninggal, ibu tirinya-lah yang mengontrol segala hal di Kediaman Perdana Menteri. Statusnya yang canggung sebagai putri kandung sah di kediaman ini, sering membuatnya mengalami penindasan. Selain itu, ayahnya sang Perdana Menteri yang berdarah dingin itu juga menjadikan dirinya sebagai bidak catur. Dia diberikan pada Keluarga Pangeran Ning sebagai pengantin pembawa berkah untuk Putra Pangeran Ning yang sakit-sakitan dan mungkin tidak bisa hidup lebih dari satu tahun itu. Oleh karena itu, satu malam sebelum hari pernikahan, pemilik asli tubuh ini pun memilih untuk bunuh diri dengan menelan racun.
Yin Miaoxue berdiri di depannya dengan ekspresi wajah yang munafik. Dia sengaja menutup mulutnya sendiri dengan lengan bajunya menunjukkan tingkahnya yang sok lemah lembut. Tatapan mata Miaoxue yang penuh penghinaan itu, benar-benar membuat Suhua merasa jijik.
"Yin Suhua, kamu harus tahu diri. Kamu adalah wanita pembawa sial yang telah menyebabkan ibumu dan adik kandungmu mati. Kamu seharusnya bersyukur karena masih bisa hidup hingga saat ini," teriak Yin Tiande dengan suara yang keras.
Yin Tiande merupakan saudara laki-laki yang seibu dengan Yin Miaoxue.
Yin Suhua juga tidak membiarkan dirinya dihina begitu saja, dia segera membalas perkataan Yin Tiande, "Nasibku sial banget! Kenapa orang-orang tidak berguna seperti kalian malah bisa menikmati hidup dengan bahagia? Apakah karena status kalian terlalu rendah, sehingga kalian bisa bertahan menghadapi semua cobaan itu?"
Yin Suhua hanya tersenyum sinis dan langsung menendang betis Yin Tiande. Tendangan itu berhasil membuat Yin Tiande terjatuh berlutut di lantai.
"Beraninya kamu memukul orang!" kata Yin Miaoxue yang sedang berdiri di samping.
Saat ini, aura balas dendam yang terpancar dari tubuh Yin Suhua terasa begitu kuat. Dia segera mengangkat kedua tangannya dan mendaratkan tamparan yang sangat keras di kedua sisi wajah Yin Miaoxue.
"Aku ingatkan kalian, sekarang aku adalah Selir Putra Pangeran Ning. Menurutmu, kalau nanti saat acara pernikahan mereka melihat bekas luka di wajahku, apakah Keluarga Pangeran Ning akan melepaskan Keluarga Perdana Menteri begitu saja. Apakah mereka akan membiarkan kalian begitu saja?"
Yin Tiande merasa begitu emosi setelah mendengar hal ini. Dia menatap Yin Suhua dengan tatapan yang sangat menyeramkan. Namun, dia tidak berani melakukan apapun terhadap Yin Suhua karena dia merasa takut akan kekuasaan Keluarga Pangeran Ning.
Tepat pada saat itu, terdengar suara yang sangat keras dari arah luar pintu: "Waktunya telah tiba, pengantin wanita diharapkan untuk masuk ke dalam tandu pengantin!"
Yin Suhua lalu berjalan melewati mereka sambil menatap tatapan mereka yang penuh rasa tidak percaya itu.
"Nikmatilah kehidupanmu selagi kamu bisa. Jangan menyia-nyiakan waktu yang indah ini. Bagaimanapun juga, semua orang harus bertanggung jawab atas hal jahat yang pernah dia lakukan sebelumnya!"
Yin Suhua duduk di dalam tandu pengantin. Dia merasa sedikit pusing ketika mendengar suara iring-iringan yang dibunyikan untuk menyambut pengantin wanita. Dia tahu pemilik asli tubuh ini telah bunuh diri dengan meneguk racun tadi malam, karena dia masih bisa merasakan efek racun itu.
Jika racun di dalam tubuhnya tidak segera dihilangkan, mungkin dia akan mati di dalam tandu pengantin ini sebelum dirinya tiba di Kediaman Pangeran Ning.
Alangkah baiknya jika dia bisa memindahkan laboratorium dan rak obatnya ke tempat ini. Dia pasti bisa menyelesaikan segala jenis penyakit baik dengan pengobatan tradisional Tiongkok maupun dengan metode kedokteran Barat.
__ADS_1
Ketika Yin Suhua sedang memikirkan hal ini, tiba-tiba dia melihat laboratorium dan juga rak obatnya muncul di hadapannya.
Dirinya seketika tercengang, apakah penglihatannya ini salah?
Dia lalu mencoba untuk mengulurkan tangannya ke arah laci yang bertuliskan obat penawar racun .
Dia benar-benar bisa membuka laci tersebut.
Dia juga bisa segera meraih obat penawar racun yang ada di dalam laci tersebut.
Dia langsung menghentikan semua imajinasinya. Dia pun menatap obat penawar racun yang ada di tangannya dengan senang.
Langit sangat murah hati terhadapnya, Langit bahkan sudah memindahkan laboratorium dan apotek kecilnya ke tempat ini.
Dia tidak lagi menyia-nyiakan waktu dan segera menelan obat penawar racun tersebut. Setelah itu, dia pun menunggu tubuhnya pulih kembali.
Tidak lama kemudian, tandu pengantin tiba di depan Kediaman Pangeran Ning. Namun, di depan gerbang Kediaman Pangeran Ning terdapat sekumpulan orang yang menghalangi mereka untuk masuk ke dalam.
Ini adalah hari pernikahan Putra Pangeran Ning, apa yang sedang mereka lakukan di depan Kediaman Pangeran Ning?
"Tandu pengantin Selir Putra Pangeran telah tiba. Tolong biarkan kami lewat," kata mak comblang sambil menggoyangkan kipas yang di tangannya dan berusaha untuk tetap bersikap tenang.
Namun, orang-orang yang menghalangi jalan mereka tidak memberi respon apapun.
Surat perjanjian?
Yin Suhua yang sedang duduk di dalam tandu pengantin mendengar semua percakapan tersebut dengan jelas. Sepertinya, Keluarga Pangeran Ning tidak begitu menerima kedatangannya.
Mak comblang itu pun terbengong menatap para pengawal yang menghadang jalan mereka tersebut. Dia juga tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini.
Yin Suhua yang sedang duduk di dalam tandu pengantin itu pun berkata, "Kalau boleh tahu, surat perjanjian seperti apa yang harus aku tanda tangani?"
Pengawal tersebut tidak menggubris pertanyaan Selir Putra Pangeran yang baru saja terdengar.
Mereka semua tahu kalau Selir Putra Pangeran ini tidak pernah mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari seluruh anggota keluarga Perdana Menteri. Mereka juga tahu kalau Selir Putra Pangeran ini hanyalah sebidak catur yang dimainkan untuk memperoleh kekuasaan yang lebih besar saja.
"Setelah memasuki pintu ini, Anda harus berjanji untuk memutuskan hubungan Anda dengan orang-orang di Kediaman Perdana Menteri. Kalau tidak setuju, silakan kembali saja."
Semua perkataan yang diucapkan oleh pengawal itu pasti menyatakan maksud dari Mo Junye.
Setelah mendengar hal ini, Yin Suhua pun mengerti akan satu hal. Pangeran ini merasa khawatir kalau nantinya Yin Suhua akan menggunakan kedudukannya sebagai Selir Putra Pangeran untuk membantu ayah kandungnya mendapatkan kekuasaan dan berbagai keuntungan lainnya.
__ADS_1
Meskipun Suhua belum pernah bertemu dengan Putra Pangeran ini, tapi mereka berdua justru memiliki pemikiran yang sama. Yin Suhua berpikir, ayah kandungnya itu pasti akan merasa sangat kesal mengetahui hal ini.
Namun, sekelompok orang ini mengancamnya dengan cara sekasar ini, apakah mereka kira dirinya bisa ditindas semudah ini?
Yin Suhua pun membuka kain penutup tandu pengantin tersebut. Dengan sikap yang tenang, dia berkata kepada pengawal tersebut: "Kalau begitu, aku juga ingin mengajukan sebuah perjanjian dengan Putra Pangeran."
Setelah mendengarnya, Pengawal tersebut tampak sedikit terkejut.
Dia hanya seorang pengantin wanita yang digunakan sebagai pembawa berkah saja, kenapa dia malah berani meminta sesuatu?
"Kenapa? Apakah hanya kalian yang boleh meminta sesuatu padaku, tapi tidak boleh melakukan hal yang sama?" kata Yin Suhua tanpa ragu.
Pengawal itu merasa pernyataan Yin Suhua ini sangatlah konyol, "Kamu tidak tahu perbedaan status antara kamu dengan Putra Pangeran?"
Dari respon mereka, Yin Suhua juga tahu kalau dirinya telah diremehkan oleh Putra Pangeran tersebut.
Yin Suhua memilih untuk tidak mundur. Sebaliknya, dirinya malah semakin berani dalam menghadapi hal ini.
Dia tidak akan kembali ke Kediaman Perdana Menteri lagi.
Dia harus bersikap teguh, jika memang sudah berniat untuk memutuskan hubungan dengan keluarganya.
"Turunkan tandu ini," kata Yin Suhua dengan suara yang tenang.
Dia tidak lagi memedulikan segala adat istiadat dalam pernikahan ini.
Setelah tandu pengantin tersebut diturunkan, Yin Suhua pun keluar dan berjalan ke arah pengawal itu secara perlahan.
Pengawal itu tertegun dan merasa kalau Selir Putra Pangeran ini sangatlah cantik, parasnya bagaikan bidadari yang turun dari khayangan.
Rakyat yang sedang berdiri di sekeliling pun seketika menjadi terpesona setelah melihat kecantikan Yin Suhua.
"Segera laporkan hal ini pada Putra Pangeran. Menandatangani surat perjanjian ini bukanlah hal yang sulit bagiku. Tapi selama aku dan dia masih menjadi pasangan suami istri yang sah, dia juga harus berjanji untuk tidak mengambil gundik."
Pengawal itu terbengong sesaat. Wanita ini sungguh berani, apakah dia sudah gila?
"Kalau Putra Pangeran tidak berani menyetujui hal ini, suruh dia untuk menuliskan surat kesepakatan cerai untukku. Dengan begitu, kami bisa melewati kehidupan kami masing-masing dengan tenang."
Para pengawal itu saling bertatapan satu sama lain. Meskipun tujuan utama mereka adalah untuk mempersulit Selir Putra Pangeran ini, namun mereka tetap saja tidak berani melakukan hal-hal yang keterlaluan. Bagaimana pun juga, pernikahan ini adalah sebuah hal yang besar di dalam keluarga kerajaan. Karena itu, pada akhirnya mereka pun mengirimkan orang untuk menyampaikan pesan dari Yin Suhua tersebut.
Saat ini, Putra Pangeran Ning, Mo Junye sedang duduk santai di dalam kamar tidurnya. Dia bahkan tidak mengenakan jubah pernikahannya.
__ADS_1
Setelah mendapat pesan dari pengawal istana, tatapannya yang dingin itu seketika berkilau, di wajahnya terpasang seulas senyuman dingin.
"Menarik! Sepertinya dia juga sudah sadar kalau Keluarga Perdana Menteri tidak bisa mengharapkan keuntungan apapun dari Keluarga Pangeran Ning. Karena itu dia pun memupuskan harapan keluarga lain yang memiliki keinginan sama. Baguslah, aku tidak perlu memusingkan hal ini lagi. Kalau dia ingin menjadi orang jahatnya, tentu saja aku tidak akan menghalanginya."