Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 99 - Menuruti Keinginanmu


__ADS_3

Hari berlalu dan berganti bulan. perut Viona semakin membuncit, tinggal menunggu hari kelahiran si jabang bayi.


Mereka sudah memeriksakan jenis kelamin anak mereka, bayi yang dikandung Viona saat ini berjenis kelamin laki-laki, berarti namanya sudah pasti Dion, seperti keinginan Davin saat mereka masih menjalin kasih dulu, Dion Alteza.


Memasuki kehamilan usia 9 bulan Davin benar-benar stop pergi ke kantor, dia terus mendampingi Viona setiap hari. sementara urusan pekerjaannya ia kerjakan di rumah dengan Anton yang kulu kilir seperti kurir.


Hubungan antara Ghaisan dan Dinara pun semakin dekat, meski Gaisan selalu memarah marahi Dinara, tapi setidaknya kini mereka saling berbincang tidak lagi saling mendiami seperti awal-awal perjodohan mereka disetujui.


Malam ini, Ghaisan kembali mengantarkan Dinara ke apartemen Viona. Karena besok sabtu dan dia libur kuliah, Dania memintanya untuk menginap di apartemen sang kakak, membantu Davin jika ada sesuatu yang mendesak.


"Kenapa harus meminta aku antar sih, memangnya supir di rumah mu sudah tidak Ada lagi?" tanya Ghaisan, pertanyaan yang mengandung keluhan. Tiap bersama Dinara dia mengeluh terus.


"Ya ada sih Bang, tapi mama bilang perginya sama Dania Abang saja."


"Memangnya kamu tidak bisa menolak?!"


"Nggak bisa."


"Issh! Apa susahnya menolak?"

__ADS_1


Dinara tidak bisa menjawab apa-apa, hanya mencebik dan menundukkan wajah, persis anak kecil yang sedang di marahin ayahnya.


Dan Ghaisan yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.


Jam 8 malam mobil mereka sampai di basement apartemen Davin dan Viona.


Dinara mencoba melepas sabuk pengamannya namun tidak bisa, dia kesulitan, sepertinya ini macet.


"Kenapa lagi? melepas seperti itu saja tidak bisa, lalu apa bisa mu?"


Meski mengeluh seperti itu, namun Ghaisan bergerak untuk membantu, ternyata memang benar, pengait sabuk pengaman ini macet.


"Aku lo nggak tau apa-apa, tapi abang nyalahin aku terus."


"Sudah berani menjawab kamu?" tanya Ghaisan, dia menatap Dinara dsngan jarak yang sangat dekat.


Membuat Dinara menelan ludahnya dengan kasar dan merasakan detak jantung yang berdebat hebat.


Kedua tangan Dinara bahkan sudah mengepal kuat, merasakan desiran darahnya yang terasa panas.

__ADS_1


Dan sama, Disaat melihat Dinara dengan jarak sedekat ini ternyata membuat darah Ghaisan mendidih, entah ada setan apa, namun tiba-tiba dia ingin sekali menyesap bibir ranum itu, rasanya begitu lembut dan manis meski hanya dilihat.


"Ke-kenapa abang menatapku seperti itu?" tanya Dinara gagap.


"Memangnya tatapan apa ini?"


"Tatapan mesum."


"Huh!" kesal, Ghaisan langusng mengusap wajah Dinara dengan kasar, hingga membuat gadis merasa tidak nyaman.


"Ih abang nih, kirain mau dicium malah di uyek-uyek," Dinara.


Dan Ghaisan yang mendengar ucapan itu seperti sengaja dibakar gairahnya. Seolah Dinara memberinya kode dan dia harus segera menyerangnya. Apalagi tiba-tiba Ghaisan ingat, bahwa dulu Frans mengatakan jika Dinara benar-benar mencintai dia.


Makin tidak terkendaliah hasrat Ghaisan.


"Kamu benar-benar mau dicium?" tanya Ghaisan, tadi dia sudah kembali ke kursinya sendiri, sekarang dia kembali mendekati Dinara bahkan dengan jarak yang lebih dekat.


Kedua mata Dinara mendelik, mendadak lidahnya kaku untuk menjawab.

__ADS_1


"Baiklah, kali ini aku akan turuti keinginanmu," timpal Ghaisan. Setelahnya dia benar-benar menjatuhkan bibirnya diatas bibir Dinara. Lumataan kecil yang akhirnya jadi kasar, lidahnya bahkan menuntut ingin masuk. Ghaisan tidak menerima penolakan, saat Dinara mendorong dadanya, dia semakin memperdalam ciumannya.


__ADS_2