
Rombongan Sassy sudah sampai di bandara. Davin dengan segera meminta Anjas dan Danu untuk datang juga ke mansion Gunawan.
kedua sahabat kecilnya itu pun datang lebih dulu sebelum rombongan Sassy.
"Ada apa sih? heboh banget!" keluh Anjas, dia memang suka rela datang kemari, tapi kalau belum protes rasanya belum seru.
Kini Anjas, Danu dan Davin sedang berada di teras mansion, belum masuk dan menemui semua orang.
"Kan udah ku bilang di WA, teman-teman ku dari LN mau kesini_"
"Terus?" potong danu cepat.
Dan saat itu juga Davin langsunh menjelaskan tujuan kenapa Anjas dan Danu harus datang kemari.
Selama tinggal di LN Davin hidup dengan bebas, teman-temannya pun terbiasa pula hidup semaunya. Tidak ada batasan antara pria dan wanita, bahkan ciuman bibir pun itu hal yang wajar sesama teman.
Bila sepakat bahkan bisa jadi teman ranjang.
__ADS_1
Dan Davin tidak ingin kedua tekan wanitanya nanti sampai menyentuh tubuh Davin sedikitpun, karena dari ujung kepala sampai ujung kaki tubuhnya hanyalah milik Viona seorang.
Danu dan Anjas nyarus muntah mendengar penjelasan itu, namun mereka berdua tetap setia mendengarkan.
"Jadi kami harus halangi terus 2 temen wanita mu itu biar nggak nyentuh kamu, cuma boleh say hai?" tanya Anjas dan Davin langsung mengangguk mantap.
"Demi keamanan dan kesejahteraan rumah tangga ku, tolong dibantu," ucap Davin, mengakhiri meeting mereka bertiga pagi ini.
Jam setengah 9, akhirnya teman-teman Davin sampai di mansion. Viona tidak ikut menyambut, dia masih mandi. Saat itu Gunawan dan Dania yanh ikut menyambut teman-teman menantunya ini.
Meski menyambut dengan geleng-geleng kepala. Yang namanya Sassy dan Lola mengingatkan mereka pada Viona sebelum menikah, menggunakan baju-baju yang kurang bahan.
Belum sempat Sassy dan Lola menggapai tubuh Davin, Anjas dan Danu langsung menghalau, menjadikan tubuh mereka yang dipeluk.
Sassy dan Lola sontak terkejut, lalu mundur bersamaan.
Davin terkekeh, lain halnya Gunawan dan Dania yang semakin menggelengkan kepala.
__ADS_1
Sementara Anjas dan Danu senang-senang saja.
Tapi ke 4 teman Davin ini termasuk sopan, mereka salim dan mencium tangan para orang tua, kode etik ketika berada di negara ini.
"Ini Dave, ini Jacob, ini Sassy, ini Lola," jelas Davin, memperkenalkan teman-temannya. Lalu memperkenalkan kedua mertua dan kedua sahabatnya.
"Ayo semua nya masuk," ajak Dania, dan semua orang pun mengangguk.
"Dimana istri mu?" tanya Dave.
"Iya iya mana istri mu?" tanya jacob pula.
Mereka sangat penasaran bagaimana rupa istri Davin, selama ini mereka hanya melihat dari media sosial sahabatnya Ini. Dari foto-foto yang mereka lihat, Viona sangat cantik dan seksi, membuat mereka jadi ingin bertemu secara langsung.
Dan ditanya seperti itu Davin langsung menyipitkan mata, menatap tajam pada kedua sahabatnya. Sepertinya dia sudah salah strategi, yang harus dicemaskan bukanlah Sassy dan Lola, melainkan Dave dan Jacob.
"Kalian datang kesini ingin menemui aku atau istriku?!" tanya Davin ketus.
__ADS_1
"Tentu saja ingin menemui istri mu, untuk apa melihatmu? kami sudah bosan." jawab Dave, dia lalu membuat gerakan Tos dengan Jacob membuat Davin langsung menepuk keningnya keras.